Setelah sempat naik di awal tahun, harga XRP (XRP) mayoritas tetap tertekan, mencerminkan penurunan pasar aset kripto secara keseluruhan.
Ketika pasar aset kripto menghadapi tekanan berkelanjutan, ada satu sinyal penting dari pasar derivatif yang mengisyaratkan potensi pemulihan bullish jika minat investor kembali.
SponsoredHarga XRP Mengalami Kesulitan, namun Setup Derivatif Mungkin Mendukung Pemulihan
Data BeInCrypto Markets menunjukkan bahwa XRP memulai tahun 2026 dengan kuat, naik lebih dari 27% dalam lima hari pertama Januari. Tapi, momentum ini cepat memudar dan altcoin season ini berubah arah, menghapus sebagian besar keuntungan awalnya.
Dalam 24 jam terakhir, XRP memperpanjang tren turunnya dengan mencatat penurunan kecil 0,078%. Pada waktu publikasi, XRP diperdagangkan di harga US$1,88. Walaupun aksi harga masih lesu, perkembangan di pasar derivatif makin menjadi sorotan.
Pada sebuah unggahan baru-baru ini, analis Darkfost menyorot penurunan tajam open interest XRP setelah mencapai puncak US$1,76 miliar di Binance pada 17 Juli.
Analis tersebut menambahkan bahwa penurunan ini terjadi bersamaan dengan koreksi harga tajam pada XRP. Altcoin ini anjlok dari US$3,55 ke sekitar US$1,83, menghapus hampir setengah nilainya.
“Ketika posisi dilikuidasi atau ditutup secara sukarela, open interest di Binance terus turun, baru-baru ini jatuh di bawah ambang US$500 juta. Level ini telah bertahan sejak peristiwa likuidasi besar yang terjadi pada 10 Oktober,” terang unggahan itu.
Penyusutan open interest ini menyorot penurunan likuiditas yang signifikan di pasar derivatif, khususnya setelah crash pasar Oktober. Analis juga memaparkan bahwa harga yang turun secara mekanis mengecilkan angka open interest, sehingga memperparah penurunan secara keseluruhan.
Meski koreksi tajam terjadi, Darkfost menekankan bahwa fase deleveraging seperti ini berperan penting. Fase tersebut membantu membersihkan leverage berlebih dan mengatur ulang struktur pasar ke level yang lebih sehat.
“Periode seperti ini terlihat ketika open interest XRP di Binance turun di bawah rata-rata setengah tahunnya. Secara historis, fase pembersihan ini sering diikuti oleh pemulihan bullish, ketika minat investor perlahan kembali ke pasar derivatif,” ujar sang analis.
Selain pasar derivatif, BeInCrypto juga menemukan sinyal pemulihan potensial. Analisis tersebut menunjukkan metrik Liveliness menurun, menandakan akumulasi yang meningkat oleh holder jangka panjang. Pergeseran ini biasanya mengurangi tekanan jual.
Relative Strength Index (RSI) pun baru-baru ini pulih dari level jenuh jual di bawah 30, yang merupakan indikator umum momentum turun yang sudah lelah. Selain itu, XRP diperdagangkan di dalam pola descending wedge, formasi yang sering kali mendahului breakout bullish jika terkonfirmasi.
Kombinasi sinyal pasar derivatif, akumulasi jangka panjang, dan indikator teknikal jenuh jual memberi peluang setup positif untuk pemulihan. Walau begitu, masih ada hambatan yang bisa menantang prospek bullish.
Data menunjukkan cadangan XRP di Binance dan Upbit meningkat pada Januari, bersama-sama menyumbang hampir 10% dari suplai yang beredar. Konsentrasi ini, apalagi setelah harga turun, bisa menandakan tekanan jual lebih tinggi karena koin berpindah ke exchange untuk kemungkinan likuidasi.
Sekilas, beberapa minggu ke depan akan menentukan apakah fase deleveraging ini sudah cukup mengurangi kelebihan untuk menopang pemulihan sejati atau justru masih ada potensi penurunan lanjutan.