Solana mencoba melakukan pemulihan kecil setelah periode lemahnya cukup lama, didukung oleh peningkatan aktivitas on-chain. Penggunaan jaringan yang bertambah telah mendorong metrik performa yang lebih kuat, sehingga turut membantu menstabilkan pergerakan harga.
Meski SOL masih berada di bawah tekanan, volume transaksi yang semakin besar bisa membuat altcoin ini berpeluang reli jangka pendek jika permintaannya tetap bertahan.
SponsoredSolana membuat exchange tersanjung malu
Kinerja Solana di 2025 melampaui beberapa exchange terpusat berdasarkan volume perdagangan. Menurut peneliti Artemis, ZJ, aktivitas decentralized exchange di Solana mencapai US$1,6 triliun tahun ini. Angka itu menempatkan Solana di peringkat kedua secara keseluruhan, hanya kalah dari Binance yang mencatat volume sebesar US$7,2 triliun.
Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Data tersebut menunjukkan pertumbuhan pesat pada aktivitas trading on-chain. Solana kini menyalip Bybit, Coinbase Global, dan Bitget dalam total volume. ZJ menerangkan di X bahwa Solana hanya berada di posisi kelima di antara platform trading utama satu tahun yang lalu.
“just a year ago, solana was 5th among major CEXes. today in 2025, it’s 2nd – only behind Binance, having just overtaken Bybit. with propAMMs and CLOBs being a major growth story in recent months for solana. its hard not to be bullish looking into 2026 (sic),” papar ZJ.
Investor Solana Nampaknya Menahan Token Ini
Meski volume Solana kuat, indikator valuasi memberi tanda kehati-hatian. Network Value to Transactions ratio milik Solana terus naik dan kini mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Secara historis, kenaikan rasio NVT menjadi sinyal risiko bearish, sebab nilai pasar bertumbuh lebih cepat dari permintaan transaksi sebenarnya.
SponsoredPertumbuhan yang tidak seimbang ini mengindikasikan hype telah melampaui aktivitas ekonomi riil. Jika valuasi jaringan naik tanpa diiringi pertumbuhan penggunaan yang sepadan, biasanya harga akan mengalami koreksi. Level NVT yang tinggi kerap mendahului terjadinya penurunan, sehingga memberikan tekanan jangka pendek pada upaya recovery SOL.
Perilaku holder jangka panjang memberi penyeimbang pada sinyal bearish. Perubahan posisi bersih HODLer menunjukkan pergeseran penting selama seminggu terakhir. Setelah hampir empat bulan distribusi, kini para holder jangka panjang kembali melakukan akumulasi.
Perubahan ini menjadi krusial sebab holder jangka panjang biasanya menstabilkan harga saat periode volatilitas tinggi. Akumulasi ulang mereka menunjukkan kepercayaan atas proyeksi jangka panjang Solana. Dukungan ini dapat membantu menahan tekanan jual dan membatasi risiko penurunan harga meski indikator jangka pendek masih campuran.
Harga SOL Mungkin Akan Mengalami Breakout
Harga Solana diperdagangkan mendekati US$126 pada waktu publikasi, dan bertemu resistance di level ini. Walau mulai stabil, SOL diperkirakan akan menutup tahun 2025 dengan penurunan sekitar 33%. Kondisi ini menunjukkan pemulihan saat ini hanyalah koreksi, bukan pembalikan tren utama.
Dalam waktu dekat, Solana bisa saja menguji resistance di sekitar US$130 jika dukungan holder jangka panjang tetap kuat. Jika masuknya dana baru dari investor lebih luas tidak meningkat, potensi kenaikan bisa saja tetap terbatas. Konsolidasi di bawah US$126 kemungkinan besar terjadi jika momentum melemah.
Risiko penurunan harga masih tetap ada. Gagal mempertahankan support di US$123 bisa membawa SOL turun ke wilayah US$118. Jika ini terjadi, optimisme bullish akan gugur dan memperkuat pola bearish secara lebih luas hingga permintaan yang lebih kuat kembali muncul.