Trend Research, sebuah perusahaan investasi yang dipimpin oleh Jack Yi, pendiri Liquid Capital, telah menjual seluruh kepemilikan Ethereum (ETH) mereka dan dikabarkan mengunci kerugian hampir US$750 juta.
Penjualan besar-besaran ini terjadi karena Ethereum terus mengalami penurunan yang lebih luas, di mana aset kripto ini turun lebih dari 30% dalam sebulan terakhir. Performa harga ETH ini memicu kembali perdebatan apakah ETH sedang mendekati titik bawah pasar.
SponsoredTrend Research Jual Ethereum di Tengah Volatilitas Pasar
BeInCrypto baru-baru ini melaporkan bahwa Trend Research mulai mentransfer Ethereum ke Binance di awal bulan. Platform analitik on-chain Lookonchain mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut telah menyelesaikan penjualannya kemarin.
Secara keseluruhan, Trend Research memindahkan 651.757 ETH, senilai kira-kira US$1,34 miliar, ke Binance dengan harga rata-rata US$2.055. Setelah transaksi ini, kepemilikan ETH perusahaan turun hanya menjadi 0,0344 ETH, sekitar US$72.
Data dari Arkham Intelligence pun memperkuat aksi keluar hampir total ini, dengan menunjukkan saldo tersisa sekitar US$10.000 dalam USDC serta sejumlah kecil token lain.
Langkah keluar ini mengikuti strategi leverage yang dibangun di atas protokol decentralized finance (DeFi) Aave. Seorang analis menjelaskan bahwa Trend Research awalnya membeli ETH di exchange terpusat dan menyimpannya sebagai jaminan di Aave.
Perusahaan lalu meminjam stablecoin dengan jaminan tersebut dan terus-menerus menginvestasikan kembali dana yang dipinjam untuk membeli ETH tambahan, menciptakan posisi leverage berulang yang secara signifikan meningkatkan eksposur sekaligus risiko likuidasi.
Saat harga ETH terus turun, posisi ini pun semakin mendekati batas likuidasi. Daripada mengambil risiko likuidasi paksa, Trend Research memilih membongkar seluruh posisi mereka secara sukarela.
Sponsored SponsoredSaat Trend Research memilih menjual, BitMine justru menempuh jalan berbeda. Walaupun mengalami kerugian belum terealisasi yang makin besar, perusahaan itu tetap menambah eksposur dengan membeli Ethereum senilai US$42 juta baru-baru ini.
Apa Arti Bottom Pasar Ethereum bagi Bitmine dan Trend Research
Kedua strategi yang bertolak belakang ini terjadi di tengah periode volatilitas pasar yang tinggi untuk Ethereum. Data BeInCrypto Markets menunjukkan bahwa aset kripto terbesar kedua ini turun 32,4% dalam sebulan terakhir.
Pada 5 Februari, ETH juga sempat turun di bawah US$2.000 sebelum akhirnya pulih. Pada waktu publikasi, Ethereum diperdagangkan di harga US$2.094,16, naik sekitar 0,98% dalam 24 jam terakhir.
Di tengah tren penurunan ini, beberapa analis menyarankan bahwa Ethereum mungkin sedang mendekati titik bawah pasar. Seorang analis menggambarkan aksi keluar Trend Research sebagai “sinyal kapitulasi terbesar.”
“Keluar paksa seperti ini sering terjadi di dekat titik terendah utama,” terang Axel.
Joao Wedson, founder Alphactal, juga memaparkan bahwa titik bawah harga Ethereum kemungkinan terjadi beberapa bulan lebih awal dari Bitcoin, karena siklus likuiditas yang lebih cepat biasanya terlihat pada altcoin.
Menurut Wedson, beberapa indikator grafik menunjukkan bahwa kuartal kedua 2026 bisa menjadi penanda potensi titik bawah harga ETH.
“Beberapa grafik sudah menunjukkan bahwa Q2 2026 bisa menjadi penanda potensi titik bawah harga ETH. Kapitulasi sudah tiba, dan kerugian yang terealisasi akan meningkat tajam,” tambah Wedson .
Meski titik bawah belum terkonfirmasi, potensi ini bisa membawa dampak lebih luas bagi sentimen institusional, terutama ketika sebagian perusahaan memilih mengurangi risiko sementara perusahaan lain tetap melakukan akumulasi di tengah lemahnya pasar.
Jika memang Ethereum sedang mendekati titik bawah, maka akumulasi lanjutan oleh BitMine bisa jadi langkah tepat, sehingga mereka berpotensi mendapat keuntungan saat pasar berbalik pulih di masa depan.
namun, jika tekanan turun masih berlanjut, keputusan Trend Research untuk membongkar seluruh posisinya pada akhirnya dapat dianggap sebagai langkah bijak untuk membatasi risiko dari strategi leverage.