Kembali

Bagaimana Perang Iran Bisa Menjadikan Selat Hormuz Sebagai Risiko US$

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

17 Maret 2026 13.52 WIB
  • Ray Dalio menyarankan jika Amerika Serikat tidak berhasil menguasai Hormuz, negara itu pada dasarnya telah kalah perang
  • Balaji Srinivasan mengatakan kemenangan Iran dapat menyebabkan runtuhnya era petrodollar.
  • Moody's memprediksi peluang resesi sebesar 49% seiring harga minyak melonjak akibat konflik.
Promo

Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz gagal diamankan, risiko terhadap status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia bisa meningkat secara signifikan.

Dalio membandingkan situasi saat ini dengan momen penting dalam kemunduran kerajaan-kerajaan besar di masa lalu. Menurutnya, jika Amerika kehilangan kendali atas Selat Hormuz, dampaknya bagi posisi global Amerika bisa sama besar seperti Krisis Terusan Suez 1956 terhadap Inggris.

Ray Dalio Tentang Hormuz dan Risiko Mata Uang Cadangan US$

Dalam analisis terbarunya, Dalio mengungkapkan bahwa pada dasarnya perang AS-Iran berfokus pada satu pertanyaan utama: siapa yang menguasai Selat Hormuz? Ia menuturkan bahwa apabila Iran tetap mampu mengendalikan atau bahkan mengancam jalur laut ini, dunia kemungkinan besar akan memandangnya sebagai kekalahan AS. Hal ini akan membuat kepercayaan global terhadap kekuatan dan kepemimpinan Amerika semakin menurun.

Disponsori
Disponsori

“Saat kekuatan dominan dunia yang memegang mata uang cadangan dunia terlalu terbebani secara finansial, dan kelemahannya terungkap karena kehilangan kendali baik secara militer maupun finansial, waspadalah terhadap kemungkinan sekutu dan kreditor kehilangan kepercayaan, hilangnya status mata uang cadangan, aksi jual aset utang, serta pelemahan mata uangnya, terutama terhadap emas,” ujar Dalio.

Pada saat yang sama, Balaji Srinivasan, pendiri The Network School, juga menuturkan bahwa kemenangan Iran bisa mengakhiri lima era sekaligus. Hal ini termasuk era petrodollar.

“Secara khusus, berakhirnya petrodollar (1974) juga berarti berakhirnya unipolar moment (1991) serta tatanan pascaperang (1945),” tulis Srinivasan. “Akhirnya, jika daya beli dolar jatuh dengan cepat bersamaan dengan kekalahan militer, ini sangat mungkin memecah belah persatuan Amerika (1776)… Hanya sedikit orang yang benar-benar memahami betapa bergantungnya Amerika pada pencetakan uang. Namun, berakhirnya petrodollar berarti berakhir pula Keynesianisme yang selama ini kita kenal.”

Selat Hormuz merupakan titik kritis energi dunia, dengan sekitar 20% ekspor minyak global melewati jalur ini setiap hari. Laporan menunjukkan bahwa Iran telah mengusulkan pengiriman kapal tanker secara terbatas melewati selat ini.

Tapi, syaratnya hanya jika transaksi kargonya menggunakan mata uang yuan Cina, bukan dolar. Langkah ini secara langsung menyerang dominasi dolar atas perdagangan energi.

Konflik AS-Iran juga semakin menambah tekanan terhadap prospek ekonomi global yang sudah rapuh. Mark Zandi, kepala ekonom Moody’s Analytics, memeringatkan bahwa risiko resesi sudah meningkat bahkan sebelum ketegangan ini memuncak.

Model machine learning perusahaan tersebut memperkirakan peluang resesi sebesar 49% akan terjadi dalam 12 bulan ke depan. Dengan harga minyak yang kini melonjak akibat konflik, Zandi menuturkan bahwa peluang tersebut bisa segera melewati angka 50%.

“Harga minyak merupakan variabel penting dalam model ini, dan memang begitu: setiap resesi sejak Perang Dunia II, kecuali resesi akibat pandemi, selalu didahului lonjakan harga minyak. Memang dampak ekonomi akibat kenaikan harga minyak tidak sebesar dulu karena kini produksi dan konsumsi lebih seimbang, tetapi konsumen tetap akan terkena dampaknya secara signifikan dan cepat, apalagi mereka sudah makin waspada dalam belanja,” papar Zandi.

Situasi ini memperjelas betapa cepatnya sebuah titik konflik geopolitik bisa berubah menjadi risiko di level mata uang.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori