Pada 24 Maret, Tether mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah menggandeng salah satu firma akuntansi Big Four untuk melakukan audit independen penuh pertama terhadap cadangan USDT milik mereka.
Audit ini memang belum selesai, namun untuk pertama kalinya perusahaan ini berkomitmen menjalani tinjauan keuangan secara menyeluruh di tingkat ini.
Langkah ini sangat penting. Selama bertahun-tahun, Tether hanya mengandalkan atestasi per kuartal yang hanya menampilkan cuplikan cadangan saja.
Audit penuh memiliki cakupan lebih luas. Audit ini memeriksa aset, kewajiban, pengendalian internal, dan paparan risiko dari waktu ke waktu. Standar ini adalah yang biasa digunakan oleh institusi keuangan besar.
Pengumuman ini menanggapi salah satu kritik tertua di dunia aset kripto. Tether memang belum pernah menuntaskan audit penuh, meskipun sudah beberapa kali mencoba di masa lalu.
Pada 2018, upaya audit sebelumnya gagal setelah auditor mereka memutus kerja sama. Lalu, pada 2021, regulator AS memberikan denda kepada Tether karena pernyataan menyesatkan mengenai cadangan mereka.
Kemungkinan Tether mengambil langkah ini sekarang karena meningkatnya tekanan institusional serta regulasi stablecoin yang terus berlangsung. Dengan kapitalisasi pasar USDT yang sudah melampaui US$180,00 miliar, peran mereka di pasar kripto global sudah terlalu besar untuk bisa beroperasi tanpa pemeriksaan lebih dalam.
Jika audit ini berhasil diselesaikan, hasilnya bisa saja menetapkan standar transparansi baru untuk seluruh industri stablecoin.