Terra Disebut sebagai Skema Ponzi, Sam Bankman-Fried Angkat Bicara

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Sam 'SBF' Bankman-Fried, CEO crypto exchange FTX, membela Do Kwon dan Terra saat dituduh sebagai skema Ponzi.

  • SBF mengatakan bahwa pertumbuhan LUNA didorong oleh antusiasme massal, strategi pemasaran, dan meme.

  • Selain SBF, Changpeng Zhao, CEO Binance, juga ikut mengomentari insiden yang dialami oleh ekosistem Terra.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Sam Bankman-Fried, pendiri crypto exchange FTX, menyampaikan pembelaannya terhadap Do Kwon dan ekosistem Terra, melalui Twitter pada hari Minggu (15/5) pagi kemarin.

Pria yang kerap disapa sebagai SBF ini menanggapi artikel Coindesk yang menggambarkan Do Kwon sebagai Elizabeth Holmes versi kripto. Bankman-Fried tidak setuju dengan pemberitaan tersebut.

“Tidak semua hal buruk adalah hal buruk yang sama,” tulis Bankman-Fried pada awal utas Twitter pembelaannya itu.

Alasan mengapa Coindesk menyandingkan Elizabeth Holmes dan Do Kwon, karena keduanya sama-sama memimpin proyek yang gagal dan mengakibatkan kerugian miliaran dolar. Namun, Sam Bankman-Fried menyatakan, meski Terra (LUNA) dan TerraUSD (UST) buruk dan berakhir dengan buruk pula, proyek kripto itu tidaklah sama seperti kegagalan Holmes dengan perusahaan Theranos miliknya.

Menurut hematnya, tidak ada orang yang menuduh Holmes atas kegagalan Theranos. Holmes diadili, sebab ia memang berbohong kepada para investor mengenai kapasitas teknologi yang sedang ia kembangkan. Akan tetapi, bagi Bankman-Fried, Do Kwon tidak membuat misinterpretasi seperti itu.

Sam Bankman-Fried Sebut Terra Bukan Skema Ponzi

SBF berpendapat bahwa LUNA dan UST sangatlah transparan. Do Kwon tetap yakin dengan proyek itu, terlepas dari adanya tanda-tanda bahwa kedua koin kripto tersebut bisa jatuh. Kwon juga tak pernah berbohong mengenai fakta bila UST didukung oleh aset-aset yang volatil dan bisa mengalami kejatuhan.

SBF menyampaikan keyakinannya bahwa antusiasme massal dan strategi pemasaran merupakan bahan bakar bagi pertumbuhan LUNA selama ini, walaupun ada bukti yang jelas jika proyek ini bisa jatuh.

“… Pemasaran [seperti] itu buruk. Namun, bukan jenis keburukan yang *sama* seperti Theranos,” jelas SBF pada poin ke-8 dari utasnya.

Bos FTX ini juga mengatakan, jika suatu proyek yang membuat orang-orang kehilangan uangnya, maka bukan berarti proyek tersebut adalah skema Ponzi. Ia mengutip contoh dari investasi selain LUNA yang telah kehilangan lebih dari 50% nilainya di tahun ini, termasuk di antaranya adalah ARK Investment milik Cathie Wood, AMC Entertainment, dan Netflix.

“Sebagian besar investasi yang buruk bukanlah skema Ponzi. Beberapa adalah penipuan, beberapa adalah kesialan, dan beberapa adalah sesuatu di antara keduanya,” ujar SBF.

Changpeng Zhao Ikut Komentari Tragedi LUNA dan UST

Selain Sam Bankman-Fried, ada bos crypto exchange ternama lainnya yang ikut angkat bicara perihal tragedi LUNA dan UST. Adalah Changpeng Zhao, CEO Binance, yang tak segan melontarkan kritik tajam kepada ekosistem Terra. Zhao menggambarkan UST sebagai “salah satu stablecoin yang over-leveraged” dan mengkritisi kekurangan pada desain ekosistemnya.

Hal lain yang dikritik oleh Changpeng Zhao adalah cara tim Terra menangani situasi krisis ini. Zhao mengklaim bahwa Binance sudah meminta Terra untuk mengembalikan jaringan dan membakar (burning) kelebihan koin LUNA yang sudah dicetak. Namun, menurut Zhao, tim Terra tidak menghiraukan permintaan tersebut, sehingga Binance pun memutuskan untuk menghentikan perdagangan LUNA dan UST pada platform mereka demi melindungi para penggunanya.

Walau Do Kwon sudah mengajukan proposal berisi rencana untuk menyelamatkan ekosistem Terra, Zhao berpendapat jika rencana tersebut tak akan berhasil.

Zhao justru menyinggung perihal cadangan Bitcoin (BTC) yang selama ini ditimbun oleh Terra dan diklaim akan digunakan untuk mendukung nilai UST agar tetap stabil.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Oluwapelumi percaya Bitcoin dan teknologi blockchain memiliki potensi untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Dia gemar sekali membaca dan mulai menulis tentang kripto di tahun 2020.

Ikuti Penulis