Kembali

Solana Rilis Perbaikan “Mendesak” karena Adopsi Validator Masih Lamban

editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

11 Januari 2026 18.55 WIB
  • Pada 10 Januari, jaringan blockchain Solana melakukan update mendesak untuk perangkat lunak validator.
  • Namun, sebagian besar validator jaringan masih menjalankan klien versi lama pada waktu publikasi.
  • Keterlambatan Ini Terjadi di Tengah Penurunan 42% Validator Solana Aktif dalam Satu Tahun Terakhir
Promo

Blockchain Solana sedang menghadapi ujian infrastruktur penting akhir pekan ini, karena para pengembang merilis patch keamanan “mendesak” kepada para validator di seluruh jaringan.

Pada 10 Januari, Solana Status mengumumkan rilis segera untuk validator client v3.0.14.

Sponsored
Sponsored

Lebih dari Setengah Validator Jaringan Masih Menggunakan Software Lama

Walaupun komunikasi resmi menyebut rilis ini sebagai langkah proaktif untuk meningkatkan “stabilitas”, pola peluncuran update ini memiliki ciri khas intervensi keamanan yang sangat penting.

“Validator! Jika Anda belum memperbarui node Anda, segera lakukan upgrade ke 3.0.14,” ujar Tim Garcia, Solana Validator Relations Lead di Solana Foundation, melalui X.

Nampaknya, penyebab utama dari keadaan mendesak ini masih belum diungkapkan secara terbuka. Hal ini membuat pasar harus percaya bahwa rilis terbaru tersebut bisa mengatasi potensi ancaman apa pun.

Namun, data validator dari Solanabeach menunjukkan adanya keterlambatan berbahaya dalam adopsi perangkat lunak baru ini.

Pada saat artikel ini diterbitkan, sebagian besar nilai yang diamankan jaringan masih menggunakan perangkat lunak lama.

Sekitar 51,3% dari stake jaringan masih dikelola oleh validator yang menjalankan client v3.0.13 yang sudah usang. Hanya 18% dari stake yang sudah pindah ke versi baru v3.0.14 yang lebih aman.

Sponsored
Sponsored

Pada sistem Proof-of-Stake, respons yang lambat terhadap upgrade “mendesak” seperti ini membuka jendela kerentanan yang lebih tinggi.

Sementara itu, friksi operasional ini terjadi di tengah semakin banyaknya penyedia infrastruktur jaringan yang menyerah.

Total jumlah validator aktif yang memproses transaksi dan menjaga keamanan ledger sudah turun 42% selama setahun terakhir. Jumlahnya anjlok dari puncak sebanyak 1.364 validator, kini hanya tersisa 783 saja, menurut data dari Solana Compass.

Penyusutan ini tidak hanya membuat kendali jaringan berpusat pada segelintir pihak, melainkan juga menandakan bahwa ekonomi menjalankan node Solana makin sulit dijangkau oleh operator skala kecil.

Volume Solana Decentralized Exchange Naik Pesat

Terlepas dari semua indikator tersebut, metrik adopsi Solana justru tetap tinggi di industri aset kripto.

Data DeFiLlama menunjukkan aktivitas on-chain masih kuat, dengan volume decentralized exchange (DEX) melonjak 23% pekan ini hingga menembus US$35 miliar. Ini merupakan volume mingguan tertinggi jaringan sejak pekan pertama November lalu.

Bahkan, Solana masih mendominasi industri, memproses 8 kali lebih banyak transaksi harian dibanding chain lain selama enam bulan terakhir.

Solana Stablecoin Market Cap.
Kapitalisasi Pasar Stablecoin Solana | Sumber: Token Terminal

Data dari Token Terminal juga menguatkan pertumbuhan ini, di mana penggunaan stablecoin di Solana naik sekitar 200% selama setahun terakhir. Kini jaringan ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan total likuiditas stablecoin sekitar US$15 miliar.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori