Kembali

Harga Minyak Tembus US$100 — Sejarah Bilang Reli Besar Bitcoin Berikutnya Bisa Dekat

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Nhat Hoang

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

09 Maret 2026 16.31 WIB
  • Kenaikan harga minyak menekan Bitcoin, mencerminkan kondisi pasar akhir siklus secara historis.
  • Puncak harga minyak di masa lalu sering kali bertepatan dengan fase dasar dan pemulihan pasar aset kripto.
  • Harga minyak yang mulai turun pada 2026 bisa mengurangi tekanan ekonomi makro dan mendukung pemulihan aset kripto.
Promo

Harga minyak global naik tajam karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, terutama yang melibatkan Iran dan program nuklirnya. Harga minyak mentah melesat di atas US$100 per barel. Lonjakan ini menambah tekanan bagi ekonomi global dan aset berisiko seperti Bitcoin.

Dalam situasi ini, para analis sedang menganalisis korelasi antara harga minyak dan pasar aset kripto untuk memprediksi tren di tahun 2026.

Disponsori
Disponsori

Mengapa Kenaikan Harga Minyak Bisa Ciptakan Peluang untuk Investor Bitcoin

Sebuah laporan dari CryptoQuant menyebutkan bahwa dalam jangka pendek, ketidakstabilan geopolitik dan kenaikan harga minyak biasanya memberi tekanan turun pada aset berisiko.

Kenaikan harga minyak yang tiba-tiba memicu tekanan inflasi dan secara langsung mempengaruhi aset berisiko seperti Bitcoin.

Tapi, data historis menunjukkan reli harga minyak yang kuat sering terjadi bersamaan dengan fase akhir siklus pasar BTC.

“Untuk aset yang volatil dan berisiko seperti Bitcoin, situasi seperti ini memang kurang menguntungkan. Secara historis, periode ketika harga minyak kembali menguat sering bersamaan dengan fase akhir siklus BTC,” papar Darkfost dalam komentarnya.

Bitcoin vs. Minyak Mentah Brent. Sumber: CryptoQuant
Bitcoin vs. Minyak Mentah Brent | Sumber: CryptoQuant

Walaupun situasi sekarang belum menguntungkan bagi aset yang sangat spekulatif, korelasi ini membuka peluang untuk potensi pemulihan Bitcoin setelah harga minyak mulai mereda.

Disponsori
Disponsori

Lebih jauh lagi, analis curb.sol membandingkan harga minyak mentah dengan total kapitalisasi pasar aset kripto dan menemukan pola menarik. Puncak harga minyak seringkali terjadi bersamaan dengan titik terendah pasar kripto atau zona akumulasi. Terdapat tiga catatan sejarah penting:

  • Oktober 2018: Harga minyak mencapai puncak saat kapitalisasi pasar kripto berada di titik terendah sekitar US$100 miliar, lalu melonjak setelahnya.
  • Juni 2022: Harga minyak juga mencetak puncak baru. Pasar kripto terendah di kisaran US$800 miliar lalu bangkit dengan kuat.
  • Maret 2026: Baru-baru ini, harga minyak melonjak ke sekitar US$113 per barel, sedangkan kapitalisasi pasar aset kripto saat ini sekitar US$2,25 triliun.

“Jika polanya tetap sama — harga minyak berbalik dari sini, tekanan makro berkurang, dan kripto memulai reli selanjutnya. Apakah kali ini akan berbeda? Mungkin saja. Tapi chart-nya sulit diabaikan,” terang curb.sol dalam komentarnya.

Kapitalisasi Pasar Kripto vs. Harga Minyak. Sumber: curb.sol
Kapitalisasi Pasar Kripto vs. Harga Minyak | Sumber: curb.sol

Semua pengamatan ini sepenuhnya bergantung pada pola historis. Pasar tetap memerlukan sinyal baru untuk mendukung anggapan bahwa harga minyak tidak akan terus naik dalam waktu lama.

Perkembangan Baru Perkuat Harapan

Baru-baru ini, Donald Trump mengatakan harga minyak “akan turun dengan cepat” setelah ancaman nuklir Iran berakhir. Ia juga menyebut lonjakan saat ini sebagai “harga yang sangat kecil untuk dibayar.”

Pernyataan ini memberi isyarat bahwa reli minyak saat ini mungkin hanya bersifat sementara.

Di sisi lain, perkembangan terbaru mendukung skenario penurunan harga. Kelompok Tujuh (G7) tengah mempertimbangkan melepas 300–400 juta barel minyak dari cadangan strategis mereka bersama untuk membantu menekan harga minyak. Saat ini, tiga negara G7, termasuk Amerika Serikat, telah menyatakan dukungan terhadap ide ini.

Perkembangan-perkembangan ini memberikan sinyal bahwa tekanan dari pasar minyak bisa segera mereda.

Jika korelasi historis tetap bertahan, pembalikan harga minyak yang cepat bisa mengurangi tekanan ekonomi makro. Pergeseran ini dapat membuka peluang bagi pasar aset kripto untuk pulih dan memasuki fase bullish baru di tahun 2026.

Meski begitu, perilaku pasar bisa saja berbeda. Jika berbagai upaya ini gagal dan konflik terus memburuk, investor mungkin harus menunggu lebih lama sebelum pasar membentuk titik terendahnya.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori