Emas dan perak tidak hanya menarik arus modal menjauh dari aset kripto, tapi juga semakin menyedot perhatian ritel, seiring diskusi soal logam mulia meningkat di media sosial.
Meski begitu, para analis menyarankan bahwa rasa takut ketinggalan (FOMO) di kalangan trader ritel sering menjadi tanda bahwa puncak pasar mungkin sudah dekat.
SponsoredPotensi Puncak Harga Perak akibat FOMO Ritel
Pada awal pekan ini, perusahaan analitik Santiment menyoroti bahwa kapitalisasi pasar gabungan dari 12 stablecoin teratas turun sebesar US$2,24 miliar. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan harga Bitcoin (BTC) yang ikut melemah, sementara harga emas dan perak justru mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Kenaikan aset safe haven yang selaras dengan penurunan kapitalisasi pasar stablecoin mengindikasikan adanya pergeseran investor ke arah risk-off. Kontraksi ini menandakan bahwa modal keluar dari ekosistem kripto, bukan hanya menepi di pinggir pasar.
“Investor lebih memilih keamanan daripada risiko. Saat ketidakpastian meningkat, uang sering kali mengalir ke aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai ketika ekonomi tertekan, ketimbang ke pasar volatil seperti kripto,” demikian bunyi postingan tersebut.
Dalam kondisi koreksi pasar yang biasa, para trader sering berpindah dari aset digital ke stablecoin sambil menunggu peluang reentry. Tapi, penurunan kapitalisasi pasar stablecoin menandakan bahwa investor lebih memilih menukarkan stablecoin menjadi fiat daripada bersiap membeli saat harga turun.
Sponsored SponsoredTidak hanya arus modal, tapi perhatian juga mulai bergeser. Dalam posting terpisah di X (sebelumnya Twitter), Santiment mengamati bahwa perhatian trader ritel semakin terpecah, dengan minat yang bergeser antara aset kripto dan aset tradisional bergantung pada momentum harga jangka pendek.
Sepanjang Januari di komunitas media sosial kripto, fokus trader berubah dari minggu ke minggu. Memasuki pekan pertama Januari, pasar kripto naik di tengah diskusi yang masih lesu karena para pelaku pasar mulai kembali dari masa liburan.
Pada minggu kedua, perhatian beralih ke emas setelah logam ini mencapai rekor tertinggi baru, dengan harga kripto juga turut naik. Pada minggu ketiga, pembicaraan daring lebih banyak didominasi oleh Bitcoin seiring harga mengalami koreksi, menarik minat pembeli ritel yang mencoba membeli saat harga turun. Namun, pasar kripto justru tergelincir tajam.
Pada minggu keempat Januari, minat sosial kembali berputar, kali ini tertuju pada perak. Logam mulia ini juga menembus rekor tertinggi, sejalan dengan tingginya minat trader, sementara pasar kripto bergerak dalam rentang terbatas.
Sponsored SponsoredSantiment menambahkan bahwa trader kripto biasanya dikenal karena sering berpindah antar sektor di dunia aset digital, seperti meme coin, token AI, atau aset blue-chip. namun, data saat ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku yang lebih luas.
“Tapi sekarang, ritel terbukti semakin terbuka untuk loncat ke sektor berbeda sama sekali, dengan data sosial memperlihatkan bahwa emas, perak, bahkan saham makin mendapat perhatian di mana saja pump terbaru terjadi,” tulis tim Santiment.
Aksi Mengejar Momentum Picu Kekhawatiran Harga Tertinggi Pasar Perak
Sementara itu, Santiment menyoroti bahwa euforia ritel yang meluas sering menjadi sinyal balik arah. FOMO ritel biasanya baru muncul saat reli sudah mendekati puncak dan harga sudah tinggi. Ketika investor sehari-hari terburu-buru masuk secara emosional, itu sering jadi tanda pasar kemungkinan segera mencapai puncak.
Sponsored“Saat ritel kripto mulai FOMO, biasanya di situ puncak pasar terbentuk. Contohnya hari ini, ketika harga perak mencetak rekor dengan melonjak di atas US$117,70 lalu langsung turun kembali ke bawah US$102,70 hanya dalam 2 jam setelah euforia ritel mencapai puncaknya. Jika ingin trading dengan baik, cobalah melawan arus mayoritas,” terang tim Santiment.
Selain itu, Benjamin Cowen, pendiri Into The Cryptoverse, juga memprediksi perak bisa mengalami blow-off top antara bulan Februari hingga Mei.
Berdasarkan data terbaru, harga perak berada di level US$113,7 per ons atau naik 1,3% dalam 24 jam terakhir. Apakah logam mulia ini benar-benar akan mencapai puncak dalam waktu dekat masih harus kita tunggu.
Bagaimana pendapat Anda tentang kberpindahnya modal dari kripto ke perak ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!