Kembali

26% Institusi Sebut Bear Market: Apa Artinya untuk Investor

sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Kamina Bashir

26 Januari 2026 19.12 WIB
  • Sekitar seperempat investor institusional dan non-institusional kini mengklasifikasikan pasar aset kripto sebagai bearish.
  • Meski sentimen bearish, sebagian besar investor menahan atau menambah eksposur dan menganggap Bitcoin sebagai undervalued.
  • coinbase dan glassnode mempertahankan prospek positif untuk kuartal I 2026 di tengah meredanya inflasi dan ketahanan pertumbuhan.
Promo

Sebuah survei terbaru oleh Coinbase Institutional dan Glassnode menunjukkan bahwa sekitar seperempat investor institusi maupun non-institusi memandang pasar kripto saat ini berada dalam fase bear market.

Meskipun demikian, para investor yakin bahwa Bitcoin (BTC) sedang undervalued. Temuan ini menyoroti perubahan psikologi investor yang cukup kompleks di tengah sinyal ekonomi makro yang campur aduk dan volatilitas yang terus berlangsung pada awal tahun 2026.

Sponsored
Sponsored

Investor Klasifikasikan Pasar Aset Kripto sebagai Bearish

Hasil ini didapatkan dari survei terhadap 148 responden yang dilakukan antara 10 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, yang terdiri dari 75 investor institusi dan 73 investor non-institusi. Sekitar 26% responden institusi dan 21% responden non-institusi melaporkan bahwa mereka percaya pasar kripto saat ini sedang berada di fase bear market (markdown).

Angka ini meningkat tajam dibanding survei sebelumnya, di mana hanya 2% responden institusi dan 7% responden non-institusi menyampaikan pandangan tersebut.

Pandangan ini sejalan dengan sinyal dari Indikator Bull-Bear Market Cycle, yang tetap berada di bawah nol sejak Oktober, sehingga ikut menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini ada di fase bear market.

Selain itu, Julio Moreno, Head of Research di CryptoQuant, memaparkan kepada BeInCrypto bahwa Bitcoin nampaknya sedang melalui tahap awal bear market, dengan faktor utama yang menurutnya adalah menurunnya permintaan.

“Pada dasarnya hampir semua metrik on-chain atau metrik pasar mengonfirmasi bahwa kita sedang ada di tahap awal bear market,” ujar dia dalam sebuah episode podcast BeInCrypto.

Narasi Bitcoin Undervalued Makin Kuat saat Investor Tetap Bertahan

Walaupun demikian, data survei menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara sentimen jangka pendek dan keyakinan jangka panjang. setelah peristiwa deleveraging Oktober 2025, persepsi bear market meningkat, namun aksi nyata investor menunjukkan hal berbeda.

Sponsored
Sponsored

Seperti dijelaskan dalam laporan Coinbase dan Glassnode, 62% institusi dan 70% investor non-institusi masih mempertahankan atau meningkatkan alokasi kripto mereka sejak Oktober 2025.

Selain itu, 49% responden institusi dan 48% responden non-institusi menyatakan bahwa penurunan harga jangka pendek lebih dari 10% tidak akan membuat mereka mengubah alokasi investasi saat ini, karena mereka berencana untuk tetap menahan posisi yang ada.

Sementara itu, 31% investor institusi dan 37% investor non-institusi siap membeli ketika harga turun di situasi seperti ini. Tingkat kepercayaan ini makin kuat setelah melihat pandangan valuasi, dengan 70% institusi dan 60% investor non-institusi menyatakan bahwa Bitcoin sedang undervalued.

Ini menandakan kalau investor memang menyadari adanya kondisi bearish, namun aksi mereka justru mencerminkan kepercayaan jangka panjang, bukan sikap risk-off. Akibatnya, kondisi pasar sekarang lebih berhati-hati, dengan akumulasi selektif dan posisi berbasis valuasi, bukan penarikan besar-besaran.

Coinbase dan Glassnode Bagikan Outlook Pasar Aset Kripto Q1 2026

Para responden bukan satu-satunya yang masih memegang pandangan bullish. David Duong, CFA, Global Head of Research di Coinbase Institutional, bersama seorang analis dari Glassnode, juga menuturkan bahwa pandangan mereka terhadap pasar kripto di kuartal I 2026 tetap konstruktif.

Sponsored
Sponsored

“Pandangan kami terhadap pasar kripto cukup konstruktif untuk memasuki tahun baru, meski awan dari likuidasi leveraged tahun lalu belum sepenuhnya berlalu,” tulis mereka.

Mereka memaparkan beberapa faktor yang mendukung pandangan tersebut:

  • Tren inflasi yang mendukung: Inflasi tetap di level 2,7% pada data CPI Desember terbaru, sehingga kekhawatiran tentang potensi dampak tarif berkurang.
  • Pertumbuhan ekonomi yang kuat: Pada 14 Januari, model GDPNow milik Atlanta Fed memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil sebesar 5,3% untuk kuartal keempat 2025.
  • Potensi dorongan kebijakan moneter: Para analis menyebutkan bahwa The Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali dengan total 50 basis poin, sebagaimana tercermin di kontrak Fed funds futures. Pelonggaran ini kemungkinan besar akan memberi dukungan pada aset berisiko, termasuk aset kripto.

Mereka pun menambahkan, pandangan mereka bisa lebih positif bila ada kemajuan besar di kebijakan Amerika Serikat, khususnya seputar CLARITY Act. Perkembangan seperti itu berpotensi mendorong partisipasi yang lebih luas di pasar kripto dan memperkuat sentimen investor secara keseluruhan.

“Hal yang membuat kami lebih waspada: jika terjadi lonjakan inflasi yang berarti, lonjakan harga energi, atau gejolak geopolitik yang signifikan, hal-hal ini bisa jadi alasan untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi aset berisiko,” terang laporan tersebut.

Sponsored
Sponsored

Apa Arti Setup Pasar Aset Kripto Saat Ini untuk Investor

Di tengah situasi ini, beberapa pelaku pasar kripto menganggap kondisi saat ini sebagai sebuah peluang, bukan fase kapitulasi. Data dari Santiment mengungkapkan bahwa rasio Market Value to Realized Value (MVRV) 30 hari untuk beberapa aset kapitalisasi besar kripto kini bernilai negatif.

Menurut perusahaan tersebut, saat ini Chainlink, Cardano, Ethereum, dan XRP tergolong undervalued berdasarkan metrik ini, sementara Bitcoin berada di posisi undervalued ringan. Santiment menjelaskan bahwa nilai MVRV 30 hari yang lebih rendah biasanya menandakan risiko lebih rendah untuk menambah atau membuka posisi baru.

“Sebuah koin dengan persentase negatif berarti rata-rata trader yang menjadi lawan Anda sedang merugi, dan ini menjadi peluang untuk masuk ketika profit berada di bawah level ‘zero-sum game’ normal. Semakin negatif angkanya, semakin aman untuk Anda beli,” terang unggahan tersebut.

Selain itu, analis CyrilXBT juga menyoroti sentimen pasar. Analis ini mengungkapkan bahwa Crypto Fear & Greed Index masih berada pada level “fear,” namun belum sampai ke tahap panik. Menurut CyrilXBT,

“Biasanya, titik tersebut adalah saat kebosanan dan frustrasi memuncak, bukan saat pasar benar-benar jatuh. Secara historis, inilah momen di mana posisi diambil secara diam-diam sebelum arah pasar benar-benar terlihat.”

Secara keseluruhan, hasil survei dan data pasar pendukung menunjukkan fase pasar yang cukup rumit, bukan kapitulasi sepenuhnya. Walau semakin banyak investor menganggap kondisi saat ini cenderung bearish, alokasi dana yang tetap stabil dan pandangan undervalued yang meluas menunjukkan keyakinan jangka panjang masih terjaga.

Meski demikian, pasar masih tergolong sangat volatil, dengan tekanan ekonomi makro yang terus memberikan pengaruh besar. Hal ini menegaskan pentingnya tetap berhati-hati.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori