Seorang trader dengan nama samaran The White Whale menilai bahwa crypto exchange bisa menyesatkan pengguna lewat sistem publikasi cadangan proof-of-reserve. Ia meragukan transparansi dan keakuratan data cadangan aset kripto yang dipublikasikan oleh platform MEXC.
Sebelumnya, The White Whale menuduh crypto exchange ini telah membekukan aset senilai US$3 juta secara ilegal. Kami menjelaskan mengapa trader ini yakin MEXC telah menyesatkan penggunanya.
Pemasaran Alih-alih Bukti
Menurut data resmi, MEXC memiliki cadangan bernilai miliaran dolar dan bahkan aset pengguna yang sangat aman. Namun, seperti yang dicatat trader tersebut, semua data dipublikasikan hanya oleh exchange itu sendiri, tanpa keterlibatan auditor pihak ketiga, tanpa pengawasan otoritas regulasi, dan tanpa transparansi metode perhitungannya.

Exchange ini menawarkan perbandingan dua indikator:
- Aset di wallet publik (dipilih dan dikontrol oleh MEXC sendiri).
- Total kewajiban kepada pengguna (data hanya tersedia untuk exchange).
Jika aset lebih banyak daripada kewajiban, exchange menganggap hal ini sebagai bukti keandalan. Namun, kedua angka tersebut dihasilkan oleh MEXC sendiri, yang menurut penulis postingan, menimbulkan keraguan atas keakuratan perhitungan tersebut.
Sang trader menyoroti absennya jaminan bahwa:
- Wallet tersebut memang milik MEXC;
- Semua kewajiban telah diperhitungkan;
- Aset tidak dipinjamkan atau dijaminkan.
“Merkle Tree” sebagai Ilusi Transparansi
Untuk meningkatkan kepercayaan, menurut trader, MEXC menerapkan alat verifikasi berbasis Merkle Tree. Alat ini memungkinkan pengguna memeriksa bahwa saldo mereka termasuk dalam sistem. Namun, dalam praktiknya, hal ini tidak menjawab pertanyaan utama:
- Apakah semua saldo klien telah diperhitungkan?
- Apakah kewajiban yang diumumkan sesuai dengan kenyataan?
- Apakah cadangan benar-benar ada dan dapat diakses?
The White Whale yakin bahwa tanpa adanya audit independen, teknologi ini tetap hanyalah “trik teknis” yang tidak menyelesaikan masalah nihilnya kontrol.
Kisah MEXC, menurut trader ini, mengingatkan kita pada praktik crypto exchange yang sudah kolaps, FTX, yang hingga akhir terus meyakinkan publik tentang solvabilitasnya.
BeInCrypto meminta perwakilan MEXC untuk menanggapi tuduhan ini. Tim exchange pun menjawab dengan pernyataan terkait transparansi cadangannya. Platform perdagangan menangkis tuduhan pelanggaran ataupun penipuan.
Menurut tim MEXC, perusahaan sengaja memilih untuk memublikasikan alamat wallet dan kode open source alih-alih melakukan audit agar pengguna dapat melakukan pengecekan sendiri. Crypto exchange ini juga mengeklaim bahwa data cadangan telah dikonfirmasi oleh mitra pihak ketiga.
Tanda Bahaya Lainnya
The White Whale tidak berhenti hanya pada tuduhan publikasi data cadangan yang menyesatkan. Menurutnya, pengguna MEXC harus waspada terhadap tanda bahaya lainnya:
- Menggunakan deposit sebagai jaminan – terdapat rumor online bahwa dana pelanggan mungkin digunakan oleh exchange untuk mendapatkan pinjaman di exchange lain, mirip dengan skema FTX.
- Permainan terhadap trader besar – tuduhan bahwa akun yang menguntungkan diberi tanda sebagai mencurigakan dan pembuat pasar mengambil keuntungan dari likuidasi.
- Pergantian internal dan tekanan regulasi – rumor yang belum terkonfirmasi tentang perubahan kepemimpinan dan pengawasan yang meningkat pada 2023.
- Kurangnya transparansi dana asuransi – dana US$500 juta mungkin dilebih-lebihkan karena wallet tidak diungkapkan dan perhitungan dana bisa salah.
Semua pernyataan ini belum memiliki bukti dokumen dan masih berada pada level rumor.
Konflik Trader dengan MEXC
The White Whale sebelumnya menyatakan secara publik bahwa exchange telah membekukan aset kripto miliknya secara ilegal senilai lebih dari US$3 juta.
Menurutnya, MEXC menggunakan metode tekanan dengan bersembunyi di balik prosedur verifikasi identitas. Investor mengeklaim bahwa ia telah memenuhi seluruh persyaratan KYC, namun akses ke asetnya belum kunjung dikembalikan. Setelah akun Telegram-nya diverifikasi, yang ditawarkan bukanlah pertemuan dengan manajemen seperti dijanjikan, melainkan dialog dengan kepala layanan dukungan.
Selama percakapan, sang trader menerima permintaan tak terduga untuk datang sendiri ke Malaysia untuk melakukan KYC. Ia menekankan bahwa aturan MEXC tidak mencakup ketentuan semacam itu, dan undangan itu terlihat berisiko mengingat maraknya kasus penculikan investor kripto sebelumnya. Menurut The White Whale, hal ini nampak seperti bentuk pemerasan: untuk mendapatkan kembali akses ke dananya, ia diminta melakukan perjalanan ke negara lain.
BeInCrypto meminta komentar dari MEXC. Pihak exchange menyatakan telah meningkatkan pengawasan untuk menangani aktivitas mencurigakan, termasuk membatasi penarikan sementara untuk beberapa akun. Untuk beberapa pengguna, MEXC menyebut pembatasan ini bisa berlangsung hingga 365 hari jika ditemukan risiko atau pelanggaran.
Bagaimana pendapat Anda tentang kasus MEXC ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
