Bitcoin turun sedikit lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir, tapi cerita besarnya bukanlah pergerakan harian. Selama akhir pekan, harga Bitcoin hampir saja mengonfirmasi breakdown bearish sebelum terjadi rebound jangka pendek.
Sinyal teknikal sudah terlihat selama beberapa hari, dan data on-chain sekarang menunjukkan tekanan jual mulai mereda. Meski begitu, risiko utama masih ada. Apakah Bitcoin akan stabil atau menurun ke US$78.000 sekarang bergantung pada reaksi harga BTC di beberapa level kunci.
Rebound Muncul saat Tekanan Jual Mulai Mereda di Dekat Zona Breakdown
Bitcoin masih bergerak di dalam pola head-and-shoulders pada grafik harian. Pola ini sering kali menandakan pembalikan arah ke bearish jika harga menembus neckline di bawah.
SponsoredPada Bitcoin, neckline ada di dekat zona US$86.100. Pada 25 Januari, BTC sempat turun ke area ini sebelum akhirnya rebound. Jika ada penutupan harian yang jelas di bawah zona ini, maka potensi penurunan sekitar 10% bisa terjadi.
Rebound ini, didukung oleh sinyal momentum penting.
Antara 18 Desember hingga 25 Januari, harga Bitcoin membentuk higher low sementara Relative Strength Index (RSI) membentuk lower low. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dan penurunan belakangan ini. Ketika harga tetap bertahan meski RSI melemah, biasanya menandakan tekanan jual mulai berkurang. Kondisi ini disebut hidden bullish divergence dan umumnya mendahului rebound jangka pendek, bukan pembalikan tren besar.
Ingin info token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.
Data on-chain mengonfirmasi tekanan jual yang mulai mereda.
Spent Coins Age Band, yang memantau berapa banyak koin dari semua usia kepemilikan yang berpindah on-chain, menurun tajam. Pergerakan koin turun dari sekitar 27.000 ke hampir 7.690, atau turun sekitar 72%. Saat lebih sedikit koin berpindah, itu biasanya berarti lebih sedikit holder yang menjual. Hal ini sejalan dengan sinyal RSI dan menjadi alasan kenapa harga Bitcoin sempat rebound, bukannya langsung breakdown.
Tapi tekanan jual yang mereda saja tidak menjamin prediksi harga Bitcoin aman. Ini langsung mengarah pada lapisan risiko berikutnya.
Outflow ETF dan Profit di Atas Kertas Tunjukkan Risiko Penurunan Belum Teratasi
Walaupun penjual nampaknya mulai lelah, pembeli belum menunjukkan keyakinan.
Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih harian selama beberapa sesi berturut-turut. Arus keluar yang terus-menerus ini mengindikasikan permintaan institusi masih lemah. Secara historis, rebound yang terjadi tanpa dukungan ETF biasanya stagnan dan tidak berkembang menjadi reli yang berkelanjutan.
Dinamika profit juga masih belum mendukung.
Metrik Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) mengukur rata-rata profit atau loss yang sedang dipegang para holder. Semakin tinggi angkanya, semakin banyak holder yang profit dan mungkin tertarik untuk menjual. NUPL Bitcoin saat ini ada di kisaran 0,35, masih jauh di atas zona kapitulasi.
SponsoredPada level terendah lokal sebelumnya, NUPL turun mendekati 0,33–0,34, terutama di akhir November dan pertengahan Desember. Karena NUPL masih di atas level tersebut, ini mengindikasikan tekanan profit-taking masih bisa terjadi sebelum muncul bottom yang lebih kuat.
Perusahaan analitik kripto Alphractal juga menyoroti kekhawatiran terkait NUPL BTC:
Sederhananya, penjual memang mulai melambat, tapi mereka belum selesai. Karena itu, zona resistance berikut jadi sangat penting.
Sponsored SponsoredCost-Basis Wall Jelaskan Prediksi Harga Bitcoin
Untuk memahami sejauh mana rebound harga BTC ini bisa terjadi, data cost-basis memberikan kejelasan.
Heatmap cost-basis memperlihatkan level harga di mana jumlah besar Bitcoin sebelumnya dibeli. Zona-zona ini sering berperan sebagai resistance karena para holder akan menjual saat harga BTC kembali ke level impas mereka.
Dinding resistance terkuat berada di antara US$90.168 dan US$90.591, dengan konsentrasi berat di sekitar US$90.550, yang merupakan level yang disorot pada grafik harga. Inilah hambatan utama pertama yang harus dilewati oleh rebound ini.
Jika Bitcoin bergerak di atas US$90.550, level penting berikutnya adalah US$91.210. Jika harga berhasil melewati level ini, maka pola right shoulder pada pola head-and-shoulders (yang sudah pernah disorot sebelumnya) akan terpecahkan dan setup bearish akan semakin lemah.
Namun, struktur yang lebih luas baru berubah menjadi netral apabila Bitcoin bisa merebut kembali area US$97.930. Sampai saat itu, pola ini masih tetap rentan.
Di sisi bawah, risiko prediksi harga Bitcoin masih terlihat jelas. Jika terjadi penutupan harian di bawah US$86.100–US$85.900, maka konfirmasi breakdown terjadi dan membuka kembali peluang menuju US$78.000, sesuai dengan proyeksi maksimal pola tersebut. Angka ini sekitar 10% dari neckline dan lebih dari 11% dari level harga BTC saat ini.