Starknet (STRK) menjadi token dengan performa terburuk di antara 300 aset kripto teratas hari ini, menurut data CoinGecko. Token ini turun 27,9% dalam 24 jam terakhir seiring pasar secara luas mengalami penurunan.
Penurunan ini memangkas reli tiga digit yang sebelumnya membawa STRK menyentuh harga tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Akan tetapi, sebuah peristiwa penting akhir pekan ini akan menguji seberapa kuat ketahanan reli tersebut.
Quantum Pitch, Lonjakan Wallet, dan Pembalikan Tajam
Harga STRK diperdagangkan di US$0,08675 menurut data BeInCrypto Markets. Meski mengalami penurunan harian, token ini masih mencatat lonjakan sebesar 213,82% dalam sebulan terakhir.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan kabar terbaru secara langsung
Reli STRK semakin kuat setelah pengumuman Starknet pada 8 Oktober di X. Jaringan tersebut menyampaikan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk beralih dari layer-2 Ethereum (ETH) menjadi layer-1 yang berdiri sendiri.
“Kami secara aktif mempertimbangkan untuk menjadi L1. Ini akan membuat Starknet menjadi jaringan pertama yang benar-benar tahan terhadap quantum, dengan target tahun 2027,” ujar tim tersebut.
Usai pengumuman itu, altcoin ini langsung melonjak tajam. Harganya menyentuh level tertinggi intraday di US$0,1265 pada 11 Oktober, yang merupakan harga tertingginya sejak awal Desember.
Pernyataan Starknet ini juga menyorot perdebatan yang lebih luas di dunia kripto. Para ahli memperingatkan bahwa kemajuan pada quantum computing bisa membuat enkripsi blockchain zaman sekarang rentan lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.
Reli ini juga menarik gelombang pengguna baru. Pertumbuhan jaringan, yang dihitung dari jumlah alamat baru, mencapai rekor 1.166 wallet STRK dalam satu hari.
Aktivitas juga meningkat bersamaan. Jumlah alamat aktif, yaitu wallet yang melakukan transaksi, mencapai 2.822 pada 11 Oktober berdasarkan data Santiment.
Angka ini melampaui rekor sebelumnya sebanyak 2.579 pada 21 Februari 2024, tepat sehari setelah STRK menyentuh harga tertinggi sepanjang masa di US$4,41. Lonjakan terbaru ini terjadi saat harga mencapai puncak lokalnya.
Santiment menuturkan bahwa waktu terjadinya lonjakan ini sesuai dengan pola pasar yang sering terjadi.
“Ini merupakan setup FOMO klasik. Peserta baru sering kali masuk setelah reli besar terlihat jelas, sehingga pembelian menjadi ramai di puncak dan meningkatkan kemungkinan terjadi koreksi jangka pendek. Koreksi STRK setelahnya sangat cocok dengan pola tersebut,” papar mereka.
Tekanan jual juga berasal dari pasar yang lebih luas, di mana kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun 4%.
Gelombang Pasokan Baru Uji Reli Starknet
Dengan pasar yang sudah menekan harga, STRK juga akan menghadapi peristiwa pasokan tersendiri. Pada 15 Oktober, Starknet akan melakukan unlock 127 juta STRK, menurut data Tokenomist yang dikutip dalam ringkasan mingguan BeInCrypto.
Pelepasan ini setara dengan 3,37% dari total suplai token yang sudah beredar. Kontributor awal akan menerima 66,61 juta STRK, sedangkan investor mendapatkan 60,39 juta.
Pada harga saat ini, jumlah tersebut bernilai lebih dari US$11 juta. Ini adalah bagian dari jadwal bulanan yang akan mengirimkan token STRK kepada kontributor awal dan investor hingga Maret 2027.
Unlock bulan ini terjadi ketika STRK masih mencatat kenaikan bulanan 213%. Setiap penerima yang melepas keuntungan akan menambah tekanan jual di pasar yang memang sudah mulai turun dari puncak.
Permintaan dari wallet terbesar sejauh ini masih bertahan. Sepuluh alamat terbesar Starknet kini memegang sekitar 7,09 miliar STRK menurut data Santiment.
Ini merupakan saldo gabungan tertinggi mereka sejak April. Santiment menuturkan bahwa antusiasme ritel mulai menurun, namun wallet besar justru terus menambah posisi mereka.
Unlock pada 15 Oktober akan menjadi ujian apakah wallet-wallet besar ini tetap akan menyerap pasokan saat token masuk ke pasar.
Langganan kanal YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli









