Lihat lebih banyak

SEC Diperkirakan Akan Segera Menindak Aktivitas Bisnis Coinbase

3 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • SEC AS diperkirakan akan segera mengambil tindakan penegakan terhadap aktivitas bisnis Coinbase.
  • Tindakan ini kemungkinan akan mencerminkan aksi yang telah dilakukan SEC terhadap Kraken dan Bittrex.
  • Bila tidak berhasil mendiversifikasi bisnis dan operasi geografisnya, aksi SEC bisa buat pendapatan bersih Coinbase menurun.
  • promo

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan segera mengambil tindakan penegakan terhadap aktivitas bisnis Coinbase. Tindakan ini kemungkinan akan mencerminkan aksi yang telah dilakukan SEC terhadap Kraken dan Bittrex.

Penilaian ini disampaikan oleh analis Berenberg Capital Markets, Mark Palmer, dalam laporan Bloomberg yang terbit pada hari Rabu (17/3) dini hari.

Sebagai pengingat, salah satu crypto exchange terbesar di AS ini telah menerima Wells notice atau surat pemberitahuan dari SEC pada Maret lalu. Surat itu bermakna ada potensi bahwa SEC dapat melakukan tindakan penegakan hukum terhadap Coinbase atas beberapa lini bisnis yang mereka jalankan.

Adapun tindakan itu dapat menyasar pada aset digital yang listing di Coinbase, layanan staking lewat Coinbase Earn, layanan institusional melalui Coinbase Prime, dan Coinbase Wallet. Bila benar terjadi, tindakan penegakan hukum dari SEC dapat menimbulkan ancaman bagi crypto exchange tersebut dan cara berbisnis mereka selama ini.

Saham MicroStrategy Lebih Menarik daripada Coinbase

“Mengingat meningkatnya ketidakpastian yang dihadapi Coinbase, kami yakin investor akan jauh lebih baik jika berinvestasi dalam saham MicroStrategy,” tulis Mark Palmer dalam catatannya.

Selama setahun terakhir, saham MicroStrategy telah meningkat sekitar 36%, sedangkan saham Coinbase turun sekitar 6%.

Memang, saham kedua perusahaan itu sama-sama menurun pada hari Selasa (16/5) kemarin karena penurunan harga Bitcoin membebani sejumlah saham perusahaan yang terkait dengan dunia cryptocurrency.

Analis dari Berenberg menilai bahwa model bisnis MicroStrategy itu unik karena berfokus pada akuisisi dan penyimpanan Bitcoin.

Dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2023, MicroStrategy mendapat manfaat dari rebound harga Bitcoin. Perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor ini dinilai sebagai alternatif yang menarik daripada Coinbase mengingat tekanan regulasi yang mereka terima.

“SEC telah mencirikan Bitcoin sebagai komoditas sambil menegaskan bahwa sebagian besar (jika tidak semua) aset kripto lainnya adalah sekuritas (efek) yang tidak terdaftar. Hal ini menempatkan Bitcoin dan saham MicroStrategy (MSTR) pada posisi yang diuntungkan di tengah serangan peraturan dari regulator,” tulis analis Berenberg itu.

Tindakan SEC Bisa Buat Turun Pendapatan Bersih Coinbase

Mark Palmer menilai pendapatan bersih Coinbase yang berasal dari biaya transaksi, memperdagangkan aset kripto selain Bitcoin, dan biaya yang dihasilkan dari layanan staking, memiliki risiko jika SEC benar-benar mengambil tindakan terhadap Coinbase.

Dia menambahkan bahwa beberapa aliran pendapatan Coinbase lainnya, seperti pendapatan bunga dari stablecoin USD Coin (USDC) dan layanan kustodian, mungkin juga dapat jadi target penegakan SEC.

“Kami percaya investor harus fokus pada apakah perusahaan ini akan memiliki kemampuan untuk berhasil memutar model bisnis dan fokus geografisnya jika terpaksa membatasi atau menghentikan sebagian besar aktivitasnya di AS,” tulis analis Berenberg tersebut.

Sebagai catatan, sekitar 86% dari total pendapatan bersih yang dihasilkan Coinbase dalam 12 bulan yang berakhir pada 31 Maret lalu berasal dari operasi mereka di AS. Dalam beberapa waktu terakhir, Coinbase telah mengutarakan sejumlah ekspansi internasional mereka, termasuk di Bermuda, Uni Emirat Arab (UEA), Eropa, hingga Singapura.

Menanggapi permintaan komentar, juru bicara Coinbase merujuk pada pernyataan publik eksekutif perusahaan dalam momen pengumuman kinerja untuk kuartal I/2023 dan pada Maret lalu. Coinbase mengaku yakin dengan legalitas sejumlah aset kripto yang mereka listing dan layanan lainnya di perusahaan itu.

“Kami memiliki banyak pendapatan berbeda yang ingin kami kembangkan di platform kami, dan kami sedang mencari diversifikasi pendapatan,” jelas Chief Financial Officer (CFO) Coinbase, Alesia Haas, dalam momen pengumuman kinerja perusahaan untuk kuartal I/2023.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori