SVB Securities, sister Company dari Silicon Valley Bank (SVB), tengah menjajaki opsi untuk melakukan buyback bisnis bank investasi yang dimiliki oleh SVB Financial Group.
Menurut pihak yang mengetahui rencana tersebut, Chief Executive Officer (CEO) SVB Securities, Jeff Leerink, dan tim tengah bersiap mengumumkan aksi strategis tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Meski begitu, berdasarkan laporan Bloomberg, bukan berarti keputusan tersebut sudah final. Pasalnya, perusahaan masih harus mendapatkan persetujuan dari Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan New York.
“Belum ada keputusan akhir dan pembicaraan masih bisa berantakan,” jelasnya.
Seperti diketahui, pada pertengahan Maret lalu, mantan induk usaha dari Silicon Valley Bank (SVB), SVB Financial Group mengajukan kebangkrutan Bab 11 di pengadilan. Hal tersebut membuat beragam unit bisnis yang dijalankan SVB Financial Group, selain SVB Securities dan SVB Capital, berada dalam proses lelang.
Namun, tutupnya SVB menjadi simalakama bagi perusahaan. Kepala Restrukturisasi Keuangan SVB, William Kosturos, mengungkapkan bahwa SVB Financial tidak memiliki karyawan sendiri dan tidak memiliki akses ke Silicon Valley Bank. Padahal, beberapa pegawai yang memiliki posisi kunci berada di SVB.
Punya Utang US$3,3 Miliar dan Ekuitas US$2,2 Miliar
Dalam sebuah pernyataan, diketahui bahwa SVB Financial memiliki total ekuitas sebesar US$2,2 miliar. Sementara jumlah utang yang dimilikinya US$1,1 miliar lebih besar, yakni mencapai US$3,3 miliar.
Kejadiannya bertambah rumit, karena kreditur SVB Financial dan FDIC, selaku pihak yang dipercaya untuk mengelola Silicon Valley Bank pasca penutupan operasional, bakal sama-sama berjuang untuk mendapatkan haknya.
Niatan SVB Securities untuk menyelamatkan unit bisnis bank investasi SVB Financial sebenarnya sudah digaungkan tidak lama setelah entitas tersebut mengajukan kebangkrutan. Kala itu, SVB Securities mengatakan bahwa opsi terbaik adalah dengan melakukan merger.
Keberanian SVB Securities untuk mengambil alih salah satu bisnis induk usahanya cukup beralasan. Berdasarkan informasi dari salah seorang sumber menyebutkan bahwa terdapat dukungan dari hedge fund yang dipimpin oleh Seth Klarman, bos Baupost Group, di belakangnya.
Baupost Group sendiri merupakan salah satu hedge fund terbesar dengan dana kelolaan (AUM) mencapai lebih dari US$30 miliar.
Sejauh ini, tawaran yang masuk dalam proses lelang baru muncul dari SVB Securities. Namun lagi-lagi tidak ada jaminan yang memastikan bahwa kesepakatan itu bisa terjadi dan Baupost ikut dalam partisipasi tersebut.
Pada 2019 silam, SVB Financial mulai mengakuisisi healthcare investment bank Leerink Partners. Seiring berjalannya waktu, Leerink menjalankan beberapa bisnis yang akhirnya mengubah namanya menjadi SVB Securities di tahun 2022.
Otoritas AS Selidiki Kegagalan SVB
Kegagalan yang dialami oleh SVB memang memicu banyak efek di belakangnya. Selain potensi sengketa antara kreditur SVB Capital dan FDIC, kegagalan SVB juga memicu adanya investigasi terhadap firma investasi yang bercokol di Wall Street, yaitu Goldman Sachs.
Otoritas Amerika Serikat (AS) diketahui tengah melakukan penyelidikan terhadap Goldman Sachs atas upayanya yang dilakukan pada Silicon Valley Bank di pekan terakhir sebelum gagal. Saat itu, Sachs menyarankan pada para pemimpin SVB untuk menjual portofolio utang pemerintah AS senilai US$21 miliar.
Saran itu merupakan strategi untuk mendapatkan dana cepat, meskipun penjualannya dalam keadaan rugi. Akan tetapi, hal tersebut memantik aksi penarikan dana secara besar-besaran yang pada akhirnya menyeret SVB ke lembah kebangkrutan.
Pihak Goldman Sachs sendiri mengatakan bakal terus bekerja sama dan memberikan informasi pada regulator sehubungan dengan penyelidikan yang dilakukan.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.