Kementerian Keuangan Amerika Serikat menggunakan seluruh batas maksimum buyback obligasi sebesar US$6 miliar pada hari Kamis, sehingga melunasi utang jangka panjang lebih awal. Langkah ini diambil ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menyentuh angka 5,342%, tertinggi sejak April 2002.
Imbal hasil adalah keuntungan yang diminta investor untuk meminjamkan dana ke pemerintah. Ketika imbal hasil naik, biaya hipotek, pinjaman bisnis, dan utang pemerintah ikut meningkat, dan Bitcoin (BTC) pun kesulitan mempertahankan kenaikannya.
Apa Sebenarnya yang Dibeli Treasury dalam Buyback Obligasi US$6 Miliar?
Pada buyback, pemerintah melunasi sebagian surat utangnya sebelum jatuh tempo.
Investor menawarkan obligasi senilai US$46,4 miliar, menurut hasil dari Treasury. Namun, Treasury hanya mengambil US$6 miliar, tersebar pada dua obligasi dari total 41 yang memenuhi syarat.
Kedua obligasi itu menawarkan bunga rendah dan jatuh tempo pada 2041 dan 2042. Treasury membayar sekitar US$67 dan US$76 untuk setiap US$100 nilai pokok.
Pada harga tersebut, pelunasan utang sebesar US$6 miliar hanya menghabiskan uang tunai sekitar US$4,47 miliar.
Operasi buyback terakhir sebelumnya tidak mencapai batas maksimal, lapor Reuters. Hal ini memicu perdebatan apakah program tersebut mendukung aktivitas trading atau justru menyasar obligasi era pandemi yang murah.
Mengapa Imbal Hasil Masih Naik Meski Buyback Treasury Semakin Besar?
Treasury memperluas operasi jangka panjang mulai 19 Agustus, dari US$2 miliar menjadi minimal US$4 miliar per sesi. Program skala besar ini berjalan dari 9 September hingga 4 November.
Kenaikan imbal hasil jangka panjang didorong oleh defisit yang melebar, inflasi di atas target, serta banyaknya utang yang diambil perusahaan teknologi demi pengembangan AI. Menteri Keuangan Scott Bessent memberi sinyal kemungkinan buyback makin besar.
“Kami akan menciptakan pasar di instrumen ini. Kami rutin melakukan buyback dan akan memperbesar nominal buyback … nilainya bisa lebih dari US$4 miliar per sesi,” terang Bessent menjelaskan.
Data hari Kamis belum memberikan banyak angin segar. Indeks survei harga di pabrik-pabrik AS melonjak ke level 77,9, sedangkan harga minyak masih berada di kisaran US$91 menurut FXEmpire.
Bitcoin sempat menyentuh angka US$85.000 pada hari Rabu setelah data inflasi PCE yang lebih rendah, yaitu indikator harga pilihan The Fed. Saat ini Bitcoin diperdagangkan di US$84.624, naik 0,9% dalam 24 jam terakhir, menurut data harga BeInCrypto.
Tidak semua pihak melihat hal ini sebagai risiko. CEO ARK Invest, Cathie Wood, berpendapat bahwa imbal hasil 10 tahun di atas 5% menandakan pasar yang sehat.
Laporan data tenaga kerja hari Jumat menjadi agenda penting berikutnya, dan program buyback yang diperluas masih punya waktu lima minggu untuk membantu menurunkan biaya pinjaman pemerintah.









