Revolut melaporkan pendapatan sebesar US$6 miliar dan laba sebelum pajak sebesar US$2,3 miliar untuk tahun 2025, menghasilkan margin 38% seiring volume aset kripto dan stablecoin yang melonjak di balik layar.
Hasil ini menandai tahun kelima beruntun Revolut meraih profit. Neobank yang berbasis di London ini kini telah melayani 68,3 juta pelanggan ritel di 40 pasar berbeda.
Dari Neobank ke Platform Keuangan Berbasis Kripto
Angka utama Revolut memperlihatkan kisah diversifikasi. Pendapatan mereka tumbuh 46% secara tahunan dari US$4 miliar di tahun 2024, dan laba sebelum pajak naik 57%.
Sebanyak sebelas lini produk berbeda masing-masing meraih pendapatan tahunan lebih dari £100 juta (US$135 juta).
Meski demikian, lini aset kripto menjadi sorotan utama. Pada 2024, segmen wealth Revolut—yang mencakup perdagangan aset kripto, saham, dan komoditas—melonjak 298% jadi US$647 juta dalam pendapatan.
Pertumbuhan itu terjadi setelah Revolut meluncurkan Revolut X, exchange kripto mandiri miliknya, dan meningkatnya permintaan ritel terhadap eksposur aset digital.
Laporan tahunan 2025 menegaskan bahwa momentum ini terus berlangsung. Pendapatan wealth naik lagi 31% menjadi US$876 juta, menjadikannya salah satu sumber pendapatan terbesar setelah dari pembayaran kartu (US$1,3 miliar) dan pendapatan bunga (US$1,3 miliar). Pembayaran dengan kartu tumbuh 45%, sedangkan pendapatan valuta asing naik 43% menjadi US$800 juta.
“Revolut punya 11 lini produk, dan masing-masing meraih pendapatan tahunan lebih dari US$100 juta… Mereka adalah perusahaan layanan keuangan yang beragam dan berjalan lewat ponsel,” ujar analis fintech Simon Taylor, menyoroti kinerja mereka di 2025 sebagai bukti struktur bisnis.
- Saldo pelanggan mencapai US$67,5 miliar, naik 66%
- Portofolio kredit meningkat dua kali lipat menjadi US$2,9 miliar.
- Pendapatan langganan tumbuh 67% menjadi US$936 juta, dan
- Revolut Business kini menyumbang 16% dari total pendapatan perusahaan, dengan pertumbuhan lebih dari 140% di Singapura, Australia, dan Amerika Serikat.
Stablecoin dan MiCA Ceritakan Kisah Sebenarnya
Data paling menarik ada pada arus stablecoin. Volume pembayaran stablecoin di Revolut tumbuh 156% menjadi sekitar US$10,5 miliar di tahun 2025.
Saat ini, stablecoin menyumbang sekitar 0,58% dari seluruh volume pembayaran di Revolut, hampir dua kali lipat dari persentase tahun sebelumnya.
Sebagian besar transfer berada di kisaran US$100 hingga US$500, menunjukkan pembayaran untuk kebutuhan sehari-hari dan bukan sekadar trading spekulatif. Ethereum memproses lebih dari dua pertiga volume, sementara Tron berada di posisi kedua dengan sekitar 23% porsi.
Pada Oktober 2025, Revolut mendapatkan lisensi Markets in Crypto Assets (MiCA) dari Cyprus Securities and Exchange Commission sehingga punya akses paspor ke layanan kripto di 30 pasar European Economic Area.
Perusahaan juga meluncurkan layanan konversi stablecoin-ke-USD 1:1 tanpa biaya dan memperluas penawaran token hingga lebih dari 280 aset.
“Sebagian besar neobank hanya membangun aplikasi. Revolut membangun sistem operasi untuk keuangan,” terang komentator industri pembayaran Arun Rajkumar, menjelaskan.
Lisensi Perbankan, Piagam AS, dan Endgame Kripto
Regulasi semakin mempertegas keunggulan Revolut dibanding pesaingnya. Revolut resmi hadir sebagai bank berlisensi penuh di Inggris pada 11 Maret 2026, setelah menyelesaikan fase mobilisasi PRA, dan mulai beroperasi penuh sebagai bank di Meksiko pada Januari 2026.
Pada 5 Maret, perusahaan mengajukan permohonan untuk mendapatkan charter bank nasional di AS ke Office of the Comptroller of the Currency dan FDIC, serta mengangkat mantan eksekutif Raisin dan Capital One, Cetin Duransoy, sebagai CEO Revolut AS.
Jika permohonannya dikabulkan, Revolut Bank US, N.A. akan memperoleh akses langsung ke Fedwire dan ACH, simpanan yang dijamin oleh FDIC, serta kemampuan menawarkan pinjaman pribadi dan kartu kredit di seluruh 50 negara bagian AS.
Kombinasi lisensi perbankan dan kepatuhan MiCA memberikan Revolut keunggulan yang jarang ditemui di pesaing mereka. Perusahaan dapat:
- Menerima simpanan nasabah
- Menawarkan layanan kredit
- Melakukan perdagangan aset kripto, dan
- Memproses pembayaran stablecoin di bawah kerangka regulasi terintegrasi.
“Apakah ada fintech berskala di bidang pembayaran yang memiliki margin seperti ini? Selain Visa/Mastercard, ini luar biasa. Sekarang mari kita lihat apakah neobank kripto bisa menyusul,” tutur Alenka, seorang komentator Web3 dan fintech.
Namun, pertanyaan yang belum dijawab secara terbuka oleh Revolut adalah apakah lisensi MiCA dan status Electronic Money Institution Lithuania yang sudah dimilikinya akan membuat Revolut menerbitkan stablecoin sendiri.
Pengacara kripto Uni Eropa, Sadri Sali, menjelaskan kepada media pada Oktober 2025 bahwa stablecoin Revolut pada 2026 nampaknya dapat terjadi setelah aturan penerbitan di bawah MiCA berjalan sepenuhnya.
Pertanyaan tersebut, bersama dengan waktu persetujuan piagam di AS serta rencana Revolut untuk memperdalam integrasi on-chain di luar pembayaran stablecoin, masih tetap belum terjawab.
Revolut belum memberikan tanggapan pada permintaan komentar dari BeInCrypto.