Co-founder Solana, Anatoly Yakovenko, mengungkapkan bahwa serial FTX di Netflix menggabungkan tiga pendiri aset kripto menjadi satu karakter. Menurutnya, kombinasi tersebut mencerminkan dirinya, co-founder Raj Gokal, dan co-founder Ethereum, Vitalik Buterin.
Ia menyampaikan komentar itu di X beberapa jam setelah trailer perdana dirilis. Tapi Netflix justru membangun drama ini berfokus pada Sam Bankman-Fried dan Caroline Ellison, dan tidak ada anggota pemeran yang diumumkan sebagai pendiri Solana maupun Ethereum.
Serial FTX Netflix Berpusat pada 2 Orang Dalam, Bukan Pendiri Blockchain
Netflix mengonfirmasi para pemainnya dalam sebuah unggahan di X. Julia Garner akan memerankan Ellison, sedangkan Anthony Boyle berperan sebagai Bankman-Fried di The Altruists yang tayang perdana pada 19 November.
Graham Moore dan Jacqueline Hoyt bertindak sebagai penanggung jawab serial ini. Perusahaan Higher Ground milik Barack dan Michelle Obama menjadi produser, dan naskahnya diadaptasi dari laporan New York Magazine.
Solana sendiri juga punya sejarah dengan FTX. Sebelum tahun 2022, FTX dan perusahaan trading yang berafiliasi dengannya, Alameda Research, pernah menjadi pendukung utama jaringan tersebut.
Yakovenko tidak menyebut secara pasti karakter yang ia maksud. Tetapi, ia membuka unggahannya dengan mengatakan hasilnya lebih buruk dari yang ia duga.
Sementara itu, Ellison yang asli memilih untuk tetap berada di bawah radar. Baru-baru ini, ia muncul lagi dalam pekerjaan amal yang tenang dengan nama depan yang berbeda.
Judul serial ini mengacu pada gerakan altruism efektif, yaitu ajakan untuk mencari uang dan kemudian menyumbangkannya. Bankman-Fried secara terbuka menggambarkan kariernya sebagai upaya mendanai gerakan ini.
Namun, jaksa justru menyatakan bahwa Alameda mengambil sekitar US$8 miliar dari dana pelanggan FTX.
Veteran Industri Siap dengan Cerita Ulang Versi Serial yang Berkilau
Tokoh industri lain menanggapi serial FTX Netflix ini dengan cara yang lebih personal. Alex Thorn, kepala riset di perusahaan keuangan kripto Galaxy, mengaku kemungkinan besar ia akan menikmati versi dramatisasinya.
Tapi Thorn juga menyebut kejatuhan FTX sebagai pengalaman terburuk yang pernah ia alami dalam dunia pasar.
Perasaannya yang campur aduk mencerminkan kisah FTX yang memang belum benar-benar usai. Pengadilan New York menjatuhkan hukuman 25 tahun penjara bagi Bankman-Fried pada tahun 2024. Kini, ia telah mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung untuk meninjau kembali vonis penipuan terhadapnya.
Alhasil, serial FTX di Netflix tayang ketika proses hukum masih berlanjut. Mulai 19 November, penonton bisa membuktikan sendiri klaim Yakovenko.
Pelanggan FTX sendiri harus menunggu hingga tahun 2025 untuk pembayaran pertama mereka. Nilai klaim mereka juga berdasarkan harga tahun 2022, meski sejak saat itu aset kripto telah naik. Bagi banyak pelanggan, kisah mewah dalam serial ini sepertinya akan jauh lebih sulit untuk dinikmati dibandingkan dengan penonton kasual.











