Kembali

Rusia Targetkan Jalur Perang Bayangan Kripto saat WhiteBit Hadapi Larangan Besar-Besaran

author avatar

Ditulis oleh
Lockridge Okoth

editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

25 Januari 2026 22.39 WIB
  • Rusia menyebut WhiteBit sebagai “tidak diinginkan”, menuduhnya menyalurkan jutaan dolar ke militer Ukraina sejak 2022.
  • Otoritas menuduh penggunaan drone yang didanai aset kripto, aliran dana ilegal, dan keterkaitan dengan platform donasi negara Ukraina.
  • Crackdown bertepatan dengan dorongan Rusia untuk lisensi aset kripto yang ketat dan batasan investor.
Promo

Kejaksaan Agung Rusia menetapkan exchange aset kripto Ukraina, WhiteBit, sebagai “organisasi yang tidak diinginkan.” Mereka menuduh WhiteBit membantu transfer dana ilegal keluar dari Rusia dan mendanai angkatan bersenjata Ukraina.

Status ini juga berlaku bagi perusahaan induk WhiteBit, W Group, serta seluruh entitas afiliasinya, sehingga semua operasinya dilarang di Rusia.

Sponsored
Sponsored

Rusia Bergerak Melawan WhiteBit dalam Pengetatan Terkait Perang Aset Kripto yang Meningkat

Media lokal melaporkan bahwa, menurut otoritas Rusia, manajemen WhiteBit telah memindahkan sekitar US$11 juta ke Ukraina sejak 2022. Jumlah ini termasuk hampir US$900.000 yang dipakai untuk membeli drone.

Kantor Kejaksaan Agung juga mengeklaim bahwa platform ini memberi dukungan teknis kepada United24, platform donasi aset kripto milik pemerintah Ukraina.

Mereka juga diduga terlibat dalam “skema bayangan” untuk menarik dana keluar dari Rusia dan melakukan aktivitas ilegal lainnya.

Didirikan tahun 2018 oleh pengusaha Ukraina, WhiteBit mengklaim punya lebih dari 8 juta pengguna aktif dan volume trading spot harian sebesar US$11 miliar, dengan volume trading futures mencapai US$40 miliar.

Meski telah merambah pasar internasional, sekarang platform ini menghadapi pembatasan besar di Rusia di tengah semakin ketatnya lingkungan regulasi.

Sponsored
Sponsored

Tindakan terhadap WhiteBit ini sejalan dengan langkah Rusia yang mempercepat proses formal regulasi aset kripto. Menurut media lokal, Bank Sentral Rusia telah merinci persyaratan lisensi baru untuk exchange dan depositori aset digital, di mana platform yang tidak memperdagangkan sekuritas dijanjikan proses lisensi lebih mudah.

Bank dan broker yang ingin beroperasi dengan aset kripto akan mendapatkan persyaratan prudensial khusus demi meminimalisasi risiko pada kegiatan TradFi.

Ekaterina Lozgacheva, Direktur Departemen Pengembangan Strategis Pasar Keuangan di Bank Sentral Rusia, menegaskan bahwa regulator ingin mempermudah penjualan aset kripto hasil mining baik di dalam maupun luar negeri. Di saat yang sama, pihak regulator akan memberikan sanksi untuk perantara yang terlibat aktivitas ilegal.

Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2027, setelah perubahan regulasi aset kripto Rusia selesai difinalisasi.

Sponsored
Sponsored

Rusia Usulkan Batas Ketat untuk Investasi Aset Kripto

Bagian dari kerangka aturan yang diusulkan ini, investor non-profesional boleh berinvestasi pada aset digital, tapi dengan batasan ketat setiap tahunnya.

Saat ini, Bank Sentral telah mengusulkan batas maksimal 300.000 rubel per tahun untuk setiap perantara. Akan tetapi, Kementerian Keuangan memberi sinyal bisa saja angka ini diubah.

Wakil Menteri Keuangan Ivan Chebeskov menyampaikan bahwa bila ada usulan dari pelaku pasar untuk menaikkan batasan tersebut, pihaknya akan mempertimbangkannya. Hal ini menunjukkan niat untuk menyeimbangkan akses investor dengan perlindungan finansial.

Sponsored
Sponsored

Menkeu Anton Siluanov mendukung rencana ini. Ia menekankan bahwa akses bagi non-profesional harus dibatasi hanya di platform yang telah terdaftar resmi dan mengikuti batas investasi yang ditetapkan.

“Untuk meminimalisasi risiko, bank sentral dan saya berencana membatasi volume transaksi serta investasi semacam ini di pasar kripto,” lapor media lokal, mengutip Siluanov.

Ia juga menerangkan bahwa rancangan legislasi terkait regulasi aset digital diperkirakan akan diajukan ke Duma Negara pada paruh pertama 2026.

Pengetatan terhadap WhiteBit memperlihatkan makin dalamnya pengawasan Rusia terhadap aliran aset kripto, apalagi di tengah tensi geopolitik dengan Ukraina.

Sebagaimana otoritas memperkuat kontrol terhadap perantara kripto dan memperjelas tanggung jawab hukum, platform lintas negara bisa menghadapi risiko operasional dan hukum yang makin berat di pasar Rusia.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori