Kembali

Bagaimana Ripple dan Investor Retail XRP Membangun Momentum di Jalur Paralel

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

11 Maret 2026 11.58 WIB
  • Ripple berencana mengakuisisi BC Payments untuk mendapatkan Australian Financial Services License.
  • Perusahaan kini memegang lebih dari 75 lisensi regulasi secara global.
  • Exchange-traded fund (ETF) XRP menunjukkan permintaan yang didorong oleh ritel dengan kepemilikan institusi hanya 15,9%.
Promo

Ripple sedang mengajukan Australian Financial Services License (AFSL) lewat rencana akuisisi BC Payments Australia Pty Ltd, sehingga memperluas jangkauannya ke pasar penting Asia-Pasifik.

Sementara Ripple memperluas jejak institusionalnya, XRP (XRP) masih menarik permintaan ritel yang besar, seperti terlihat dari data exchange-traded fund (ETF) dan akumulasi on-chain.

Disponsori
Disponsori

Lisensi Australia Menandai Ekspansi Strategis Ripple di APAC

Berdasarkan pengumuman perusahaan, rencana akuisisi ini masih menunggu proses penyelesaian standar. Pengajuan Ripple untuk AFSL akan memungkinkan perusahaan menawarkan layanan pembayaran yang teregulasi kepada bank, perusahaan fintech, dan korporasi di Australia.

“Australia adalah pasar kunci bagi Ripple, dan AFSL memperkuat kemampuan kami untuk memperluas Ripple Payments di seluruh kawasan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan aset digital, kami memungkinkan pelanggan memindahkan nilai secara global dengan kecepatan, transparansi, dan keandalan yang lebih tinggi. Kami tetap fokus bekerja sama erat dengan regulator demi mendukung fase pertumbuhan berikutnya untuk infrastruktur aset digital,” terang Fiona Murray, Managing Director, Asia Pacific, Ripple.

Perusahaan ini sudah bekerja dengan beberapa pelanggan Australia, seperti Hai Ha Money Transfer, Stables, Caleb & Brown, Flash Payments, dan Independent Reserve. Volume pembayarannya di kawasan APAC hampir dua kali lipat selama 2025, memperlihatkan permintaan yang tinggi.

Ripple juga terlibat dalam beberapa proyek regulasi lokal, termasuk Project Acacia, yaitu inisiatif dari Reserve Bank of Australia dan Digital Finance Cooperative Research Centre.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini secara real-time

Disponsori
Disponsori

Secara global, Ripple kini mengantongi lebih dari 75 lisensi regulasi. Perusahaan menyoroti bahwa Ripple Payments telah memproses lebih dari US$100 miliar dalam transaksi di lebih dari 60 pasar.

ETF XRP Tunjukkan Pola Permintaan yang Didominasi Ritel

Seiring ekspansi Ripple yang terus berlanjut, XRP makin menarik minat ritel. Tidak seperti exchange-traded fund (ETF) Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) yang menarik dana institusi besar, ETF XRP nampaknya lebih banyak didorong oleh permintaan dari investor ritel.

Data terbaru tentang ETF aset kripto menyoroti perbedaan antara ETF XRP dan dana aset digital lain. Data dari Bloomberg Intelligence menunjukkan, per 31 Desember 2025, ETF XRP mengelola US$1,342 miliar dengan hanya 15,9% dimiliki investor institusi yang melaporkan Formulir 13F. Sebaliknya, ETF Bitcoin dan Ethereum memiliki partisipasi institusi yang lebih tinggi.

“ETF XRP ternyata masih cukup bertahan walau harga mengalami koreksi besar,” ujar James Seyffart, senior research analyst di Bloomberg Intelligence, menjelaskan. “Siapa pembeli/holder ini? Kita hanya tahu sebagian kecil karena sebagian besar tidak melaporkan 13F… ETF XRP sangat banyak didorong oleh permintaan ritel.”

Hingga 31 Desember 2025, para pelapor 13F secara kolektif memegang XRP senilai US$213,4 juta. Tiga holder teratas adalah Goldman Sachs Group dengan posisi terbesar di US$153,8 juta (83,6 juta XRP), disusul Millennium Management sebesar US$23 juta (12,5 juta XRP), dan Logan Stone Capital di posisi ketiga sebesar US$5,3 juta (2,9 juta XRP).

Perbandingan kepemilikan ETF kripto
Kepemilikan Institusi di Berbagai ETF Aset Kripto | Sumber: X/James Seyffart

Sementara itu, data exchange on-chain mempertegas tingginya permintaan ritel untuk XRP. Jumlah transaksi penarikan XRP di Binance melonjak beberapa kali dalam beberapa hari terakhir, dan pada 6 Maret tercatat lebih dari 14.000 transaksi, menurut analis on-chain Darkfost.

Lonjakan penarikan XRP ini mengindikasikan para holder memindahkan token ke wallet pribadi, menandakan akumulasi dan tekanan jual yang berkurang. Biasanya, hal ini dianggap sebagai sinyal bullish.

“Dinamika ini juga terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap ETF XRP,” tulis Darkfost menjelaskan. “Jika tren ini berlanjut, XRP bisa terus menarik sebagian likuiditas yang tersedia di pasar altcoin, dalam situasi di mana modal tetap selektif dan cenderung terkonsentrasi pada sejumlah aset terbatas.”

Dua Jalur, Satu Token

Ekspansi institusional Ripple dan momentum ritel XRP berjalan secara paralel namun untuk saat ini tetap berdiri sendiri. Institusi yang menggunakan Ripple Payments tertarik pada kerangka kepatuhan, kecepatan transaksi, serta kemampuan settlement lintas negara. Sementara, investor ritel merespon pada ETF dan harga XRP itu sendiri.

Pertanyaannya, apakah kedua kekuatan ini nanti akan saling mendukung. Jika jaringan pembayaran Ripple bertambah besar dan bisa menghadirkan volume transaksi berarti melalui XRP, ini dapat memberikan alasan fundamental bagi holder ritel, lebih dari sekadar spekulasi.

Untuk saat ini, sisi institusional berhubungan dengan platform Ripple, dan sisi ritel berkaitan dengan pasar XRP. Keduanya adalah sinyal positif, namun masing-masing karena alasan berbeda dan untuk audiens yang berbeda.

Langganan YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori