Kembali

3 Sinyal Penting Katakan Bitcoin Mungkin Siap untuk ‘Short Squeeze’

author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

09 Januari 2026 15.46 WIB
  • Volatilitas Bitcoin meningkat seiring funding rate berubah menjadi sangat negatif, menandakan posisi short yang berat.
  • Open interest naik ketika BTC turun, meningkatkan risiko liquidasi akibat short squeeze.
  • Leverage tinggi memperbesar taruhan koreksi harga, membuat rebound tajam semakin berbahaya bagi bear.
Promo

Bitcoin (BTC) sedang mengarungi Januari yang penuh gejolak. Aset kripto ini sempat terbang ke level tertinggi hampir empat minggu awal pekan ini, sebelum kemudian turun sesaat ke bawah US$90.000 kemarin (8/1).

Di tengah fluktuasi ini, para analis menyoroti beberapa sinyal utama yang bisa menjadi indikasi kemungkinan terjadinya short squeeze dalam waktu dekat.

Sponsored
Sponsored

Data Derivatif Bitcoin Pancarkan Meningkatnya Risiko Short Squeeze

Mengacu pada data BeInCrypto Markets, aset kripto nomor wahid ini terus mengukir candle hijau selama lima hari pertama Januari. Harganya menguat melewati US$95.000 pada hari Senin, level yang terakhir kali tercapai di awal Desember, sebelum akhirnya berbalik arah.

Pada 8 Januari, BTC sempat terjun ke bawah US$90.000, menyentuh level terendah US$89.253 di Binance. Pada waktu publikasi, Bitcoin parkir di US$91.078, atau naik 0,157% dalam sehari terakhir.

Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto Markets

Ke depan, tiga sinyal utama mengindikasikan bahwa kondisi pasar mulai selaras untuk potensi short squeeze pada harga Bitcoin. Sebagai konteks, short squeeze terjadi ketika harga bergerak naik berlawanan dengan posisi bearish.

Leverage membuat tekanan semakin besar, karena para trader terpaksa mengalami likuidasi dan harus membeli Bitcoin, sehingga harga terdorong makin tinggi. Aksi beli ini bisa dengan cepat menyebar ke pasar secara luas.

Sponsored
Sponsored

1. Funding Rate Negatif Cerminkan Sentimen Bearish

Sinyal pertama muncul dari funding rate Bitcoin di Binance. Dalam analisis terbaru, Burak Kesmeci menyoroti bahwa funding rate sudah berubah menjadi negatif pada grafik harian untuk pertama kalinya sejak 23 November 2025.

Angka ini mencatat biaya yang harus dibayar untuk mempertahankan posisi perpetual futures. Apabila funding rate negatif, artinya posisi short sedang mendominasi, dan trader short mau tidak mau harus membayar funding ke pemilik posisi long agar bisa tetap bertahan di posisi tersebut.

Saat ini, funding rate nangkring di angka -0,002, jauh lebih rendah dibanding -0,0002 pada periode negatif sebelumnya di bulan November. Pergeseran sebelumnya tersebut terjadi sebelum reli Bitcoin dari US$86.000 ke US$93.000. Funding rate negatif yang lebih dalam di bulan Januari ini menandakan sentimen bearish yang lebih kokoh di kalangan trader derivatif.

“Funding sekarang lebih negatif, sementara harga tetap tertekan. Kombinasi ini meningkatkan kemungkinan short squeeze yang jauh lebih kuat. Lonjakan harga Bitcoin secara tajam tidak akan mengejutkan di kondisi ini,” tulis Kesmeci.

Funding Rate Negatif Bitcoin | Sumber: CryptoQuant
Sponsored
Sponsored

2. Open Interest Naik di Saat Harga Bitcoin Turun

Kedua, analis lain mencatat bahwa harga Bitcoin tengah bergerak dalam tren menurun. Pada saat yang sama, open interest terus meningkat, kombinasi yang diinterpretasikan sebagai sinyal potensi short squeeze.

“Ini adalah tanda textbook dari short squeeze yang akan datang!,” demikian bunyi posting tersebut.

Open interest mencerminkan jumlah kontrak derivatif yang masih terbuka. Ketika open interest meningkat sementara harga turun, kondisi ini biasanya mengindikasikan pembukaan posisi baru searah dengan pergerakan harga, yang sering kali menunjukkan meningkatnya eksposur short, bukan penutupan posisi long.

Situasi ini dapat menciptakan risiko asimetris, karena penumpukan posisi short yang padat membuat pasar rentan akan likuidasi cepat jika harga tiba-tiba rebound.

Sponsored
Sponsored

3. Leverage Tinggi Menambah Risiko Likuidasi

Terakhir, berdasarkan metrik CryptoQuant, Estimated Leverage Ratio Bitcoin kini sudah mencapai level tertinggi dalam satu bulan. Indikator ini berfungsi mengukur besarnya dana pinjaman dalam posisi para trader. Leverage tinggi bisa menggandakan potensi profit maupun kerugian, hingga pergerakan harga kecil saja dapat memicu likuidasi besar-besaran.

Trader yang menggunakan leverage 10x, misalnya, bisa terlikuidasi jika harga Bitcoin bergerak hanya 10% saja ke arah yang berlawanan. Rasio yang tinggi saat ini mengindikasikan banyak pelaku pasar yang menambah risiko, berharap momentum penurunan harga terus berlanjut. Tetapi leverage tinggi jadi sangat berisiko jika harga Bitcoin tiba-tiba berbalik naik.

Estimated Leverage Ratio Bitcoin | Sumber: CryptoQuant

Dengan tiga indikator ini yang saling menguatkan, Bitcoin bisa jadi makin rawan terhadap pergerakan tajam ke atas jika reli harga memicu likuidasi beruntun pada posisi short dengan leverage berlebihan.

Namun, apakah short squeeze benar-benar terjadi nantinya akan bergantung pada katalis pasar yang lebih luas, termasuk perkembangan ekonomi makro, permintaan pasar spot, dan sentimen risiko secara keseluruhan. Tanpa hadirnya pemicu bullish yang jelas, posisi bearish bisa saja bertahan, sehingga menunda atau melemahkan potensi squeeze yang mungkin terjadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi harga Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori