Kembali

Pemulihan Harga Bitcoin Menyembunyikan Risiko yang Meningkat dari Posisi Long yang Overleverage

author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

13 Januari 2026 14.55 WIB
  • Derivatif bitcoin berubah sangat bullish seiring tekanan beli taker dan eksposur long mencapai level tertinggi.
  • Arus etf yang lemah dan premi coinbase yang negatif menandakan permintaan yang memudar.
  • Posisi long yang padat meningkatkan risiko volatilitas penurunan yang didorong oleh likuidasi.
Promo

Setelah menghadapi tantangan pekan lalu, Bitcoin (BTC) kembali menguat, sehingga menumbuhkan sentimen optimistis di kalangan trader derivatif. Posisi bullish meningkat tajam dan mendorong indikator utama ke level yang menonjol.

Namun, arus exchange-traded fund (ETF) yang mayoritas masih negatif serta lemahnya permintaan institusional memicu kekhawatiran terkait risiko likuidasi long yang tinggi.

Sponsored
Sponsored

Derivatif Bitcoin Jadi Bullish meski Permintaan Spot Loyo

Bitcoin membuka tahun 2026 dengan momentum kenaikan yang kuat, mencatatkan kenaikan lebih dari 7% dalam lima hari pertama Januari. Meski begitu, koreksi sempat mendorong aset turun di bawah US$90.000 di akhir pekan lalu.

Sejak hari Minggu, Bitcoin berhasil stabil dan kembali mencatatkan kinerja positif, diperdagangkan mayoritas di zona hijau dengan volatilitas yang relatif tenang. Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di US$91.299, turun 0,81% dalam 24 jam terakhir.

Performa Harga Bitcoin | Sumber: BeInCrypto Markets

Pulihnya harga ini memicu sentimen bullish di pasar derivatif. Data dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa Taker Buy/Sell Ratio naik menjadi 1,249 hari ini. Ini adalah level tertinggi sejak awal tahun 2019.

Sebagai konteks, Taker Buy/Sell Ratio mengukur keseimbangan antara pembelian agresif dan penjualan di pasar derivatif dengan membandingkan volume order beli dan jual yang dieksekusi pada harga pasar. Rasio di atas 1 menunjukkan bahwa sentimen bullish mendominasi. Sementara itu, rasio di bawah 1 menandakan sentimen bearish yang lebih kuat.

Rasio Taker Buy/Sell Bitcoin | Sumber: CryptoQuant
Sponsored
Sponsored

Kenaikan pembelian agresif ini bertepatan dengan eksposur long yang sangat meningkat di kalangan trader papan atas. Joao Wedson, pendiri Alphractal, menerangkan bahwa posisi long yang dipegang trader besar sudah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Konsentrasi leverage di satu sisi pasar seperti ini bisa memperbesar kemungkinan pergerakan harga yang tajam karena likuidasi.

“Hal ini sebagian menjelaskan aksi berburu likuiditas yang dilakukan exchange, dipicu oleh trader bermodal besar. Exchange sebenarnya tidak terlalu peduli pada trader ritel — yang mereka inginkan adalah menargetkan trader kaya yang berada di posisi yang salah,” tulis Wedson .

Indikator pasar tambahan semakin menguatkan kekhawatiran atas tingginya risiko long. Data dari SoSoValue menunjukkan permintaan ETF yang tidak stabil. Meskipun dana ini sempat mengalami arus masuk besar di awal bulan, tak lama kemudian arus keluar membalikkan tren, dengan dana keluar sebesar US$681,01 juta pada pekan lalu. Meski demikian, ETF tetap menarik US$187,33 juta pada hari Senin.

“Dengan harga realisasi rata-rata di sekitar US$86.000, mayoritas arus masuk ETF sejak ATH Oktober 2025 kini mengalami kerugian. Lebih dari US$6 miliar telah keluar dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di periode yang sama, menandai rekor tertinggi sejak persetujuannya,” papar analis Darkfost . “Dengan likuiditas Bitcoin yang secara berkala masih tipis, dampak ETF menjadi semakin signifikan, sehingga penting untuk selalu memantau arus ETF.”

Di saat yang sama, premi Coinbase menjadi negatif, memperlihatkan bahwa tekanan beli spot dari AS tertinggal dibandingkan pasar global.

Jika disimpulkan, data menunjukkan bahwa pasar kini semakin didorong oleh spekulasi leverage daripada permintaan spot. Meskipun trader derivatif secara agresif menargetkan kenaikan, keterlibatan institusi lewat ETF masih belum konsisten dan tekanan beli spot di AS mulai melemah.

Hal ini membuat Bitcoin rentan terhadap volatilitas penurunan. Saat posisi long terlalu padat, posisi itu bisa cepat terlepas jika momentum harga melambat. Dalam situasi seperti ini, koreksi kecil saja berisiko memicu gelombang likuidasi, sehingga kerugian bisa melebar sebelum permintaan yang lebih stabil kembali masuk ke pasar.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori