Kembali

Jeda Trump terhadap Iran Membayangi Prospek Bitcoin saat Tekanan Ekonomi Makro Meningkat

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Mohammad Shahid

27 Maret 2026 05.02 WIB
  • Bitcoin kembali turun karena jeda Trump terhadap Iran memperpanjang ketidakpastian daripada meredakan pasar.
  • Kenaikan imbal hasil Treasury memperketat likuiditas dan menarik modal dari aset kripto serta aset berisiko lainnya.
  • Dengan pemangkasan suku bunga yang memudar dan risiko inflasi yang meningkat, Bitcoin menghadapi tekanan penurunan jangka pendek.
Promo

Keputusan Presiden Donald Trump untuk menunda serangan ke Iran selama 10 hari belum membawa kejelasan di pasar aset kripto. Justru, hal ini memperpanjang ketidakpastian—dan Bitcoin sudah mulai bereaksi.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$68.900 pada 26 Maret, turun sekitar 3% dalam 24 jam, dan grafik menunjukkan tekanan jual yang stabil sepanjang hari. Pergerakan ini mencerminkan perubahan yang lebih luas, bukan karena peristiwa khusus di industri aset kripto.

Pendorong utama justru berasal dari pasar obligasi.

Trump Umumkan Penundaan Serangan Energi ke Iran | Sumber: Truth Social

Yield obligasi AS naik ke sekitar 4,42%, yang menandakan bahwa investor memperkirakan inflasi akan meningkat dan kemungkinan penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil.

Disponsori
Disponsori

Hal ini penting karena aset kripto, terutama Bitcoin, masih sangat sensitif terhadap kondisi likuiditas. Saat yield naik, modal jadi lebih mahal dan lebih sedikit uang yang mengalir ke aset berisiko.

Sederhananya, yield yang tinggi menarik likuiditas keluar dari kripto.

Di saat yang sama, konflik Iran terus menopang harga minyak yang tinggi. Hal ini meningkatkan risiko inflasi, sehingga peluang The Fed untuk melonggarkan kebijakan semakin kecil.

Pasar sudah mulai mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga, sehingga kondisi semakin ketat.

Situasi ini membuat posisi Bitcoin jadi sulit dalam jangka pendek.

Harga Yield Obligasi Treasury AS 10 Tahun | Sumber: CNBC

Berbeda dengan narasi sebelumnya di mana Bitcoin menjadi lindung nilai, saat ini Bitcoin malah diperdagangkan mirip dengan aset berisiko tinggi seperti saham teknologi.

Saat yield naik dan ketidakpastian berlanjut, investor biasanya mengurangi kepemilikan di aset yang volatil terlebih dahulu.

Grafik Harga Bitcoin | Sumber: CoinGecko

Penundaan oleh Trump memang menghilangkan risiko eskalasi langsung tapi belum menyelesaikan tekanan ekonomi makro.

Bagi aset kripto, artinya satu hal: sebelum yield stabil dan likuiditas kembali, Bitcoin sepertinya sulit mencetak kenaikan berkelanjutan dan bisa saja tertahan—atau bergerak turun—dalam waktu dekat.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori