Saham preferen STRC milik MicroStrategy mencatat volume perdagangan harian sebesar US$1,1 miliar pada hari Senin, mencetak rekor tertinggi baru untuk instrumen tersebut.
Perusahaan tersebut mengonfirmasi lonjakan tersebut, dengan mencatat kenaikan 46,5% dari puncak sebelumnya. Lonjakan mendadak ini menarik perhatian pasar aset kripto, karena trader berusaha mencari tahu dampaknya terhadap eksposur Bitcoin.
Lonjakan Volume STRC Memperkuat Narasi Akumulasi Bitcoin
Menurut Matthew Sigel, kepala riset aset digital di VanEck, lonjakan volume ini bisa terkait dengan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar.
Memang, MicroStrategy melaporkan pembelian Bitcoin terbaru pada hari Senin, senilai US$1 miliar dalam BTC dan membuat total kepemilikan perusahaan menjadi 780.897 Bitcoin.
Waktu pembelian tersebut menambah spekulasi, apalagi MicroStrategy selama ini memang sering memanfaatkan momentum pasar untuk menambah kepemilikan Bitcoin mereka.
Michael Saylor pun memperkuat narasi ini dengan menyoroti besarnya volume dan kestabilan sesi perdagangan tersebut.
“US$1,156 miliar likuiditas. Satu sen volatilitas. Ditutup di harga pari. $STRC,” ia tulis.
Kombinasi likuiditas tinggi dan volatilitas rendah ini menunjukkan eksekusi yang terkontrol, biasanya mencerminkan aksi posisi berskala institusional, bukan perdagangan ritel.
Analis Tunjukkan Ratusan Juta Dolar Potensi Pembelian BTC
Pelaku pasar memperkirakan sekitar US$600 juta hingga US$700 juta dalam Bitcoin telah dibeli lewat arus terkait STRC.
“Skenario bullish STRC untuk BTC sedang berjalan. Perkiraan pembelian STRC hari ini US$600-700 juta. Bisa saja tembus lebih dari satu miliar besok,” ujar Taiki Maeda.
Beberapa analis menilai angkanya bisa melampaui US$1 miliar jika momentum berlanjut ke sesi perdagangan berikutnya.
Arus masuk modal yang kini kembali positif membuat para analis menilai pergeseran sentimen dari titik terendah bear market mendorong percepatan investasi.
Bitcoin sendiri baru-baru ini menguji level harga bawah, sehingga menciptakan peluang akumulasi kembali.
Pada saat yang sama, perbandingan aktivitas perdagangan antara STRC dan saham utama MicroStrategy membuat banyak pihak tercengang.
Analis menyoroti bahwa volume STRC telah mencapai porsi signifikan dari volume harian perdagangan saham MicroStrategy, yang tergolong tidak biasa untuk instrumen ini.
Prediksi selanjutnya menunjukkan bahwa jika pola historis terulang, volume STRC dapat meningkat lagi sebelum peristiwa penting di pasar.
Salah satu pelacak memperkirakan lonjakan di atas US$1 miliar lagi, berdasarkan tren perdagangan bulan sebelumnya.
“Bulan lalu T-2 ada 4,6 juta lembar saham, T-1 ada 7,5 juta lembar saham. Sekitar 60% kenaikan. Jika besok berlanjut, kita bisa melihat sekitar 12,8 juta lembar saham (jauh di atas US$1 MILIAR),” terang mereka.
Lonjakan terbaru ini menunjukkan bagaimana produk terstruktur yang terkait MicroStrategy bisa saja memengaruhi permintaan Bitcoin.
Walaupun masih belum jelas apakah aktivitas ini mencerminkan akumulasi langsung atau posisi pasar yang lebih luas, namun besarnya arus dana menunjukkan kembali peran institusi dalam mengarahkan pergerakan harga Bitcoin.





