Kembali

5 Faktor Penting yang Bisa Akhiri Reli Hijau Emas Selama 7 Bulan

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

23 Februari 2026 02.15 WIB
  • Emas mendekati reli bulanan kedelapan berturut-turut di tengah ketidakpastian ekonomi makro.
  • Kenaikan suku bunga, pasar yang rapuh, dan defisit mengancam reli.
  • Resistance teknikal utama dan risiko likuiditas bisa memicu koreksi.
Promo

Emas berada di ambang kenaikan bulanan kedelapan berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebuah rekor yang akan menjadi yang terpanjang dalam sejarahnya. Namun, beberapa hambatan mengancam akan menghentikan reli ini.

Walaupun para investor berbondong-bondong membeli aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi makro, para ahli strategi pasar memperingatkan bahwa kenaikan ini mungkin sedang memasuki titik kritis.

Disponsori
Disponsori

Reli Bersejarah Emas Menghadapi Risiko yang Belum Pernah Terjadi

Kepala Ekonom Moody’s Analytics, Mark Zandi, memperingatkan bahwa pasar keuangan semakin terasa berisiko, dengan berbagai faktor mulai menyatu yang berpotensi menyebabkan aksi jual besar-besaran.

Ancaman ini, ujar dia, paling besar untuk saham dan obligasi korporasi, namun aset kripto, emas, dan perak juga tetap menghadapi risiko meski sudah mengalami koreksi baru-baru ini.

“Valuasi sangat tinggi… para investor pada dasarnya hanya berinvestasi dengan keyakinan bahwa harga akan naik dengan cepat di masa mendatang karena memang baru-baru ini juga demikian,” terang Zandi .

Ekonom tersebut menyoroti fundamental ekonomi yang tercampur menjadi sumber ketegangan. Pertumbuhan PDB riil AS hanya sedikit di atas 2%, masih di bawah potensi ekonomi sekitar 2,5%. Sementara itu, tingkat lapangan kerja cenderung stagnan, dan tingkat pengangguran terus merangkak naik.

Inflasi, yang diukur memakai deflator pengeluaran konsumsi pilihan The Fed, tetap tinggi dan mengkhawatirkan di angka 3%.

Sementara itu, kekacauan tarif yang kembali muncul dan ancaman konflik dengan Iran yang membayang-bayangi tidak menawarkan banyak peluang bagi aset berisiko.

Pasar Treasury menambah ketidakpastian. Zandi menuturkan bahwa hedge fund dengan leverage kini memasuki pasar yang rapuh akibat mundurnya The Fed dan investor global lainnya.

Disponsori
Disponsori

“Tidak sulit membayangkan mereka akan berbondong-bondong keluar secara bersamaan, sehingga suku bunga melonjak,” papar dia .

Defisit anggaran besar-besaran dan pertanyaan soal status safe haven pada Treasury di dunia yang semakin deglobalisasi ikut memperparah risiko tersebut.

Walaupun banyak hambatan, emas tetap menarik minat investor sebagai penyimpan nilai yang tahan lama. Data dari Kalshi menunjukkan emas kemungkinan mencatat 8 bulan hijau berturut-turut.

Sementara itu, analis dari Bank of America, Michael Hartnett, menyarankan trading minyak untuk meraih keuntungan geopolitik jangka pendek namun tetap “memiliki emas” demi keamanan jangka panjang.

Bank sentral kini menyimpan lebih banyak emas daripada Treasury AS dalam cadangan mereka untuk pertama kali sejak tahun 1996, menunjukkan peran emas sebagai lindung nilai terhadap risiko mata uang fiat.

Disponsori
Disponsori

Kekurangan Emas di Cina Picu Krisis Pasokan di Tengah Reli Bersejarah

Kekurangan emas di Cina pasca Tahun Baru Imlek juga menambah sentimen bullish, meski membawa risiko tersendiri.

Laporan menyebutkan banyak toko emas menghentikan penjualan emas batangan dan mengembalikan kontrak pembelian sebelum libur akibat keterbatasan pasokan yang parah.

Analis memperkirakan hal ini bisa mendorong harga emas ke US$10.000 per ons dalam skenario ekstrem, meski reaksi pasar yang mendadak bisa memicu koreksi jangka pendek.

Disponsori
Disponsori

“Kekurangan emas yang sangat parah akan membuat harga emas segera melesat ke US$10.000 per ons!” papar Silver Trade .

Analis teknikal juga tetap berhati-hati. Rashad Hajiyev menyebut adanya resistance di dekat US$5.160. Sementara itu, FXGold Analyst menyoroti gap penting di US$5.100, dan menilai pembukaan di bawah level ini bisa menguntungkan pihak penjual serta membatasi momentum beli.

Performa Harga Emas (XAU)
Performa Harga Emas (XAU) | Sumber: TradingView

Secara keseluruhan, walaupun rekor bersejarah emas masih terjaga untuk saat ini, investor harus menghadapi kondisi yang cukup rumit antara lonjakan permintaan, ketidakpastian geopolitik, pasar yang rentan, dan level teknikal penting.

Kombinasi dari faktor-faktor ini membuat pergerakan emas selanjutnya bisa sangat volatil sekaligus bersejarah.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori