Trader Mulai Tinggalkan Altcoin, Beralih ke Minyak di Tengah Konflik Timur Tengah Pada tahap ini, pertanyaan apakah keuangan tradisional dan kripto akan menyatu sepertinya sudah terjawab.
Penyatuan ini nampaknya sedang berlangsung, dengan aset tokenisasi menjadi salah satu contoh paling jelas bagaimana pasar global semakin bergabung dengan infrastruktur berbasis blockchain.
Aset Tokenisasi Makin Populer karena Geopolitik Dorong Perdagangan Komoditas di Chain
Data pasar menunjukkan besarnya permintaan yang terus meningkat ini. Menurut HyperScreener, kontrak Futures perpetual yang berkaitan dengan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencatat volume perdagangan lebih dari US$1,6 miliar dalam 24 jam terakhir.
Selain itu, kontrak CL-USDC dengan cepat meroket dan kini hanya kalah dari Bitcoin (BTC) sebagai pasar paling aktif diperdagangkan di Hyperliquid.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Kenaikan harga minyak di Hyperliquid mencerminkan pola yang sudah terlihat pada komoditas lain di exchange tersebut. Kontrak yang terhubung ke Perak juga berubah menjadi instrumen trading makro dengan volume tinggi karena investor mencari alternatif lindung nilai (hedge) lain.
Peningkatan trading komoditas on-chain ini terjadi saat harga minyak kembali menjadi sorotan pasar. Harga melonjak hampir mencapai US$120 per barel pada hari Senin.
Kenaikan ini disebabkan meningkatnya kekhawatiran pasokan karena konflik antara AS-Israel-Iran. namun, harga kembali turun setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa perang bisa segera berakhir sehingga kekhawatiran pasar pun mereda.
Minat yang terus tumbuh pada aset tokenisasi juga menandakan adanya perubahan besar dalam cara trader mengakses pasar global. Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, baru-baru ini menyoroti bahwa trader beralih ke jalur kripto ketika pasar global tutup setelah Presiden Trump mengumumkan serangan militer ke Iran.
Peristiwa tersebut menunjukkan ada celah struktural, dan para pengguna memperhatikannya. Maka, bagi komunitas kripto, komoditas tokenisasi memberikan keunggulan utama: eksposur langsung ke aset makro global tanpa perlu keluar dari pasar on-chain. Analis Martin turut mengomentari perubahan fokus trader ini.
“Emas naik, lalu perak, lalu minyak. Aset-aset itu memang menarik. Untungnya, saya juga menemukan alasan untuk dump di portofolio kripto saya. Portofolio itu turun hanya karena orang tertarik dengan hal lain. Bukan karena aset itu tidak berguna. Syukurlah,” tutur Martin dalam kicauan tersebut.
Di sisi lain, infrastruktur keuangan tradisional kini juga bergerak cepat untuk memenuhi permintaan tersebut. Nasdaq telah menjalin kemitraan dengan Payward (induk perusahaan dari exchange kripto Kraken) untuk membangun sistem yang “menghubungkan pasar modal ekuitas tokenisasi dengan jaringan blockchain terdesentralisasi.”
“Kedua organisasi yakin tokenisasi memiliki potensi untuk mentransformasi pasar modal, memodernisasi proses perdagangan dan penyelesaian sekuritas, sekaligus memungkinkan akses global yang lebih luas, kemampuan pemrograman, dan efisiensi operasional yang lebih tinggi di seluruh infrastruktur keuangan,” jelas pengumuman itu.
Dengan demikian, tren saat ini menunjukkan perubahan minat trader dan kedewasaan pasar. Apakah ini hanya rotasi jangka pendek akibat momentum harga komoditas, atau menjadi perubahan struktural yang lebih permanen dalam cara pasar kripto beroperasi, masih menjadi pertanyaan terbuka.