Presiden Donald Trump memicu debat viral di media sosial setelah wawancara pada 9 Februari di acara Kudlow Fox Business, di mana ia membahas pengambilan keputusannya terkait Kevin Warsh, calon Ketua The Fed pilihannya.
Potongan video pendek yang beredar di X (Twitter) memperlihatkan Trump mengatakan ia “membuat kesalahan besar,” sehingga muncul kebingungan apakah kini dia menyesal menominasikan Warsh.
SponsoredTrump Akui “Kesalahan Besar”—Tapi Apakah Itu Tentang Kevin Warsh atau Powell?
Jika melihat konteks utuh, Trump sedang mengenang tahun 2017 ketika ia memilih Jerome Powell dibandingkan Warsh, yang kala itu merupakan “runner-up”.
Trump menyebut keputusannya itu dipengaruhi oleh saran dari Menteri Keuangan Steven Mnuchin saat itu, dan mengatakan itu adalah “kesalahan yang sangat besar”.
Bukan menyesal, Trump justru memuji Warsh, dengan menyebutnya “seseorang dengan kualitas tinggi” yang mampu memberikan hasil luar biasa jika terpilih.
Pernyataan Trump juga memuat klaim mencolok: jika Warsh “melakukan tugas sesuai kemampuannya,” ekonomi AS bisa tumbuh hingga 15%. Perlu diingat, proyeksi ini jauh melampaui puncak pertumbuhan historis yang biasanya hanya 4–7% di tahun-tahun yang kuat.
Pernyataan berani ini memicu perdebatan luas, dan muncul spekulasi bahwa Warsh akan dijadikan “kambing hitam” apabila target tersebut tidak tercapai.
Sponsored Sponsored“…mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 15%—klaim yang sangat optimistis dan menunjukkan tekanan yang akan dihadapi Warsh jika terpilih…menandakan dorongan Trump untuk stimulus agresif sebelum pemilu paruh waktu serta menggambarkan tantangan berat bagi Warsh,” urai Walter Bloomberg, komentator pasar yang populer.
Sementara itu, pernyataan ini juga memiliki dampak jelas ke pasar. Analis dan komentator kripto menilai semangat Trump terhadap Warsh sebagai sinyal bahwa kepemimpinan baru The Fed bisa mengarah pada suku bunga lebih rendah, likuiditas lebih kuat, dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan.
“Trump secara langsung memberi sinyal suku bunga lebih rendah dan dukungan likuiditas yang lebih kuat…Ini sinyal paling jelas sejauh ini bahwa arah The Fed selanjutnya akan lebih fokus ke pertumbuhan dan mendukung likuiditas,” ulas analis Bull Theory.
Dengan ketua The Fed yang akan memangkas suku bunga dan mengesampingkan kekhawatiran soal inflasi, seharusnya pertumbuhan seperti itu akan mendorong harga melesat jauh lebih tinggi.
Nominasi Warsh Mengguncang Aset Kripto, Pasar, dan Media Sosial
Postingan di X menyoroti potensi dampak untuk Bitcoin, emas, dan aset berisiko lainnya. Sentimen umumnya menilai pendekatan kebijakan Warsh bisa membuka kondisi moneter yang lebih longgar, mirip dengan “kendali kurva imbal hasil” atau koordinasi antara Departemen Keuangan dan The Fed.
Sponsorednamun, caption yang menyesatkan dan potongan video tanpa konteks malah meningkatkan keterlibatan, dengan beberapa pihak berspekulasi mengenai nama lain seperti Judy Shelton atau mempertanyakan apakah Warsh bisa dibatalkan pencalonannya.
namun, data di Polymarket menunjukkan kemungkinan Trump menominasikan Shelton hanya sebesar 3%, sementara peluang Warsh mencapai 95%.
Thread pengecekan fakta dan unggahan video lengkap berusaha meluruskan bahwa komentar “kesalahan” dari Trump mengacu pada masa lalu, bukan pencalonan saat ini.
Meme, komentar, dan spekulasi tentang inflasi, tingkat utang, dan independensi The Fed membuat diskusi ini menjadi salah satu topik ekonomi paling viral di X beberapa hari terakhir.
Sponsored SponsoredWarsh sendiri punya rekam jejak yang memadukan pengalaman bank sentral tradisional dengan keterbukaan terbatas pada inovasi finansial.
Mantan Gubernur The Fed (2006–2011) dan peneliti senior di Hoover Institution ini dikenal sebagai hawk inflasi yang mendukung disiplin fiskal dan neraca The Fed yang lebih ramping.
Ia juga terpapar aset kripto secara pribadi, pernah berinvestasi di proyek seperti Basis dan Bitwise. Meski demikian, ia memandang Bitcoin lebih sebagai penyimpan nilai daripada alat transaksi.
Sentimen yang berkembang menggambarkan masa jabatannya mungkin secara tidak langsung mendukung aset berisiko dengan memberikan stabilitas ekonomi makro dan kejelasan soal kebijakan suku bunga ke depan. namun, reli kripto secara langsung sepertinya baru akan terjadi setelah ia benar-benar menjabat pada Mei 2026 dan kebijakan konkret diterapkan.