Kembali

Dari Layer Likuiditas ke Mesin Eksekusi: Cara Omniston Melakukan Skala di Produksi

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Oihyun Kim

editor avatar

Diedit oleh
Shilpa Lama

17 Februari 2026 19.00 WIB

Membangun decentralized application (DApp) swap sebenarnya cukup sederhana. Tapi, menjalankannya di kondisi pasar nyata — bersama bot, pelaku arbitrase, dan likuiditas yang sangat fluktuatif — sangat berbeda. BeInCrypto berbincang dengan Andrey Fedorov, CMO & CBDO di STON.fi Dev pada acara Consensus Hong Kong untuk mengupas seperti apa proses itu berjalan sesungguhnya.

STON.fi diluncurkan sebagai AMM (automated market maker) di TON Blockchain — menawarkan antarmuka swap menggunakan pool likuiditas. Omniston, protokol agregasi likuiditas mereka, hadir belakangan sebagai jawaban atas fragmentasi: banyaknya decentralized exchange di TON membuat pengguna harus membandingkan harga secara manual di berbagai protokol. Omniston dirancang untuk mengatasi masalah itu dengan menggabungkan likuiditas ke satu pintu akses.

Agregasi ini berhasil. Namun, ketika skala bertambah, muncul keterbatasan baru.

Sponsored
Sponsored

Tiga Pelajaran dari Produksi

Fedorov terbuka tentang masalah yang terjadi di awal. “Awalnya hanya ada satu token, dan secara teknologi sangat mudah untuk menanganinya. Aktivitas juga masih minim, jumlah pengguna sedikit. Tapi seiring waktu, pertumbuhan meledak,” tutur Fedorov.

Pelajaran pertama adalah soal skalabilitas. Baik bagian front end maupun back end kewalahan menghadapi lonjakan permintaan yang tidak terduga. Pelajaran kedua lebih rumit: multi-hop swap — menyalurkan trading melewati token perantara — berjalan lancar saat diuji coba, tapi memunculkan masalah tak terduga saat dijalankan secara live. “Secara teori, kedua hop berjalan mulus,” terang Fedorov. “Tapi di dunia nyata, ada transaksi bersamaan, likuiditas berpindah-pindah antar pool, dan beberapa decentralized exchange meng-update kondisi secara paralel. Hop pertama bisa sukses sementara hop kedua gagal.”

Pelajaran ketiga adalah soal kompleksitas itu sendiri. Model awal hanya memperhitungkan pelaku sederhana: pengguna swap, penyedia likuiditas menyetor dana. Kenyataannya, ada arbiter, bot, dan pola interaksi jauh lebih kompleks yang belum benar-benar dipetakan. “Saya rasa mustahil untuk memperhitungkan semuanya sejak awal. Anda harus luncurkan dulu, lalu amati jalannya, dan segera perbaiki jika terjadi kendala,” ucap Fedorov.

Sekarang, STON.fi menyumbang 80 sampai 90 persen aktivitas decentralized exchange pada TON, membuktikan dominasinya terhadap volume swap di chain tersebut. Tapi swap lintas chain, langkah berikut di roadmap, akan kembali mengubah dinamika itu. “Fundamental-nya tetap sama, tapi saya yakin tantangan baru pasti muncul,” papar Fedorov.

Andrey Fedorov saat di Consensus HK
Andrey Fedorov di Consensus HK

Mengapa Agregasi Saja Tidak Cukup

Awalnya, alasan utama Omniston hadir adalah menghubungkan semua pool decentralized exchange TON dan menemukan jalur terbaik. Tapi agregasi likuiditas publik tetap memiliki batasnya. Jika tidak ada yang menambahkan likuiditas pada sebuah pair, sebaik apapun smart routing, tetap tidak bisa membantu.

Sponsored
Sponsored

“Kadang orang memang tidak mau menyediakan likuiditas di pool tertentu,” ujar Fedorov. “Saat pengguna ingin swap token di pool itu, mereka tidak akan dapat harga bagus karena memang tidak ada likuiditasnya.”

Solusinya adalah escrow swap — jalur eksekusi paralel yang mengambil likuiditas privat dari market maker profesional yang disebut “resolver.” Jadi, Omniston kini menimbang baik sumber likuiditas publik maupun privat, lalu mengarahkan swap ke jalur mana yang bisa memberikan hasil lebih optimal.

“Ini bukan solusi ajaib, karena dua-duanya harus tetap ada. Kombinasi keduanya memberikan pengalaman terbaik,” tegas Fedorov.

Tokenized Equities sebagai Stress Test

Model escrow membuktikan manfaatnya ketika STON.fi mengintegrasikan xStocks — representasi tokenisasi saham AS yang diterbitkan oleh Backed Finance. Secara teknis, ini adalah jetton TON, tapi karakternya berbeda dengan token crypto-native yang berdampak pada eksekusi.

Tantangan terbesar adalah soal likuiditas: berbeda dengan pair crypto besar, xStocks belum punya pool AMM yang dalam di berbagai pasangan. Secara teknis, dukungan AMM sudah tersedia. Tapi kami juga menambah jalur eksekusi lain — escrow swap — agar pengguna bisa menjangkau likuiditas lebih dalam. Kini, sebagian besar volume xStocks diproses melalui escrow.

Dari sisi pengguna, Fedorov menegaskan bahwa pengalaman swap harus terasa sama seperti swap lain. “Kami ingin pengguna melupakan kerumitan teknis. Di balik layar memang berbeda, tapi pengguna tidak melihat bedanya,” papar Fedorov.

Sponsored
Sponsored

Pilihan antara Menyimpan Aset Kripto Sendiri dan Trade-off-nya

Fedorov bicara gamblang tentang batasan jika ingin tetap benar-benar non-custodial.

“Kadang kami melihat ada solusi yang pertumbuhannya pesat — pengguna besar, volume tinggi. Secara bisnis, mengintegrasikan mereka bisa mendongkrak pertumbuhan kami secara instan. Tapi sebagian besar justru centralized. Saat saya bawa opsi itu ke tim teknis, jawabannya sederhana: caranya bukan begitu,” jelas Fedorov. STON.fi memang non-custodial. Pengguna tetap memegang aset mereka di wallet pribadi. Swap dieksekusi langsung melalui smart contract.

Integrasi centralized memang lebih cepat dan mudah — cukup dengan integrasi API. Integrasi decentralized finance memerlukan logika kontrak trustless yang memastikan aset tidak pernah keluar dari wallet pengguna. “Kami bisa saja bertumbuh lebih cepat bila kompromi soal custody. Tapi itu artinya kami bukan membangun pondasi decentralized finance, justru membuat satu lapis fintech baru,” terang Fedorov.

Pertukaran ini bukan cuma soal teknologi. Ada unsur edukasi juga. Kadang, ini jadi tantangan marketing dan komunikasi. Self-custody menuntut tanggung jawab berpindah ke pengguna — sesuatu yang sering kali dianggap remeh oleh pendatang baru. “Jika seseorang kehilangan seed phrase, kami tidak bisa mengembalikan akses. Kami memang tidak menyimpan datanya. Tapi cukup sering pengguna tetap datang ke kami mencari bantuan, seolah-olah seperti ke bank atau centralized exchange,” papar Fedorov.

Dalam sistem terpusat, selalu ada ‘jaring pengaman’ — reset password, pemulihan akun, atau layanan pelanggan yang punya kewenangan override. Dalam decentralized finance, keamanan justru muncul dari ketiadaan “backdoor” itu. Mekanisme yang melindungi pengguna adalah juga yang menghilangkan peluang kami untuk turut campur.

Sponsored
Sponsored

Bagi STON.fi, itu berarti harus lebih serius mengedukasi, membantu onboarding, dan memperjelas tampilan UX — tanpa mengorbankan prinsip utama self-custody.

“Ini pilihan jangka panjang. Dalam jangka pendek, edukasi memang lebih berat. Tapi untuk ke depannya, pengguna akan paham pentingnya memiliki aset sendiri. Terutama di Web3, inilah esensi utamanya,” ucap Fedorov.

Distribusi Dulu, lalu Kedalaman

Fedorov memandang TON bukan hanya sebagai pilihan blockchain, tetapi juga sebagai strategi distribusi karena integrasinya dengan Telegram. STON.fi dan Omniston terintegrasi dengan wallet, aplikasi, game, dan bot di seluruh ekosistem Telegram — masing-masing menjadi permukaan swap yang potensial. “Mereka ingin menggunakan protokol kami karena mereka ingin mengaktifkan swap di aplikasi mereka. Tapi ini juga adalah jaringan distribusi kami. Jadi, ini saling menguntungkan,” ujar Fedorov.

Fase berikutnya adalah agregasi lintas chain — dimulai dari Tron, lalu berkembang ke chain EVM — demi menyatukan likuiditas di berbagai ekosistem, bukan hanya di berbagai decentralized exchange pada satu chain saja.

“Permudah bagi mereka yang tidak ingin memikirkan hal teknis. Luaskan distribusi dengan mengintegrasi ke semua aplikasi. Dan agregasikan likuiditas dari berbagai blockchain, bukan satu saja,” tutur Fedorov. “Itulah roadmap-nya. Sekarang saatnya untuk melakukan scaling.”

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori