Kembali

60% Lebih Trader Rugi di Token NYC Dukungan Eric Adams

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

16 Januari 2026 09.55 WIB
  • Token NYC sempat melejit hingga market cap US$600 juta, lalu ambruk, membuat lebih dari 60% dari 4.300 trader telan rugi.
  • Bubblemaps soroti penarikan likuiditas US$2,5 juta di pucuk harga, yang memicu tudingan aksi insider.
  • Adams tangkis tuduhan tersebut, sementara peluncuran ini kembali menghidupkan meme coin politik dan memancing sorotan tajam.
Promo

Eric Adams, yang mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota New York dua minggu lalu, melakukan langkah besar ke dunia kripto dengan meluncurkan token miliknya sendiri, NYC.

Namun, kurang dari 24 jam kemudian, lebih dari separuh dari 4.300 trader yang membeli token tersebut justru menelan kerugian. Proyek ini dengan cepat menunjukkan karakteristik khas meme coin. Sejumlah analis menyebut peristiwa ini sebagai skenario rug pull klasik.

Kebangkitan Tak Terduga Meme Coin Politik

Banyak pihak mengira tahun 2025 menandai berakhirnya gelombang meme coin. Setelah serangkaian peluncuran token oleh presiden aktif yang berujung pada kerugian ratusan ribu dolar, narasi ini kehilangan dukungan besar dari investor ritel.

Sponsored
Sponsored

Namun, Eric Adams kelihatannya menghidupkan kembali tren tersebut tepat sebelum benar-benar ditinggalkan. Pada Senin lalu, mantan Wali Kota New York itu mengumumkan peluncuran token NYC melalui media sosial.

Adams menyatakan token tersebut dibuat untuk “melawan penyebaran antisemitisme dan anti-Amerikanisme yang semakin cepat”.

Meski begitu, peluncurannya justru berakhir dengan kerugian besar bagi mayoritas trader. Token NYC sempat melesat hingga kapitalisasi pasar US$600 juta, sebelum anjlok tajam ke bawah US$100.000.

Melihat pola yang berulang dari kejadian serupa di masa lalu, komunitas kripto pun segera mulai mencari indikasi adanya insider.

Data On-Chain Picu Tuduhan Insider

Analisis lanjutan dari platform analitik blockchain Bubblemaps mengungkap bahwa sebuah wallet yang terhubung dengan deployer token menarik sekitar US$2,5 juta dalam bentuk USDC dari liquidity pool yang menopang perdagangan NYC, tepat saat harga token mencapai puncaknya.

Sponsored
Sponsored

Ketika harga token jatuh sekitar 60%, kreator NYC kemudian memasukkan kembali token senilai US$1,5 juta ke dalam liquidity pool.

“Wallet NYC memang mengembalikan sebagian dana ke liquidity pool dan membuat dua order beli besar (satu senilai US$200.000 dan satu lagi US$300.000) untuk melakukan pembelian kecil setiap 60 detik. Pergerakan ini, selain mencurigakan, tidak dikomunikasikan sebelumnya dan memicu banyak ketidakpercayaan,” ujar analis blockchain Blockworks, Fernando Molina, kepada BeInCrypto.

Manuver tersebut juga tidak banyak membantu memulihkan harga. Hingga kini, keberadaan sisa dana sekitar US$1 juta lainnya masih belum jelas.

Sementara itu, para investor harus menerima kenyataan pahit. Pada Rabu (14/1), Bubblemaps mengungkap bahwa 60% dari 4.300 trader yang berinvestasi di token tersebut mengalami kerugian. Lebih dari separuh di antaranya rugi kurang dari US$1.000, sementara sebagian lainnya menderita kerugian jauh lebih besar. Bahkan, 15 trader kehilangan lebih dari US$100.000.

Dalam analisisnya, Molina membandingkan peluncuran NYC dengan rug pull terkenal lainnya, seperti token LIBRA yang diluncurkan oleh Presiden Argentina Javier Milei pada Februari tahun lalu.

“Dari sudut pandang teknis, ada banyak kemiripan, terutama cara liquidity pool—pasar tempat NYC atau LIBRA diperdagangkan—dibentuk, yang memiliki keunikan tidak lazim dalam peluncuran semacam ini (single-sided liquidity pools),” jelasnya. “Tidak ada indikasi jelas bahwa timnya sama, tetapi kemiripannya sangat mencolok.”

Sponsored
Sponsored

Seiring itu, Adams mulai menghadapi tudingan sebagai insider.

Adams Bantah Tuduhan di Tengah Sorotan

Pada Rabu, Todd Shapiro, juru bicara Adams, merilis pernyataan yang menanggapi tuduhan rug pull tersebut.

“Laporan terbaru yang menuduh Eric Adams memindahkan dana dari NYC Token adalah keliru dan tidak didukung bukti apa pun,” tulisnya. “Tidak pernah ada niat keterlibatan untuk keuntungan pribadi atau finansial.”

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa, seperti banyak token baru lainnya, proyek ini mengalami volatilitas tinggi pada fase awal.

Sponsored
Sponsored

Namun, penjelasan itu tidak cukup meredakan sorotan terhadap Adams, yang memang memiliki keterlibatan unik dalam dunia kripto.

Selama menjabat sebagai Wali Kota New York, Adams dikenal sebagai pendukung vokal cryptocurrency, kerap mempromosikan Bitcoin dan teknologi blockchain. Bahkan sebelum resmi menjabat, ia sempat mengumumkan rencana menerima tiga gaji pertamanya dalam bentuk Bitcoin.

Meski demikian, masa jabatannya penuh kontroversi, dibayangi tuduhan korupsi dan tingkat persetujuan publik yang sangat rendah, membuat peluangnya untuk terpilih kembali semakin berat.

Meniru strategi Presiden AS Donald Trump yang merangkul pelobi kripto menjelang kampanye pemilihannya, Adams terus memosisikan diri sebagai politisi pro-kripto. Namun, pendekatan tersebut gagal mengamankan masa jabatan kedua.

Walau begitu, peluncuran NYC Token menandai kali pertama Adams secara pribadi memperkenalkan proyek aset kripto. Sampai sejauh ini, perjalanannya masih penuh lika-liku. 

Bagaimana pendapat Anda tentang kerugian yang melanda 60% trader di token NYC ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori