Reli Gencatan Senjata Bitcoin Cepat Berakhir saat Kekacauan Perang Kembali

  • Bitcoin turun ke US$71.000 setelah euforia gencatan senjata memudar di tengah serangan besar Israel ke Lebanon pada hari Rabu.
  • Parlemen Iran mengklaim tiga klausul gencatan senjata telah dilanggar, mendorong harga minyak kembali di atas US$96 per barel.
  • Notulen The Fed memperingatkan kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi yang dipicu oleh minyak terus berlanjut, sehingga menambah tekanan pada pasar aset kripto.
Promo

Bitcoin sempat menyentuh US$72.700 pada hari Rabu karena para trader menyambut kesepakatan gencatan senjata AS-Iran, namun dalam beberapa jam kemudian langsung turun ke bawah US$71.000 setelah muncul lagi kekerasan di Timur Tengah yang menghancurkan optimisme pasar.

Reli tersebut memang nyata — tapi tidak cukup lama untuk memberikan dampak berarti.

Disponsori
Disponsori

Hormuz Masih Terblokir, Harga Minyak Bangkit Lagi

Israel melancarkan serangan terbesar ke Lebanon sejauh ini, menyerang lebih dari 100 lokasi milik Hezbollah di sekitar Beirut hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Ketua parlemen Iran menyampaikan bahwa tiga poin gencatan senjata sudah dilanggar, sehingga harga minyak WTI naik 2,8% menjadi US$97,03 dan Brent naik 2,5% menjadi US$97,14 per barel, menghapus sebagian besar penurunan besar 16% pada sesi sebelumnya.

Selat Hormuz, yang biasanya dilewati sekitar 135 kapal setiap hari, hanya mencatatkan tiga kapal yang melintas pada hari Rabu. Lebih dari 800 kapal kini masih terjebak di Teluk, menanti kepastian jalur pelayaran aman.

Ether turun 1,1% ke US$2.185 mengikuti pelemahan Bitcoin di tengah minat risiko pasar yang juga melemah secara luas. Harga emas turun tipis ke US$4.713, sementara dolar tetap stabil, menandakan pasar tetap hati-hati namun belum mengalami kepanikan total.

Analis pasar mengungkapkan reli tersebut didorong terutama oleh strategi algoritmik dan momentum, bukan peningkatan fundamental yang nyata. Reli ini tidak bertahan lama setelah tekanan geopolitik kembali muncul.

The Fed Menambah Tekanan Lagi

Risalah rapat The Fed AS bulan Maret yang dirilis hari Rabu menunjukkan kekhawatiran yang makin besar di kalangan pembuat kebijakan tentang inflasi yang masih membandel. Beberapa pejabat menilai The Fed masih perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga jika harga minyak tetap tinggi.

Pemblokiran Hormuz yang berlangsung lama akan menyebabkan biaya energi tetap mahal, sehingga membuat perubahan kebijakan The Fed yang telah dinantikan pasar aset kripto menjadi tertunda. Suku bunga yang tinggi secara historis memang menekan aset berisiko seperti Bitcoin, sehingga ketidakpastian perang ditambah sikap hawkish The Fed menjadi tantangan berat bagi para bull.

Bagi Bitcoin, kondisi ekonomi makro masih terasa tidak nyaman — terjepit di antara harapan gencatan senjata yang memudar serta The Fed yang belum ingin melonggarkan kebijakan.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori