Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors mengatakan aksi jual saham pada hari Jumat merupakan peluang beli, bukan awal dari penurunan lebih besar. Ia menyoroti aset kripto, saham memori, dan semikonduktor yang kini terkoreksi hingga menyentuh level support teknikal.
Cboe Volatility Index (VIX), atau indeks ketakutan Wall Street, melonjak tajam hari itu. Di sisi lain, kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran bahwa ketegangan bisa meningkat selama akhir pekan.
Di Mana Posisi Kripto dalam Sinyal Beli dari Lee?
Lee, kepala riset Fundstrat, menuturkan kepada Closing Bell CNBC bahwa kekhawatiran AI meningkat minggu ini. Ia mengakui pasar utang AI mungkin kurang percaya diri. Meski begitu, menurutnya, fundamental dan pendorong industri AI tetap kuat.
Disponsori
Disponsori
Lee menyampaikan bahwa Mark Newton, analis teknikal Fundstrat, memperkirakan saham bisa reli, dan titik terendah pasar kemungkinan akan terjadi pada Jumat atau Senin.
Lee mengelompokkan aset kripto bersama saham memori, semikonduktor, penyedia cloud AI, dan sektor teknologi secara keseluruhan sebagai area yang layak dibeli. Ia menambahkan seluruh sektor tersebut sudah turun menuju level support, yakni zona harga di mana pembeli biasanya mulai masuk.
“Saya rasa saat ini waktu yang tepat untuk beli saham di sektor memori, semikonduktor, neo cloud, teknologi secara umum, maupun aset kripto. Menurut saya, semuanya sedang koreksi ke level support di saat banyak orang justru semakin khawatir akan fundamentalnya,” ujar Lee
Di sisi lain, Dan Greenhaus, kepala ekonom sekaligus ahli strategi di Solus Alternative Asset Management, menyalahkan kenaikan suku bunga. Ia berpendapat suku bunga tinggi menekan bagian spekulatif dalam pengembangan AI, seperti CoreWeave yang merupakan penyedia cloud.
ASML dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) sudah sama-sama mengonfirmasi bahwa permintaan tetap kuat, papar Greenhaus. Tetapi, ia mengingatkan agar masalah di penyedia cloud AI jangan langsung dibaca sebagai sinyal peringatan dini untuk pasar lebih luas.
“sudah berapa banyak kenari yang kita korbankan di tambang batu bara selama 3 tahun terakhir”
komentar Dan Greenhaus, kepala ekonom dan ahli strategi di Solus Alternative Asset Management, lewat CNBC
Bisakah Pendanaan Mengimbangi Permintaan?
Pada saat yang sama, Ed Clissold, kepala strategi U.S. di Ned Davis Research, menuturkan bahwa modal pasti ada harganya. Pasar kini masih mencari titik biayanya. Ia juga mengatakan, perlambatan dalam pembangunan kemungkinan terjadi, meskipun permintaan tetap kuat.
Clissold mengatakan saham berkapitalisasi besar menghindari pelemahan musiman yang sering terjadi di bulan September, sedangkan saham berkapitalisasi kecil justru mengalaminya. Ia menduga pelemahan di hari Jumat ini sebagian karena efek penyesuaian tersebut.
Clissold menambahkan, laporan kinerja kuartal ketiga bisa memberi jawaban dalam dua minggu ke depan. Pertumbuhan laba S&P 500 pada kuartal lalu diproyeksikan 25% dan naik jadi 32%. Untuk kuartal ini, analis memperkirakan kenaikannya sekitar 25% sampai 26%.
Diskusi panel ini sebagian besar sudah menganggap sisi permintaan tidak menjadi masalah dan lebih banyak membahas soal pendanaan, sehingga biaya modal menjadi kunci dalam pengembangan AI ke depan.
BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.