CEO Strive, Matt Cole, mengatakan Bitcoin (BTC) bisa saja melonjak tanpa batas terhadap dolar AS, sebab menurutnya, krisis utang yang terjadi di Washington — bukan karena kelangkaan Bitcoin — yang pada akhirnya akan merontokkan nilai mata uang tersebut.
Pernyataan Cole ini disampaikan di Bloomberg Crypto, ketika nilai pasar aset digital kembali naik ke US$3 triliun sejak Januari. Strive, perusahaan treasury Bitcoin yang mengumpulkan modal untuk membeli dan menyimpan BTC di neracanya, menjadi salah satu pembeli paling agresif sepanjang siklus pasar ini.
Krisis Utang, Bukan Cerita Bitcoin
Cole menjelaskan bahwa imbal hasil Treasury 10 tahun seharusnya sudah berada di atas 10% jika The Fed dan Departemen Keuangan benar-benar mundur sepenuhnya dari pasar obligasi.
Ia memberikan kredit pada Menteri Keuangan, Scott Bessent, yang saat ini bisa menahan kenaikan imbal hasil jangka panjang, namun Cole menilai intervensi ini hanya menunda perhitungan akhir, karena tidak ada pihak di Washington yang benar-benar mau memangkas pengeluaran.
“Kami berpikir Bitcoin secara efektif bisa naik tak terbatas dibandingkan dolar.”
— Matt Cole, di Bloomberg
Pemikiran itu menjadi dasar prediksi publik Strive soal pertumbuhan tahunan Bitcoin yang mencapai 50% secara majemuk hingga 2030. Cole menyebut angka ini masih tergolong konservatif mengingat siklus bull market aset ini di masa lalu, pandangan yang juga ia paparkan ketika dia menyatakan bear market sudah selesai bulan lalu.
Inilah juga alasan mengapa SATA preferred stock milik Strive, yang membagikan dividen tunai harian, menurut Cole, mampu mengungguli performa Bitcoin sendiri lebih dari 100% di 2026 ketika BTC berada di kisaran harga yang relatif stagnan.
Mengapa Model Treasury Tetap Bertahan
Cole juga membantah anggapan bahwa model perusahaan treasury Bitcoin mulai ditinggalkan. Ia berpendapat bahwa model tersebut tidak pernah gagal, hanya saja perusahaan yang tidak punya strategi jelas atau ketentuan utang yang sehat memang kesulitan saat bear market tiba, sementara pembeli disiplin memilih terus mengakumulasi bahkan ketika Wall Street treasuries pun kembali berbelanja.
Cole menekankan bahwa pergerakan harga Bitcoin hanya menjadi faktor kedua setelah taruhan pada disfungsi fiskal AS, yaitu taruhan yang baru berbuah jika pasar obligasi dan dolar bergerak sesuai dengan prediksinya dalam beberapa tahun ke depan.









