Bitcoin Power Law, model yang telah diperjuangkan oleh fisikawan Giovanni Santostasi selama lebih dari satu dekade, kini telah menjadi ilmu yang diakui secara peer reviewed. Studi baru ini menyatakan pertumbuhan harga jangka panjang Bitcoin (BTC) mengikuti tren matematika yang dapat diprediksi karena adopsi jaringan.
Jurnal Nonlinear Science milik Elsevier menerbitkan studi ini secara online pada 29 Juni. Analis Benjamin Cowen segera menyampaikan ucapan selamat.
Dari Postingan Reddit Menjadi Ilmu yang Diakui Peer Reviewed
Santostasi, mantan profesor fisika yang bertahun-tahun meneliti gelombang gravitasi, pertama kali menggambarkan ide tersebut di sebuah postingan Reddit pada 2014. Ia melihat harga Bitcoin naik membentuk garis lurus ketika diplot dalam skala logaritma.
Selama bertahun-tahun, teori ini hanya berkembang di media sosial dan grafik komunitas, lalu Santostasi memperluasnya dalam esai Medium tahun 2024. Para pengkritik sempat menganggapnya sekadar curve fitting, sama seperti kritik yang ditujukan pada Bitcoin rainbow chart yang terkenal.
Para akademisi sebelumnya telah mengaitkan nilai Bitcoin dengan ukuran jaringan. Timothy Peterson menerbitkan analisis Metcalfe’s Law pada 2018, dan riset Royal Society menyusul tahun 2019. Tapi, kedua studi itu memperlakukan laju pertumbuhan Bitcoin hanya sebagai angka yang disesuaikan dengan data, bukan sebagai angka yang secara matematis diprediksi oleh formulanya.
Celahlah itu yang kini diklaim oleh Santostasi dan rekannya Stephen Perrenod telah mereka tutup. Mereka telah mempertahankan modelnya di depan reviewer independen, dan jurnal pun menerima manuskrip tersebut.
“Achievement unlocked! Power Law paper published. Thank you for all your support and constuctive criticism along the way,” tulis Santostasi dalam sebuah postingan di X.
Ikuti kami di X untuk update berita terbaru secara langsung
Cowen, lulusan PhD teknik nuklir dan pendiri perusahaan analisis Into The Cryptoverse sejak 2019, beberapa hari kemudian juga secara terbuka menyampaikan selamat kepada Santostasi.
Apa Temuan Studi Bitcoin Power Law?
Makalah ini menganalisis 5.696 harga harian Bitcoin dari Juli 2010 hingga Februari 2026. Selama periode itu, satu kurva matematis yang stabil, dikenal sebagai power law, menjelaskan sekitar 96% variasi harga jangka panjang Bitcoin.
Penulis melacak pola ini berasal dari dua kekuatan sederhana:
- Pengguna baru bergabung ke Bitcoin dalam gelombang yang makin cepat.
Bentuk pertumbuhan yang sama pernah didokumentasikan oleh studi pada epidemi AIDS di Amerika Serikat tahun 1989.
- Nilai jaringan meningkat setiap kali pendatang baru terhubung dengan semua pengguna yang sudah ada.
Kedua efek ini bila digabung hampir persis memprediksi laju pertumbuhan Bitcoin selama 15 tahun. Prediksi tersebut hanya selisih 1,6% dari angka riil yang diukur.
Penulis menyoroti bahwa spekulasi tetap berpengaruh. Tetapi, gejolak naik turun hanya mengelilingi tren utama, bukan justru menentukan arahnya. Makalah itu juga merinci kondisi-kondisi yang bisa membatalkan model sehingga teorinya tetap dapat diuji.
Bisakah Model Ini Bertahan di Bear Market?
Waktu publikasi studi ini menambah daya tariknya. Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$60.642, menurut data BeInCrypto Markets. Harga tersebut turun 43% selama satu tahun terakhir dan 52% di bawah rekor Oktober 2025 di angka US$126.080.
Banyak kerangka analisis populer lainnya juga kesulitan saat market turun belakangan ini. Model stock-to-flow sudah tak lagi relevan, sementara Standard Chartered dan Galaxy Digital memberikan batas bawah di level US$59.000 dan US$40.000 dalam debat mengenai titik terendah Bitcoin.
Alat berbasis siklus juga menghadapi pertanyaan serupa. Aturan 500 hari halving masih menandai jendela beli pada November 2026, sementara CEO Coinbase Brian Armstrong tetap membela siklus 4 tahun.
Makalah ini pun memberi jawaban langsung soal daya tahan model. Seluruh bear market sebelumnya tetap berada dalam rentang normal model tersebut. Uji kestabilan menunjukkan tidak ada gangguan struktural antara 2011 hingga 2026.
Penulis juga mengidentifikasi lima kondisi yang bila terjadi dapat membatalkan model, lengkap dengan tanda-tanda awal yang bisa diukur:
- Pelanggaran Lantai (F1) — harga turun lebih dari 3 deviasi standar di bawah garis tren dan tetap di sana selama lebih dari satu tahun. Untuk konteks tahun 2025, lantai tersebut sekitar US$10.000.
- Kolaps Adopsi (F2) — pertumbuhan alamat melambat tajam di bawah laju kubiknya dalam estimasi bergulir, misalnya, jika network saingan mulai menyerap pengguna baru Bitcoin.
- Pergeseran Eksponen (F3) — eksponen pertumbuhan keluar dari rentang 5,0–7,0 selama beberapa tahun.
- Breakdown Metcalfe (F4) — harga dan jumlah alamat terpisah jauh (fit Metcalfe R² bertahan di bawah 0,7), artinya pasar berhenti menilai Bitcoin sebagai produk network.
- Kolaps R² (F5) — kecocokan 3 tahun bergulir dari price power law turun di bawah 0,80 selama dua tahun berturut-turut.
namun, data studi ini berakhir pada Februari 2026, sehingga penurunan terbaru berada di luar cakupan data tersebut. Garis tren yang telah melalui proses peer-review tidak menjamin hasil di masa depan, dan penulis juga menghindari memberikan target harga.
Kekosongan data ini menjadikan bear market kali ini sebagai ujian pertama Bitcoin Power Law secara langsung sebagai karya ilmiah yang telah dipublikasikan.
Berlangganan channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli









