S&P Global setuju pada hari Kamis untuk membeli OpenZeppelin, di mana kode open-source miliknya menjadi fondasi bagi sebagian besar stablecoin terbesar di dunia. Ini menjadi akuisisi aset kripto kedua oleh raksasa rating itu hanya dalam tiga hari.
Kedua perusahaan tidak mengungkapkan jumlah harganya. Akuisisi ini memberikan S&P kendali atas kode yang menggerakkan uang ter-tokenisasi, bukan hanya data yang mendeskripsikannya.
Kode di Balik Sebagian Besar Stablecoin
Sejak 2015, OpenZeppelin telah merilis blok bangunan smart contract secara gratis. Smart contract adalah program yang memindahkan uang di blockchain tanpa perantara bank.
Perusahaan itu menyebut kodenya telah menangani nilai lebih dari US$37 triliun. Mereka sudah menjalankan lebih dari 900 pemeriksaan keamanan dan menemukan lebih dari 10.000 kelemahan.
“Standar, teknologi, dan keahlian OpenZeppelin sudah menjadi penggerak infrastruktur di balik stablecoin terbesar dunia, dana ter-tokenisasi, protokol DeFi, dan pasar onchain terdepan,” ujar CEO Demian Brener dalam pernyataan perusahaan.
Dia tetap menduduki posisinya dan akan melapor langsung kepada Presiden S&P Global Ratings, Yann Le Pallec.
S&P Global Sudah Satu Tahun Memberi Rating Produk Kripto
Perusahaan itu menerbitkan rating kredit pertama untuk protokol DeFi, Sky, serta penilaian stabilitas stablecoin. Mereka juga sempat tokenisasi S&P 500 bersama Centrifuge, lalu membangun tolok ukur hibrida kripto-ekuitas.
Semua penilaian itu menilai suatu produk. Ketika membeli OpenZeppelin, S&P kini juga menilai kode yang berada di baliknya.
Pergeseran arah ini punya cerita sejarah tersendiri. Pada tahun 2015, S&P membayar US$1,375 miliar untuk menyelesaikan klaim Departemen Kehakiman Amerika Serikat bahwa mereka telah menipu investor lewat rating hipotek era krisis.
Dua Akuisisi Berbeda dalam Tiga Hari di Dua Lapisan Berbeda
Pada hari Senin, S&P memimpin pendanaan sebesar US$110 juta di Kaiko. Perusahaan asal Paris tersebut menjual data harga di lebih dari 150 exchange dan protokol. BNP Paribas, Nasdaq Ventures, dan Royal Bank of Canada juga ikut dalam pendanaan ini.
Kaiko mengukur berapa nilai aset ter-tokenisasi. Sementara OpenZeppelin memeriksa apakah kode yang menopangnya benar-benar kuat.
Kedua investasi ini berhadapan dengan kenyataan yang kurang nyaman. CoinGecko meneliti 245 insiden sejak Januari 2025. Protokol yang sudah lulus audit independen tetap menyumbang 88% dari seluruh dana yang dicuri. Kerugian akibat pembobolan itu mencapai US$3,63 miliar sampai Juli 2026, yang membuktikan bahwa protokol yang sudah diaudit pun tetap kehilangan dana.
Investor masih belum terlalu antusias terhadap S&P Global. Saham SPGI ditutup di harga US$406,76 pada 16 September, mendekati titik terendah dalam rentang 52 minggu, dengan harga tertinggi US$552,25.









