Harga Meme Coin Ralph Wiggum Price (RALPH) dan Gas Town (GAS) Anjlok Dua Digit dalam 24 Jam Terakhir, Menghapus Sebagian Besar Nilai Pasarnya.
Penurunan ini memunculkan kekhawatiran tentang ketahanan meta ekonomi kreator yang baru muncul. Masih ada pertanyaan penting apakah metode penggalangan dana baru ini bisa menghadirkan nilai jangka panjang yang berkelanjutan, atau hanya mengulang lonjakan singkat seperti tren aset kripto sebelumnya.
SponsoredRALPH Token Anjlok setelah Penjualan Besar Token oleh Pengembang
Diciptakan di aplikasi BAGS berbasis Solana, token RALPH dibuat untuk mengenang Teknik Ralph Wiggum yang dikembangkan oleh Geoffrey Huntley. Meskipun ia tidak membuat atau meluncurkan token ini, Huntley belakangan mendukung RALPH.
Ia juga menuturkan bahwa ia akan mengalihkan penghasilan serta fee yang ia dapatkan untuk membeli meme coin ini. Selain itu, Huntley diperuntukkan menerima 99% royalti dalam jadwal vesting.
Token RALPH sempat mengalami reli signifikan, di mana market cap-nya melejit ke rekor tertinggi sebesar US$58,74 juta pada 21 Januari. Tapi, harga RALPH ambruk setelah adanya temuan di on-chain bahwa pengembangnya telah menjual sebagian besar token.
Lookonchain mengidentifikasi bahwa wallet milik Huntley (5f2Qj9) menjual 7,68 juta RALPH seharga 1.888 SOL, yang nilainya sekitar US$245.000 dalam tiga kali transaksi. Postingan tersebut menambahkan bahwa wallet lain yang juga terkait Huntley, 2mvtNn, masih menyimpan 19,61 juta RALPH.
Hal tersebut menyebabkan penurunan besar-besaran. Dalam 24 jam terakhir, token ini kehilangan 95,76% dari nilainya. Data pasar menunjukkan market cap token ini kini berada di kisaran US$1,5 juta, dengan harga US$0,0016.
Sementara itu, Huntley mengakui aksi penjualan tersebut dan menyebutnya sebagai “mengurangi risiko”.
“Saya masih memegang ralph btw,” ujar dia. “Dua minggu terakhir ini sangat seru, banyak orang menghasilkan jutaan dari perdagangan koin ini, bolak-balik. Fee-nya juga sangat menyenangkan tapi saya juga perlu mengurangi risiko investasi saya. Masih ada perjalanan panjang ke depan. Ini adalah cara termudah untuk berpikir jangka panjang tanpa perlu terikat kontrak hibah yang aneh atau berisiko besar.”
Token GAS Cerminkan Penurunan di Tengah Banyak Pertanyaan
Token GAS, yang terkait dengan Gas Town, sebuah platform orkestrasi AI multi-agent open-source yang dibuat oleh Steve Yegge, juga mengalami koreksi tajam. Hanya minggu lalu, BeInCrypto melaporkan reli token tersebut hingga 500%.
GAS kini malah berbalik arah. Perubahan arah ini nampaknya bersamaan dengan komentar Yegge, yang kemungkinan mempengaruhi sentimen pasar dan mengubah perilaku trader.
Sponsored Sponsored“Halo komunitas $GAS dan CT. Saya cinta komunitas ini, tapi saya adalah pencipta sekaligus pengelola tunggal Gas Town, yang sedang viral. Beban kerjanya luar biasa dan menghabiskan hampir seluruh waktu (dan uang) saya. Di sanalah waktu saya harus saya curahkan. Saya tidak bisa terlalu banyak aktif di CT. Saya akan tetap membagikan blog post sesekali, serta join di stream atau podcast. Tapi fokus utama saya di Gas Town dan saya harus konsentrasi di sana. Semoga kalian paham! Beginilah hidup di ekonomi kreator,” papar dia.
Meski begitu, patut dicatat bahwa ketegangan geopolitik yang membebani aset berisiko secara umum mungkin memperbesar aksi jual ini. GeckoTerminal mencatat penurunan 47,8% dalam 24 jam terakhir. Market cap GAS kini sekitar US$508.000 dari puncaknya US$57,69 juta pada 16 Januari 2026.
Apa yang Salah dengan Creator Coin RALPH dan GAS?
Penurunan cepat RALPH dan GAS telah memunculkan keraguan terhadap meta creator economy, yang bertujuan untuk mendanai pengembang lewat aset kripto. Seorang analis kripto menyatakan bahwa masalah inti struktural menyebabkan kegagalan yang terus berulang.
Sponsored“Drama RALPH dan GAS adalah pelajaran bagus mengapa tidak ada koin yang seharusnya punya satu titik kegagalan, apalagi satu titik kegagalan yang berasal dari luar CT. ICM tidak akan berhasil jika satu-satunya insentif adalah penarikan biaya. Jika pengembang hanya mengumpulkan biaya, tidak ada alasan bagi mereka untuk peduli soal harga jangka panjang, narasi, atau kesehatan komunitas dan sebagainya,” tulis boot dalam unggahannya.
Analis tersebut membandingkan situasi ini dengan peluncuran NFT, di mana sebagian besar pendapatan masuk di awal sehingga mendorong perilaku jangka pendek. Unggahan itu menambahkan ketika token mencapai kapitalisasi pasar US$50 juta, para pemilik-pengembang yang punya 2% hingga 3% saham bisa saja tergoda untuk melakukan penjualan.
Pengamat pasar lain menyarankan bahwa kegagalan GAS dan RALPH bukan disebabkan pengembang, tapi karena manipulasi suplai dan penarikan keuntungan terkoordinasi oleh peluncur token. Unggahan itu menyebut insiden tersebut sebagai manipulasi pasar, bukan rug pull yang dilakukan pengembang.
RALPH dan GAS menjadi contoh perubahan besar menuju penggalangan dana berbasis komunitas untuk pengembang. Walaupun melewati modal ventura lewat token terdesentralisasi cukup menjanjikan, kejadian crash baru-baru ini menunjukkan bahwa keselarasan yang jelas antara kreator dan holder tetap penting.
Dalam beberapa minggu ke depan, pasar akan menguji apakah creator economy bisa berkembang atau justru akan bernasib sama seperti pergerakan aset kripto yang gagal sebelumnya.