Kembali

Benjamin Netanyahu Membantah Rumor Kematian di Konferensi Pers Tatap Muka

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

20 Maret 2026 10.13 WIB
  • Netanyahu mengonfirmasi bahwa ia masih hidup dalam konferensi pers secara langsung.
  • Pengguna media sosial menuduh kemunculan videonya sebelumnya merupakan hasil generative AI.
  • Iran menyerang fasilitas energi Teluk, sehingga mengguncang pasar energi global.
Promo

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, hadir secara langsung dalam konferensi pers pada hari Kamis dan langsung menanggapi klaim palsu yang menyebutkan dirinya telah meninggal dunia.

“Saya masih hidup, dan kalian semua adalah saksinya,” tutur Netanyahu kepada para jurnalis.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

https://twitter.com/IsraeliPM/status/2034735487445864842
Disponsori
Disponsori

Kehadiran langsung ini merupakan pengarahan publik pertamanya secara langsung setelah perang antara AS-Israel dan Iran dimulai. Sebelumnya, beredar spekulasi viral di internet yang menyebutkan pemimpin Israel itu telah meninggal dunia dan pemerintahnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menutupinya.

Selain itu, rumor tentang kematian tersebut semakin menyebar setelah pengguna media sosial mengamati dengan seksama video pernyataan Netanyahu baru-baru ini dan mengklaim video itu dibuat oleh AI. Kantor Netanyahu pun telah menegaskan bahwa perdana menteri dalam keadaan “baik-baik saja” dan menepis tuduhan yang beredar sebagai berita bohong.

Walaupun begitu, spekulasi masih terus beredar di dunia maya. Konferensi pers langsung pada hari Kamis pun telah menuntaskan isu ini untuk selamanya. Netanyahu menyatakan bahwa dirinya sudah, dalam kata-katanya sendiri, “menghapus kabar bohong ini.”

Sementara itu, konferensi pers terbarunya berlangsung di tengah eskalasi perang AS-Israel-Iran. Iran juga meningkatkan serangan ke fasilitas energi di seluruh Teluk.

Serangan itu, yang merupakan respons dari Israel yang menyerang ladang gas utama Iran, menimbulkan kegemparan di pasar energi. Netanyahu juga menuturkan bahwa Israel “bertindak sendiri” terhadap fasilitas gas Asaluyeh. Ia menambahkan,

“Presiden Trump meminta kami untuk menahan diri dari serangan berikutnya, dan kami pun menunggu,” jelasnya.

Perdana menteri itu juga mengklaim bahwa Iran kini sudah “tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium” atau memproduksi rudal balistik.

Langganan kanal YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis yang berbagi wawasan ahli

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori