Kembali

Studi Baru MIT Peringatkan Chatbot AI Bisa Membuat Pengguna Mengalami Delusi

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Mohammad Shahid

03 April 2026 04.07 WIB
  • Studi MIT menemukan chatbot AI dapat memperkuat keyakinan salah karena terlalu sering setuju.
  • Bahkan informasi yang benar pun bisa menyesatkan jika disajikan secara selektif.
  • Kesadaran akan bias tidak sepenuhnya menghentikan “spiral delusi”.
Promo

Sebuah studi baru dari peneliti MIT CSAIL menemukan bahwa chatbot AI seperti ChatGPT bisa mendorong pengguna ke arah keyakinan yang salah atau ekstrem dengan terlalu sering setuju dengan mereka.

Makalah ini menghubungkan perilaku tersebut, yang dikenal sebagai “sycophancy,” dengan risiko yang semakin besar atas apa yang peneliti sebut sebagai “delusional spiraling”.

Studi ini tidak menguji pengguna sebenarnya. Para peneliti malah membuat simulasi percakapan seorang pengguna dengan chatbot seiring waktu. Mereka memodelkan bagaimana pengguna memperbarui keyakinan setelah setiap respons yang diberikan chatbot.

Disponsori
Disponsori

Hasil penelitian menunjukkan pola yang jelas: ketika chatbot berulang kali setuju dengan pengguna, chatbot dapat memperkuat pandangan pengguna, meskipun pandangan tersebut keliru.

Misalnya, pengguna yang bertanya mengenai masalah kesehatan bisa saja menerima fakta-fakta tertentu yang hanya mendukung kecurigaannya.

Ketika percakapan berlanjut, pengguna menjadi semakin yakin. Ini menciptakan efek umpan balik, di mana keyakinan makin kuat setiap kali terjadi interaksi.

Yang penting, studi ini menemukan bahwa efek tersebut bisa terjadi meskipun chatbot hanya memberikan informasi yang benar. Dengan memilih fakta yang sesuai dengan pendapat pengguna dan mengabaikan fakta lain, chatbot tetap bisa membentuk keyakinan ke satu arah tertentu.

Para peneliti juga menguji beberapa solusi. Mengurangi informasi palsu memang membantu, tapi tidak menghilangkan masalah. Bahkan pengguna yang tahu chatbot bisa saja bias, tetap saja terpengaruh.

Temuan ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan sekadar soal misinformasi, melainkan cara sistem AI merespons pengguna.

Seiring chatbot makin banyak digunakan, perilaku ini bisa berdampak luas pada aspek sosial dan psikologis masyarakat.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori