Kembali

Trump Amankan Minyak Venezuela, Bitcoin Target Berikutnya?

author avatar

Ditulis oleh
Oihyun Kim

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

07 Januari 2026 14.00 WIB
  • Trump mengumumkan otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan 30–50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.
  • Kepemilikan Bitcoin Venezuela yang selama ini dirumorkan bisa menjadi target selanjutnya, berpotensi mengisi cadangan strategis Trump tanpa biaya pembayar pajak.
  • Berbeda dengan minyak, penyitaan Bitcoin membutuhkan kunci privat—tanpanya, bahkan penangkapan Maduro tidak akan membuka satu pun aset kripto.
Promo

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Selasa bahwa “otoritas sementara” Venezuela akan mentransfer 30 hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat, hanya beberapa hari setelah pasukan AS menangkap Nicolás Maduro dalam sebuah operasi militer.

Pengumuman tersebut sontak memicu spekulasi mengenai aset Venezuela lainnya yang berpotensi menyusul—termasuk kepemilikan Bitcoin yang selama ini dirumorkan.

Sponsored
Sponsored

Penyitaan Minyak Jadi Penanda Arah

Trump mengunggah di Truth Social bahwa minyak tersebut akan “dijual pada harga pasar”, dan hasil penjualannya akan “dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat.” Dengan harga sekitar US$56 per barel, transaksi ini berpotensi bernilai hingga US$2,8 miliar.

Gedung Putih telah menjadwalkan pertemuan di Oval Office pada Jumat bersama para eksekutif Exxon, Chevron, dan ConocoPhillips untuk membahas sektor minyak Venezuela, menandakan bahwa kepentingan Washington melampaui sekadar transfer satu kali. Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia.

Trump memerintahkan Menteri Energi Chris Wright untuk mengeksekusi rencana tersebut “segera”, dengan kapal penyimpanan yang akan mengangkut minyak langsung ke pelabuhan-pelabuhan AS.

Sponsored
Sponsored

Spekulasi Bitcoin Makin Intens

Dengan aset fisik kini mulai mengalir ke Washington, perhatian beralih ke dugaan kepemilikan kripto Venezuela. Sejumlah laporan menyebut rezim Maduro mengakumulasi “cadangan bayangan” Bitcoin untuk menghindari sanksi internasional.

Perkiraan nilainya sangat beragam. Project Brazen melaporkan Venezuela bisa memiliki sekitar US$60 miliar Bitcoin, mengutip sumber anonim. Sementara itu, Bitcointreasuries.net hanya mencatat 240 BTC, senilai sekitar US$22 juta.

Tak satu pun dari estimasi tersebut telah diverifikasi melalui analisis on-chain. Tidak ada wallet yang diidentifikasi secara publik, dan tidak ada kustodian yang disebutkan.

Para pakar menilai masuk akal jika Venezuela mencari eksposur Bitcoin, mengingat negara itu tersingkir dari sistem keuangan global. Venezuela memiliki rekam jejak bereksperimen dengan kripto, termasuk token petro yang gagal diluncurkan pada 2018.

Sponsored
Sponsored

Mengapa Bitcoin Berbeda?

Berbeda dengan tanker minyak yang dapat dialihkan ke pelabuhan AS, Bitcoin tidak bisa disita secara fisik. Penyitaan aset kripto mensyaratkan kepemilikan kunci privat atau kerja sama kustodian yang berada di bawah yurisdiksi Amerika Serikat.

Venezuela diyakini tidak menggunakan layanan kustodian Amerika atau sekutunya karena status sanksi yang melekat. Lingkaran dalam Maduro kemungkinan menyebar kepemilikan tersebut ke banyak wallet, menjadikannya sangat sulit dilacak.

Namun, sifat yang membuat Bitcoin sulit disita juga membuatnya sangat mudah dipindahkan—bagi siapa pun yang memiliki informasi yang tepat. Tidak seperti emas atau minyak yang membutuhkan logistik fisik, siapa pun yang memegang private key dapat memindahkan Bitcoin ke mana saja di dunia hanya dalam hitungan menit. Jika otoritas AS berhasil memperoleh private key dari Maduro atau para koleganya, miliaran dolar aset kripto dapat disita secara instan.

Inilah yang menciptakan dinamika berisiko tinggi: aset tersebut sepenuhnya tidak terjangkau, atau justru sangat mudah disita—tanpa ada wilayah abu-abu di antaranya.

Sponsored
Sponsored

Implikasi ke Cadangan Strategis

Spekulasi ini menjadi semakin relevan mengingat perintah eksekutif Trump untuk membentuk cadangan strategis Bitcoin “tanpa biaya bagi pembayar pajak.” Para kritikus mempertanyakan bagaimana pemerintah dapat mengakumulasi cadangan semacam itu tanpa melakukan pembelian langsung.

Penyitaan Bitcoin Venezuela—jika memang ada dalam jumlah signifikan—secara teoretis dapat menjawab tantangan tersebut. Namun, jaksa tetap harus mampu mengaitkan kepemilikan aset tersebut secara langsung dengan dakwaan pidana yang diajukan di pengadilan AS.

Sebagian pengamat pasar kripto melihat implikasi jangka panjang yang bullish, apa pun hasil akhirnya. Pemerintah kemungkinan akan menahan Bitcoin yang diperoleh, alih-alih menjualnya, sejalan dengan komitmen membangun cadangan strategis.

Untuk saat ini, minyak Venezuela tengah menuju pelabuhan Amerika. Bitcoin-nya—jika memang ada—tetap terkunci di balik private key yang tak diketahui, berada di luar jangkauan bahkan dari tindakan penegakan hukum yang paling agresif sekalipun.

Bagaimana pendapat Anda tentang peluang Trump ambil alih kepemilikan Bitcoin Venezuela di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori