Kembali

SEC Perjelas Aturan untuk Airdrop Kripto dan Staking dalam Panduan Bersama dengan CFTC

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Mohammad Shahid

18 Maret 2026 04.25 WIB
  • SEC mengatakan bahwa token aset kripto biasanya bukan sekuritas, tapi bagaimana token tersebut digunakan dapat memicu regulasi.
  • Airdrop dan staking diperbolehkan jika tidak menjanjikan keuntungan dari upaya tim pusat.
  • Sec dan CFTC sekarang memiliki kerangka kerja yang lebih jelas untuk menentukan kapan aset kripto masuk dalam lingkup undang-undang sekuritas.
Promo

SEC dan CFTC AS telah menerbitkan pedoman baru yang menjelaskan bagaimana undang-undang sekuritas federal berlaku untuk aktivitas aset kripto seperti airdrop dan staking. Langkah ini bertujuan untuk mengakhiri ketidakpastian yang sudah lama dirasakan oleh pengguna, pengembang, dan investor.

Pada kerangka kerja baru ini, SEC membuat perbedaan penting. Sebuah token kripto pada dasarnya biasanya bukan sekuritas. Tapi, cara token itu ditawarkan atau digunakan bisa saja tunduk pada undang-undang sekuritas.

Untuk airdrop, SEC menyatakan bahwa konteks adalah hal yang penting. Jika token didistribusikan secara gratis tanpa ada janji keuntungan atau ketergantungan pada satu tim pusat, kemungkinan besar token tersebut tidak akan dianggap sebagai sekuritas.

Disponsori
Disponsori

Tetapi jika airdrop digunakan untuk mempromosikan peluang investasi atau imbal hasil di masa depan, maka hal itu bisa digolongkan sebagai kontrak investasi.

Begitu juga, staking tidak secara otomatis diatur sebagai sekuritas. SEC lebih menyoroti pada bagaimana mekanisme staking itu berjalan.

Jika pengguna hanya mengunci token untuk mendukung sebuah jaringan dan mendapatkan reward dari protokol, maka hal ini bisa saja di luar aturan sekuritas.

Namun, jika pihak ketiga mengumpulkan dana dan menjanjikan imbal hasil berdasarkan usaha mereka, regulator bisa saja menganggapnya sebagai penawaran sekuritas.

Panduan ini juga memperkenalkan sistem klasifikasi yang lebih luas untuk aset digital. Ini memisahkan token ke dalam kategori seperti komoditas, koleksi, alat, stablecoin, dan sekuritas.

Hal ini membantu menentukan apakah pengawasan ada di pihak SEC atau CFTC.

Yang penting, SEC juga mengakui bahwa token bisa berpindah status dari sekuritas menjadi bukan sekuritas seiring waktu. Sebuah proyek bisa saja dimulai sebagai kontrak investasi, tapi jika kemudian berjalan secara mandiri, maka kewajiban regulasinya dapat berkurang.

Secara keseluruhan, kedua lembaga ingin memberikan aturan yang lebih jelas sambil tetap mendukung inovasi. Para pelaku pasar diharapkan meninjau panduan ini agar memahami kewajiban mereka sesuai hukum AS.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori