Meme coin yang mengambil nama dari Presiden AS Donald Trump telah memilih Robinhood sebagai platform utama untuk kontes yang menghadiahkan undangan makan malam di Mar-a-Lago. Para kritikus menyebut hal ini sebagai langkah terbaru dalam pola pemberian donasi dan penghargaan yang lebih luas.
Cerita ini menjadi bagian dari kontroversi yang lebih besar dan terus menimbulkan kekhawatiran soal konflik kepentingan sejak Trump memulai masa jabatan keduanya.
Momen Mar-a-Lago Robinhood
Halaman yang mengumumkan konferensi pada bulan April menyatakan bahwa “Robinhood adalah Platform Utama untuk TRUMP Leaderboard,” yang merinci siapa saja yang telah mengumpulkan cukup banyak meme coin agar bisa menghadiri makan siang gala dan acara lainnya.
Daftar peserta kini telah bertambah hingga mencakup 297 holder TRUMP teratas. Sementara itu, 29 holder teratas akan mendapatkan akses ke resepsi VIP.
Kerja sama ini lebih dari sekadar dukungan biasa. Robinhood langsung mendapat keuntungan dari aktivitas trading yang dihasilkan oleh kontes tersebut, karena persaingan antar holder mendorong lebih banyak transaksi di platformnya. Keterlibatan dalam promosi yang terhubung dengan token pribadi presiden merupakan langkah yang belum pernah ada sebelumnya.
Akan tetapi, hubungan Robinhood dengan Trump sudah terjalin sebelum adanya meme coin ini.
Linimasa Saling Menguntungkan
Di hari-hari menjelang pelantikan Trump, Robinhood menyumbang US$2 juta untuk dana pelantikan Trump. Kontribusi ini menjadi yang terbesar yang diumumkan secara publik di antara perusahaan teknologi besar saat itu, dua kali lipat dari jumlah yang dijanjikan oleh Meta, Amazon, dan OpenAI.
Pada hari pelantikan, Robinhood memasukkan TRUMP meme coin ke dalam daftar trading, yang meningkatkan kredibilitas token tersebut serta mendorong lonjakan volume transaksi.
Setelah itu, serangkaian perkembangan yang menguntungkan Robinhood pun terjadi.
Pada Februari 2025, SEC menutup investigasi terkait operasi aset kripto Robinhood dan memutuskan untuk tidak mengambil tindakan penegakan hukum. Penyelidikan sebelumnya berfokus pada apakah perusahaan tersebut telah melakukan listing sekuritas yang belum terdaftar di platformnya.
Keputusan penghentian ini pun dianggap sebagai tanda awal perubahan regulasi yang lebih ramah terhadap kripto, yang Trump janjikan saat kampanye.
Kontes saat ini juga bukan pertama kali Trump mengundang para holder kripto ke salah satu propertinya.
Konflik Kripto Membayangi Kepresidenan
Pada bulan Mei lalu, Trump mengadakan gala makan malam berjas hitam di klub golf miliknya di Virginia untuk para pembeli terbesar token tersebut, yaitu tamu-tamu elit yang telah menghabiskan total US$148 juta untuk mendapatkan tempat di acara itu.
Mayoritas holder terbesar token itu nampaknya berasal dari luar negeri. Salah satunya adalah investor utama Justin Sun, seorang konglomerat aset kripto kelahiran Cina yang, sampai baru-baru ini, menghadapi tuntutan sipil terkait penipuan di Amerika Serikat.
Acara ini mengundang kritik dari berbagai pihak tentang apakah warga negara asing secara efektif telah membeli akses ke presiden. Dengan adanya gala baru yang akan digelar, kekhawatiran tersebut kembali mencuat.
Kasus Robinhood ternyata hanya merupakan satu bagian dari gambaran yang lebih besar. SEC telah membatalkan tuntutan hukum yang diajukan atau diancamkan terhadap para donor awal, termasuk Coinbase, Crypto.com, Uniswap, Yuga Labs, Kraken, dan Ripple.