Harga saham MicroStrategy tidak bisa melanjutkan kenaikan meski perusahaan terus membeli lebih banyak Bitcoin. Pembelian terakhir senilai US$40 juta pada 23 Februari terjadi tepat saat harga sahamnya mulai turun lagi. Namun, ini bukan seluruh kisahnya.
Saat saham MSTR turun lebih dari 9% pada 24 Februari, harga sempat melonjak 16% pada 25 Februari, menunjukkan adanya euforia. Pada waktu publikasi, harga saham ini turun lebih dari 3% dibandingkan penutupan kemarin. Saat ini, saham ini turun sekitar 4% dari puncak hari Jumat lalu dan turun hampir 63% selama enam bulan terakhir, sehingga memunculkan kekhawatiran baru soal potensi breakdown lebih dalam, meski cadangan BTC kembali bertambah.
Pembelian Bitcoin US$40 Juta Terbaru Gagal Hentikan Penurunan MSTR
MicroStrategy membeli 592 Bitcoin pada 23 Februari dengan menghabiskan sekitar US$40 juta pada harga rata-rata mendekati US$67.286. Hal ini membuat total kepemilikan mencapai 717.722 Bitcoin, dengan biaya rata-rata keseluruhan di US$76.020.
Biasanya, aksi beli agresif seperti ini akan meningkatkan kepercayaan investor karena menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap masa depan Bitcoin.
Tapi kali ini, harga saham MicroStrategy tetap turun dan tidak stabil, terus bergerak mengikuti pola breakdown bear-flag yang dimulai sejak 19 Februari, walau sempat ada beberapa rebound. Pelemahan ini sangat mirip dengan pergerakan Bitcoin sendiri.
Sahamnnya sempat reli ke US$137 pada 25 Februari, mengikuti rebound Bitcoin dari US$64.500 ke US$69.400, atau naik 2,5%. Namun begitu harga Bitcoin mendingin lagi, MicroStrategy juga langsung berbalik turun, menunjukkan betapa erat kinerjanya masih mengikuti arah pergerakan Bitcoin.
Hal ini memperlihatkan bahwa MicroStrategy masih diperdagangkan layaknya proxy Bitcoin dengan leverage. Ketika Bitcoin stagnan atau melemah, MicroStrategy biasanya turun lebih dalam karena valuasinya sejak awal sudah mengantisipasi potensi upside besar dari kepemilikan Bitcoinnya.
Pembelian Bitcoin terbaru tidak mengubah dinamika ini, sehingga memunculkan pertanyaan yang lebih penting: apakah investor institusi masih mendukung saham ini.
Arus Dana Institusional Isyaratkan Risiko Keluar yang Meningkat
Indikator Chaikin Money Flow (CMF) kini memberi sinyal peringatan. CMF mengukur apakah investor besar sedang membeli atau menjual dengan menggabungkan data harga dan volume.
Saat CMF naik di atas nol, ini menandakan akumulasi, artinya investor institusi sedang membeli. Ketika turun di bawah nol, berarti distribusi, atau ada dana yang keluar dari aset tersebut.
Sebelumnya, antara 12 Januari hingga 23 Februari, CMF sempat naik saat harga saham MicroStrategy justru menurun, bahkan beberapa kali melewati garis nol. Divergensi bullish ini menunjukkan investor institusi secara diam-diam mengakumulasi saham di tengah pelemahan. Akumulasi itu bahkan kadang menghasilkan arus bersih positif, sehingga harga sempat reli besar.
Ini juga membantu mendorong reli sebesar 33% antara 5 Februari hingga 25 Februari. Namun, situasinya sekarang berubah. CMF kini bergerak datar, menempel di garis nol. Ini menunjukkan dana institusi kini masih ragu-ragu.
Yang mengkhawatirkan, perubahan ini terjadi segera setelah MicroStrategy mengumumkan pembelian Bitcoin terbaru pada 23 Februari. CMF mengisyaratkan bahwa investor institusi nampaknya belum mengakumulasi saham MicroStrategy meski perusahaan membeli Bitcoin lagi.
Kondisi ini melemahkan argumen bullish dan memperlihatkan jika kepercayaan terhadap sahamnya sendiri mulai menurun. Arah pergerakan CMF selanjutnya bisa jadi akan menentukan nasib harga saham MSTR.
Bersamaan dengan itu, indikator momentum memperlihatkan penurunan harga baru-baru ini (antara 25—26 Februari) sebenarnya bukan kejutan, karena kekuatan harga memang sudah mulai melemah.
Bearish Divergence Peringatkan Penurunan Harga Saham MSTR
Relative Strength Index (RSI) sebagai pengukur kekuatan momentum dalam skala 0 sampai 100 juga mengisyaratkan divergensi bearish sebelum penurunan harga terbaru.
Antara 9 Desember hingga 25 Februari, harga saham MicroStrategy membentuk puncak lebih rendah, tapi RSI justru naik ke puncak lebih tinggi. Pola ini memperlihatkan lemahnya momentum sebab harga naik tanpa dukungan beli yang kuat.
Divergensi seperti ini sering muncul sebelum harga terkoreksi dalam. Beberapa divergensi serupa juga terjadi dalam beberapa bulan terakhir, dan semuanya berujung pada penurunan tajam.
Contohnya, divergensi sebelumnya yang selesai pada pertengahan Januari memicu penurunan sebesar 45%, membentuk tren turun utama yang sampai sekarang masih menentukan struktur utama saham tersebut.
Divergensi terbaru yang berakhir pada 20 Februari menyebabkan penurunan hampir 13%. Divergensi yang ada saat ini telah menggerus 6% keuntungan, dan karena pola bearish utama masih aktif, penurunan ini bisa jadi baru awal dari pergerakan turun yang lebih besar. Tentu saja, itu bukan kabar bagus untuk para pemegang saham MicroStrategy.
Struktur Breakdown Harga Saham MicroStrategy Menuju US$70
Harga saham MicroStrategy sudah menembus ke bawah pola bull flag, yaitu pola kelanjutan yang biasanya muncul saat ada rebound singkat di dalam tren turun yang lebih besar. Jika pola ini breakdown, biasanya akan berlanjut dengan penurunan tajam lagi.
Saat ini, level support terpenting berada di sekitar US$119. Jika level ini jebol, support berikutnya muncul di sekitar US$106, kemudian diikuti level teknikal yang lebih kuat di sekitar US$85.
Namun, proyeksi breakdown penuh berdasarkan level Fibonacci retracement mengarah ke wilayah US$71 (zona US$70), yang sesuai dengan level Fibonacci 0,786 dan diperkirakan akan terkoreksi lebih dari 45% dari puncaknya.
Ke arah atas, tanda kekuatan pertama hanya akan muncul jika MicroStrategy mampu kembali menembus US$139. Tapi, struktur bearish secara umum masih belum berubah kecuali jika harga saham menembus di atas US$155, yang akan membatalkan pola breakdown serta menandakan kemungkinan pembalikan tren.
Sampai resistance tersebut berhasil ditembus, struktur sekarang menunjukkan MicroStrategy masih rentan terhadap penurunan lebih lanjut, dan zona US$70 menjadi target teknikal yang realistis jika US$85 ikut jebol, apalagi jika Bitcoin terus melemah.
Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi harga MSTR setelah pembelian Bitcoin terbaru? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!