Solana telah terjebak dalam fase konsolidasi selama beberapa minggu, tidak mampu menghasilkan momentum arah yang kuat secara berkelanjutan. Kondisi pasar yang tidak pasti dan ketakutan akan kerugian lebih dalam membuat para bear tetap mendominasi situasi.
Hasilnya, struktur harga Solana terus bergerak sideways, sehingga membuat para bull yang menunggu breakout menuju level lebih tinggi merasa frustrasi.
Holder Solana Masih Bearish
Data perubahan posisi bersih exchange menunjukkan SOL terus masuk ke exchange secara konsisten hampir satu bulan terakhir. Arus masuk SOL ke exchange secara terus-menerus termasuk sinyal bearish, yang menandakan para investor lebih bersiap untuk menjual daripada menambah kepemilikan.
Pola yang berkelanjutan ini mengindikasikan bahwa para holder aktif mengurangi eksposur, bukan membangun posisi baru.
Perilaku ini nampaknya dipicu oleh ketidakpastian, bukan karena ingin mengamankan profit. Biasanya, menjual ke exchange merupakan tanda realisasi profit secara strategis. Tapi, arus masuk ke exchange yang terus terjadi secara konsisten menunjukkan cerita berbeda.
Para investor memindahkan SOL ke exchange lebih karena kehati-hatian, bukan kepercayaan diri, sehingga mencerminkan kurangnya keyakinan arah harga di pasar secara umum.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Spent Output Profit Ratio (SOPR) Solana tetap berada di bawah 1,0 sejak pertengahan Oktober 2025, di mana tren ini secara perlahan menciptakan kondisi bear market untuk Solana.
Bacaan SOPR di bawah 1,0 secara konsisten menandakan bahwa mayoritas koin yang dipindahkan dijual dalam keadaan rugi, sehingga mencerminkan perilaku yang didorong ketakutan, bukan aksi ambil untung secara strategis.
Pola yang mengkhawatirkan juga terlihat di sekitar ambang 1,0. Setiap kali SOPR sempat pulih sebentar melewati level 1,0, selalu terjadi gelombang tekanan jual lebih kuat yang langsung menghambat momentum pemulihan sebelum benar-benar terbentuk.
Siklus yang seolah “mengalahkan diri sendiri” ini menjadi salah satu penghalang utama bagi Solana untuk menembus ke US$100.
Pembeli Lama Solana Memberikan Sedikit Kelegaan
Holder jangka panjang Solana (LTH) menjadi kekuatan konstruktif utama yang saat ini menopang harga. Walaupun sempat menjual, para LTH dengan cepat kembali ke aksi akumulasi seperti yang terlihat pada data perubahan posisi mereka.
Resiliensi perilaku ini menandakan bahwa segmen SOL holder yang paling yakin masih optimistis terhadap skenario pemulihan.
Akumulasi oleh LTH membawa pengaruh besar pada stabilitas harga. Aksi beli baru yang mereka lakukan secara aktif menahan tekanan bearish dari arus masuk ke exchange dalam jangka pendek serta data SOPR yang diwarnai ketakutan.
Tanpa dukungan dari LTH ini, kemungkinan besar Solana sudah breakdown dari rentang konsolidasi yang sekarang.
Harga SOL Mungkin Tidak Breakout dari Resistance Ini
Harga Solana saat ini berada di US$87, tepat di bawah resistance US$91. Altcoin ini telah membentuk support yang lebih kuat di level US$81 sejak akhir Februari. Rentang harga ini menggambarkan koridor konsolidasi sekarang, di mana baik pembeli maupun penjual tidak punya keyakinan cukup untuk mendorong harga secara tegas ke salah satu arah.
Sinyal pasar yang masih beragam sepertinya akan membuat Solana tetap bergerak dalam rentang antara US$81 sampai US$91 sehingga membatalkan reli SOL menuju US$100. Struktur sideways ini mencegah harga anjlok, namun sekaligus menghambat setiap upaya breakout yang berarti.
Masa konsolidasi memberikan kestabilan, tapi tidak menawarkan potensi kenaikan instan bagi trader yang mencari momentum harga ke arah target US$100.
Perubahan perilaku dari para long-term holder menjadi risiko utama penurunan. Jika para holder jangka panjang kembali menjual, SOL bisa jatuh menembus support di US$81 seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Breakdown ini akan membuat Solana berpotensi menguji level support US$76 sehingga seluruh skenario bullish-netral saat ini menjadi tidak berlaku.