Potensi Bitcoin Anjlok pada tahun 2026 kembali menjadi sorotan tajam menyusul analisis terbaru dari Benjamin Cowen, pakar makroekonomi pasar kripto. Menurut analis tersebut, puncak tekanan penurunan belum sepenuhnya tiba, meskipun volatilitas saat ini mulai mendominasi. Analisis ini memperingatkan investor untuk waspada terhadap potensi Bitcoin anjlok lebih dalam di kuartal pertama tahun depan, mengingat pola siklus historis yang mulai berulang.
Alih-alih berfokus pada pergerakan harian, Cowen mengusulkan untuk mengamati pola historis dan sinyal makroekonomi. Pendekatannya bertujuan untuk memberikan konteks pada pasar yang, menurutnya, membutuhkan kesabaran dan perspektif jangka panjang.
Potensi Penurunan Tajam Bitcoin Menurut Analisis Makro.
Menurut Cowen, penurunan Bitcoin pada tahun 2026 akan terkait dengan struktur makroekonomi yang mirip dengan siklus sebelumnya. Menurut pandangannya, pasar berada dalam fase kacau, dengan pergerakan yang tidak menentu sehingga menyulitkan perkiraan jangka pendek. Oleh karena itu,Ia mendefinisikan proyeksinya sebagai “spekulasi yang meragukan,” yang hanya berfokus pada tren umum.
SponsoredCowen membandingkan perilaku saat ini dengan gerakan Brownian, di mana tidak ada arah yang jelas dalam jangka pendek. Kurangnya tren ini memperkuat keputusannya untuk menganalisis metrik makro dan data historis. Menurut analis tersebut,
grafik candlestick harian dapat menyesatkan jika konteks lengkapnya terabaikan.
Salah satu elemen kunci adalah dominasi stablecoin. Cowen mencatat bahwa indikator ini menunjukkan tanda-tanda potensi reli. Secara historis, pergerakan ini sering di sertai dengan penurunan lebih lanjut pada aset yang lebih berisiko seperti Bitcoin. Jika dominasi mendekati zona support bullish, BTC dapat mencerminkan pergerakan serupa.
“Menyusul konsolidasi saat ini, tampaknya dominasi stablecoin akan meningkat di bulan-bulan musim panas,” analis di X (sebelumnya Twitter) baru-baru ini memperingatkan.
Lingkungan makroekonomi juga berperan. Data terbaru tentang lapangan kerja dan aktivitas ekonomi cenderung memicu reaksi pasar yang cepat. Cowen menunjukkan bahwa peningkatan pengangguran bertepatan dengan melemahnya Bitcoin, sementara stabilisasinya biasanya mendahului fase pemulihan.
Analogi Dengan Tahun 2019 & Skenario Benjamin Cowen Untuk Bitcoin.
Benjamin Cowen melihat kemiripan antara kondisi pasar saat ini dengan fase “puncak apatis” tahun 2019, di mana kenaikan harga tidak di barengi dengan euforia publik. Ia memprediksi Bitcoin akan mereplikasi pola penurunan bertahap (koreksi lambat) daripada keruntuhan mendadak.
- Target Waktu: Cowen memperkirakan Bitcoin akan mencapai “titik tertinggi makro yang lebih rendah” pada kuartal pertama 2026, di susul penurunan ke titik terendah pada musim panas 2026.
- Landasan Analisis: Proyeksi ini berdasarkan pada grafik dominasi stablecoin dan indikator makroekonomi.
- Kematangan Pasar: Meskipun potensi koreksi tetap besar, setiap siklus menunjukkan persentase kerugian yang kian mengecil (diminishing losses), menandakan pasar yang mulai matang.
Penurunan tertajam Bitcoin di prediksi terjadi pada 2026 melalui proses konsolidasi yang lambat. Walaupun bersifat spekulatif, Cowen menekankan bahwa kesabaran adalah kunci, karena fase ini dianggap lebih sehat untuk stabilitas pasar jangka panjang sebelum gelombang kenaikan berikutnya.
Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi Bitcoin dari Benjamin Cowen di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!