Kembali

Payroll Nonfarm AS Diperkirakan Tumbuh dengan Laju Moderat di Februari setelah Januari yang Cemerlang

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
FXStreet

editor avatar

Diedit oleh
Kamina Bashir

06 Maret 2026 17.22 WIB
  • Nonfarm Payrolls diperkirakan naik sebesar 59 ribu pada bulan Februari.
  • Tingkat pengangguran nampaknya tetap stabil di 4,3%.
  • Data ketenagakerjaan bisa meningkatkan volatilitas lebih lanjut sementara investor menavigasi krisis di Timur Tengah.
Promo

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (US) akan merilis data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk bulan Februari pada pukul 13:30 GMT.

Volatilitas pada US Dollar (USD) kemungkinan akan meningkat seiring laporan ketenagakerjaan ini, di mana para investor mencari wawasan baru terkait langkah The Fed tentang suku bunga, apalagi setelah krisis di Timur Tengah yang kembali memunculkan kekhawatiran soal kenaikan inflasi.

Disponsori
Disponsori

Apa yang Bisa Diharapkan dari Laporan Nonfarm Payrolls Berikutnya?

Investor memperkirakan NFP meningkat sebesar 59.000 setelah sebelumnya mencatat kenaikan signifikan 130.000 pada bulan Januari. Tingkat Pengangguran pun diperkirakan tetap di 4,3%, sementara inflasi upah tahunan yang diukur melalui perubahan Rata-Rata Upah Per Jam diproyeksi tetap stabil di 3,7%.

Ketika melakukan pratinjau terhadap laporan ketenagakerjaan, analis TD Securities menuturkan bahwasanya mereka memperkirakan kenaikan pekerjaan melambat jadi 90.000 pada Februari.

“Perlambatan ini seharusnya dipimpin oleh sektor kesehatan setelah bulan lalu mencatatkan kenaikan yang sangat tinggi. Pekerjaan sektor swasta kemungkinan naik sekitar 100 ribu, sementara di sektor pemerintah kemungkinan turun 10 ribu. Kami juga memperkirakan Tingkat Pengangguran tetap di 4,3%, walau kami mewaspadai risiko kenaikan ke 4,4%. Rata-Rata Upah Per Jam kemungkinan melambat sampai 0,2% m/m (3,7% y/y),” tambah mereka.

Rilis data terkait ketenagakerjaan terbaru dari Amerika Serikat menunjukan kondisi pasar tenaga kerja yang cukup sehat di bulan Februari. Indeks Ketenagakerjaan dalam survei Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) milik Institute for Supply Management’s (ISM) bergerak naik menjadi 48,8 dari 48,1 di Januari (meski masih kontraksi), sementara Automatic Data Processing (ADP) melaporkan pekerjaan sektor swasta naik 63.000, melebihi ekspektasi pasar sebesar 50.000.

Pada akhirnya, Indeks Ketenagakerjaan dari survei ISM Services PMI naik menjadi 51,8 dari sebelumnya 50,3. Hal ini menandakan percepatan pertumbuhan lapangan kerja di sektor jasa yang menjadi kunci utama.

Disponsori
Disponsori

Bagaimana Nonfarm Payrolls AS Bulan Februari Akan Mempengaruhi EUR/USD?

USD memanfaatkan arus safe-haven dan membuka bulan ini dengan posisi yang kokoh setelah AS dan Israel melakukan serangan gabungan ke Iran, yang membuat EUR/USD tertekan secara bearish.

Sebelumnya pada pekan ini, Senat AS menolak resolusi yang bertujuan agar Presiden Donald Trump meminta persetujuan kongres jika ingin melanjutkan aksi militer ke Iran. Selain itu, CNN melaporkan bahwa pejabat tinggi AS menyatakan AS akan mulai melakukan serangan lebih dalam ke wilayah Iran, serta menggarisbawahi bahwa operasi ini masih berada di tahap awal.

Dari sisi kebijakan moneter, investor pun mencermati dampak krisis Timur Tengah terhadap harga energi dan seberapa besar hal tersebut akan mengubah proyeksi inflasi. Menurut CME FedWatch Tool, peluang The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga dalam tiga pertemuan ke depan naik menjadi hampir 70% dari sebelumnya sekitar 50% sebelum konflik AS-Iran terjadi.

Proyeksi CME FedWatch Tool untuk Suku Bunga The Fed
Sumber: CME Group

Saat berbicara di Bloomberg Invest Conference awal pekan lalu, Neel Kashkari, Presiden Bank Federal Reserve (Fed) Minneapolis, menyatakan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana perang Iran akan mempengaruhi inflasi, tapi dia akui hal tersebut dapat berdampak terhadap kebijakan moneter.

Jika NFP keluar pada 70.000 atau lebih dan Tingkat Pengangguran tetap di 4,3% sesuai prediksi, maka pasar bisa menganggap data ketenagakerjaan ini sudah “cukup baik” bagi The Fed untuk terus menunda pemangkasan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini. Dalam skenario ini, USD dapat melanjutkan penguatan sehingga EUR/USD berpotensi turun lebih lanjut.

Sementara itu, kejutan negatif yang signifikan pada NFP — yakni hasil di 30.000 atau di bawahnya, beserta kenaikan Tingkat Pengangguran — kemungkinan baru akan membuat investor condong kembali ke ekspektasi pemotongan suku bunga pada bulan Juni.

Meski begitu, potensi pelemahan USD bisa saja terbatas apabila tidak ada penurunan eskalasi konflik di Timur Tengah. Skenario paling bearish bagi USD, yang bisa memicu lonjakan EUR/USD secara tegas, yaitu jika terjadi koreksi tajam harga minyak mentah, aktivitas angkatan laut di Selat Hormuz kembali normal, serta laporan ketenagakerjaan mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang semakin memburuk.

Analis Societe Generale menyampaikan bahwa mereka memperkirakan data NFP akan tetap solid setelah “empat dari empat anekdot pasar tenaga kerja AS mengejutkan di sisi positif.”

“Dalam kondisi saat ini, sulit untuk menyimpulkan bahwa data bagus itu menenangkan dan berarti bullish bagi aset risiko serta mata uang (bearish dollar),” papar mereka. “Kami anggap bahwa kenaikan pekerjaan 30.000-70.000 tidak akan mengubah arah pasar dan harga minyak maupun gas alam di akhir pekan inilah yang akan menentukan pergerakan harga.”

Eren Sengezer, European Session Lead Analyst di FXStreet, memberikan ulasan teknikal singkat untuk EUR/USD :

“Ada kecenderungan bearish yang jelas dalam outlook jangka pendek EUR/USD. Pasangan ini menutup perdagangan harian di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari untuk pertama kalinya dalam satu tahun dan Relative Strength Index (RSI) turun di bawah level 40.”

“1,1500 (level statis, level bulat) menjadi support signifikan pertama sebelum 1,1400 (level statis, level bulat) dan 1,1300–1,1290 (level bulat, level statis). Di sisi atas, area resistance kuat sepertinya telah terbentuk di 1,1670–1,1700 (SMA 200-hari, SMA 100-hari). Pair ini perlu menembus dan bertahan di atas area tersebut agar menarik minat beli teknikal. Jika itu terjadi, SMA 50-hari bisa menjadi resistance berikutnya di 1,1770.”

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori