Trusted

Eksklusif Standard Chartered Prediksi Bitcoin Tembus US$88.500 Akhir Pekan Ini

3 menit
Diperbarui oleh Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Standard Chartered ramal Bitcoin akan tembus US$88.500 akhir pekan ini, dengan performa sektor teknologi sebagai indikator utama.
  • Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang kuat bisa dongkrak harga Bitcoin naik, sementara hasil buruk bisa buat investor beralih ke Bitcoin sebagai lindung nilai.
  • Peran Bitcoin sebagai pelindung di masa ketidakpastian makin kokoh, di mana Standard Chartered menyarankan investor untuk tetap “HODL” di tengah kekhawatiran geopolitik dan ekonomi makro.
  • promo

Standard Chartered meramalkan bahwa Bitcoin (BTC) kemungkinan akan menembus level US$88.500 akhir pekan ini, menyusul performa gemilang sektor teknologi.

Kepala Global Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, mengungkapkan ekspektasi ini secara eksklusif kepada BeInCrypto.

Apa Kata Standard Chartered Soal Bitcoin Pekan Ini?

Dalam email ke BeInCrypto, Kendrick menunjuk pada aksi harga saham teknologi besar, termasuk Microsoft, sebagai petunjuk arah jangka pendek Bitcoin.

“Performa terkuat datang dari MSFT dan BTC. Pola yang sama terlihat lagi hari ini di spot Bitcoin dan futures teknologi,” ujar Kendrick.

Magnificent 7 Price Performance vs. Bitcoin and ETH
Performa Harga Magnificent 7 vs. Bitcoin dan ETH | Sumber: Standard Chartered

Ia menjelaskan bahwa tembusnya level kritis US$85.000 kemungkinan besar akan terjadi setelah rilis data NFP AS. Hasil tersebut membuka jalan bagi Bitcoin untuk kembali ke level pra-tarif hari Rabu di US$88.500.

Namun, tarif balasan dari Cina bisa menambah ketidakpastian pasar dan menekan harga dalam jangka pendek. Volatilitas ini bisa menggerus kepercayaan investor dan meredupkan reli akhir pekan.

Pernyataan Kendrick muncul jelang laporan ketenagakerjaan AS yang dinanti-nanti, yakni Non-Farm Payrolls (NFP), yang menyuguhkan update menyeluruh soal pasar kerja—termasuk jumlah pekerjaan baru, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah.

Laporan yang positif bisa memperkuat kepercayaan pada ekonomi, terutama jika melampaui nilai sebelumnya sebesar 151.000 pekerjaan dan disertai angka pengangguran yang stabil di 4,1%. Ini bisa menahan kenaikan kripto jika dolar AS ikut menguat.

Sebaliknya, jika hasilnya lebih lemah dari perkiraan median 140.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran naik di atas 4,1%, kekhawatiran resesi bisa mencuat dan mendorong investor terjun ke Bitcoin dan kripto.

Standard Chartered mungkin bersiap menyambut skenario kedua. Kendrick mengungkap bahwa peran Bitcoin sebagai aset utama terus tumbuh.

“Bitcoin terbukti mampu menangkap kenaikan sektor teknologi ketika saham naik, dan juga sebagai lindung nilai di berbagai skenario… Saya menyebut Bitcoin lebih mirip saham teknologi ketimbang emas. Di waktu lain, secara struktural, Bitcoin cocok sebagai lindung nilai terhadap TradFi,” tambahnya.

Standard Chartered makin menyoroti pentingnya peran strategis Bitcoin di pasar keuangan. Belum lama ini, bank tersebut menyebut Bitcoin dan Avalanche (AVAX) sebagai kandidat utama yang bakal cuan pasca-Liberation Day. Prediksi itu kini selaras dengan laporan terbaru, bahwa investor institusi tengah bersiap menyambut reli pasar.

Di samping itu, bank ini menempatkan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Pasokannya yang terbatas dan sifatnya yang terdesentralisasi menjadikannya alternatif menarik bagi aset safe haven tradisional.

Standard Chartered Serukan HODL Bitcoin

Di tengah peran Bitcoin yang semakin penting di sistem keuangan tradisional (TradFi), Kendrick menyarankan investor untuk tetap menggenggam kepemilikannya.

“Dalam 36 jam terakhir, saya rasa kita bisa tambahkan ‘hedge terhadap isolasi AS’ ke daftar kegunaan Bitcoin,” ujarnya.

Ini menunjukkan bahwa Bitcoin bisa menjadi aset pelindung dalam ketidakpastian geopolitik dan kondisi ekonomi makro global.

Sementara itu, grafik harian BTC/USDT menunjukkan formasi teknikal krusial, di mana harga Bitcoin berada di kisaran US$82.643. Level support sebelumnya di US$85.000 kini berubah menjadi resistance yang membatasi potensi reli kripto pionir ini. Zona pasokan di sekitar US$86.508 juga menambah tekanan jual.

Bitcoin Price Performance
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: TradingView

Di sisi bawah, zona demand utama antara US$77.500 hingga US$80.708 memberikan support. Meski harga terkonsolidasi, Relative Strength Index (RSI) menunjukkan higher low, sinyal momentum positif yang bisa memicu pembalikan arah.

Apabila BTC berhasil merebut kembali US$85.000, pergerakan menuju US$87.480 bisa terjadi. Namun, untuk konfirmasi kelanjutan tren naik, BTC harus mencetak penutupan candlestick harian di atas titik tengah zona pasokan, yakni US$86.508.

Profil volume bullish (biru) mendukung proyeksi ini, memperlihatkan bahwa para bull menanti momen untuk mendorong harga ke atas titik tengah zona pasokan tersebut.

Jika gagal menembus resistance US$85.000, harga bisa retest zona demand. Dalam skenario ini, tembus dan penutupan di bawah titik tengah zona demand di US$79.186 bisa memperparah tren turun.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi harga Bitcoin (BTC) ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia
Platform kripto terbaik di Indonesia
Platform kripto terbaik di Indonesia

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

lockridge-okoth.png
Lockridge Okoth
Lockridge Okoth adalah seorang jurnalis di BeInCrypto, dengan fokus pada perusahaan industri terkemuka seperti Coinbase, Binance, dan Tether. Dia mencakup berbagai topik, termasuk perkembangan peraturan dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi), jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN), aset dunia nyata (RWA), GameFi, dan cryptocurrency. Sebelumnya, Lockridge melakukan analisis pasar dan penilaian teknis aset digital, termasuk Bitcoin dan altcoin seperti Arbitrum, Polkadot, dan...
BACA BIO LENGKAP
Disponsori
Disponsori