Prediksi Bitcoin Januari akhirnya menunjukkan tanda-tanda pergerakan signifikan yang dinantikan para investor. Saat ini, harga telah menembus zona US$95.000 dengan kenaikan harian sebesar 3,8%—mencatatkan pertumbuhan total 6,5% dalam sebulan terakhir.
Seiring momentum yang makin kuat dan level resistance kunci semakin dekat, prediksi Tom Lee pada Januari untuk all-time high baru kini mulai nampak bukan sekadar spekulatif, melainkan makin didukung analisis teknikal. Tapi, risikonya masih tetap ada!
Cup-and-Handle Breakout Sejalan dengan Supply On-Chain yang Menguntungkan
Bitcoin telah mengonfirmasi breakout dari pola cup-and-handle, menembus resistance di sekitar US$94.800 dengan volume besar. Volume itu penting karena menunjukkan adanya permintaan nyata yang mempertahankan breakout, bukan hanya likuiditas tipis yang mendorong harga naik. Pergerakan terukur dari struktur ini mengarah ke US$106.600, menjadikannya target kenaikan besar pertama.
SponsoredMeskipun begitu, BTC harus terlebih dulu merebut kembali level psikologis US$100.000 (level US$100.200 sesuai grafik) agar prediksi lebih tinggi bisa mulai diperhitungkan.
Jika bisa melewati level itu, Prediksi Tom Lee untuk akhir Januari bisa kembali jadi acuan utama.
- Baca Juga: Analisis: XRP Tarik Aksi Buy the Dip Terkuat 4 Bulan saat Harga Drop 15%
Data suplai on-chain memperkuat analisis ini. Klaster harga terealisasi terbesar sekarang berada di bawah harga Bitcoin saat ini, artinya sebagian besar holder membeli di harga lebih rendah dan sekarang meraih untung. Ini mengurangi tekanan jual dalam waktu dekat.
Kombinasi pola bullish yang telah dikonfirmasi dengan data suplai on-chain yang mendukung ini menandakan pergerakan harga ke atas bukan cuma kemungkinan. Ini mencerminkan posisi pasar saat ini.
Whale Akumulasi saat Retail Mulai Masuk, namun Risiko Leverage Tetap Ada
Perilaku holder masih condong ke pergerakan naik. Wallet yang menampung antara 10.000 hingga 100.000 BTC terus menambah saldo sejak 2 Januari, dari sekitar 2,18 juta BTC jadi sekitar 2,20 juta BTC. Akumulasi secara diam-diam ini menunjukkan keyakinan dari pemain besar.
Yang berubah belakangan ini adalah perilaku ritel. Reli BTC pada Januari lalu mungkin gagal karena ritel banyak yang jual saat harga naik.
Kali ini, wallet ritel justru jadi net positif. Sejak 5 Januari, kepemilikan ritel (0,01-0,1 BTC) bertambah sedikit, dari sekitar 273.080 BTC ke 273.250 BTC. Penambahannya memang kecil, tapi arah pergerakannya jadi hal penting. Investor ritel kini tidak lagi jualan saat reli, sehingga hambatan utama di pergerakan sebelumnya kini berkurang.
Risiko utama kini ada di posisi derivatif. Eksposur long sangat dominan, dengan dana hampir seluruhnya ditempatkan di sisi long (US$2,69 miliar) dibanding posisi short (sekitar US$320 juta). Ketimpangan 9x ini membuat pasar jadi sangat rentan jika harga BTC turun lagi ke bawah zona breakout pada pola cup-and-handle.
Pergerakan di bawah US$94.800 bisa memicu likuidasi posisi long, dan berpotensi menekan harga Bitcoin ke kisaran rendah US$90.000. Meski demikian, pembelian spot yang kuat di dekat support menunjukkan pembeli bisa saja masuk sebelum penjualan akibat leverage benar-benar mengguyur pasar.
Level Harga Bitcoin yang Menentukan Apakah Akan Ada High Baru Selanjutnya
Mulai dari sini, struktur Bitcoin kini semakin jelas. Bertahan di atas kisaran US$94.500–US$94.800 (dekat level breakout cup) menjaga momentum breakout dan mempertahankan skenario bullish. Level psikologis US$100.200 masih mengadang (seperti telah dibahas), tapi tujuan teknikal utama tetap di US$106.600, yakni proyeksi pola cup-and-handle. Itu target kunci pertama.
Jika harga BTC berhasil melewati level tersebut dan menyerap suplai di atas US$112.000 (zona suplai jangka pendek terkuat), pasar masuk ke area dengan resistance historis yang minim.
Sponsored SponsoredInilah area di mana akselerasi di atas rekor harga tertinggi sebelumnya di dekat US$126.200 menjadi lebih realistis, bukan sekadar teori.
Bitcoin tidak perlu lingkungan yang sempurna untuk bergerak naik. Bitcoin hanya perlu menjaga breakout-nya dan terus menarik permintaan pasar spot. Jika hal itu terjadi, prediksi rekor harga tertinggi Tom Lee pada Januari tidak lagi terlihat berani, tapi justru menjadi dampak alami dari struktur pasar saat ini.
Di atas level saat ini, kantong suplai yang paling penting muncul di atas US$112.000. Setelah zona tersebut, suplai yang terealisasi menjadi jauh lebih tipis. Jika momentum membawa Bitcoin menembus US$106.600 dan selanjutnya US$112.000, maka jalur menuju rekor harga tertinggi sebelumnya akan semakin mulus secara struktur.
Sebaliknya, jika turun di bawah US$94.500, struktur pasar bisa melemah, dan bila anjlok ke bawah US$91.600, para bear bisa kembali masuk menyerang.
Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi Bitcoin dari Tom Lee di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!