Kembali

Anggota Parlemen Korea Diduga Serang Upbit untuk Untungkan Anak di Bithumb

sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Oihyun Kim

07 Januari 2026 07.55 WIB
  • Polisi Selidiki Anggota Parlemen Partai Berkuasa Kim Byung-kee karena Diduga Menyerang Upbit setelah Anaknya Bergabung dengan Bithumb
  • Kim, Mantan Direktur Personalia Badan Intelijen, Hadapi Sembilan Skandal Korupsi Termasuk Dugaan Nepotisme dalam Rekrutmen Pemerintah
  • Skandal Ini Ungkap Risiko Regulasi di Pasar Aset Kripto Korea, di Mana Upbit dan Bithumb Kuasai 93% Volume
Promo

Polisi Korea Selatan sedang menyelidiki dugaan bahwa Kim Byung-kee, seorang anggota parlemen senior dari Partai Demokrat Korea yang berkuasa, telah menyalahgunakan posisinya di parlemen untuk menyerang exchange aset kripto Upbit setelah putranya berhasil mendapatkan pekerjaan di platform pesaing, Bithumb.

Kim, yang sudah 25 tahun berkarier di Badan Intelijen Nasional sebagai direktur kepegawaian sebelum terjun ke dunia politik, kini menghadapi setidaknya sembilan dugaan korupsi terpisah—beberapa di antaranya melibatkan tuduhan bahwa ia menggunakan koneksi pemerintah demi kepentingan keluarganya.

Son Gabung ke Bithumb, lalu Serukan untuk “Shut Down” Upbit

Menurut laporan media lokal, Kim mulai menunjukkan ketertarikan tiba-tiba baik pada Dunamu (operator Upbit) maupun Bithumb setelah dipindahtugaskan ke Komite Urusan Politik Majelis Nasional setelah pemilu April 2024.

Sponsored
Sponsored

Ajudan Kim mengatakan kepada penyidik bahwa Kim bertemu CEO Dunamu beberapa kali antara September hingga November 2024 dan membawa putra bungsunya—dari dua putra—ke jamuan makan malam tersebut. “Dia membawa-bawa CV putranya dan langsung menyerahkannya,” tutur ajudan itu. Kim juga bertemu dengan petinggi Bithumb pada November 2024. Akhirnya, putra Kim bergabung dengan Bithumb—bukan Dunamu—pada Januari 2025.

Setelah itu, terjadi perubahan besar. Ajudan tersebut mengatakan Kim memerintahkan stafnya untuk menyiapkan pertanyaan yang menyerang dominasi pasar Dunamu, bahkan ia kerap menyatakan perusahaan itu “perlu diberi pelajaran” dan harus “ditutup”.

Pada Februari 2025, Kim secara resmi meminta Ketua Komisi Jasa Keuangan (FSC) untuk menjelaskan dugaan praktik monopoli Dunamu. Kepala FSC menanggapi bahwa ia akan berkonsultasi dengan Komisi Perdagangan Adil terkait langkah regulasi. Mantan ajudan itu mengatakan kepada polisi, “Saya yakin dia mengajukan pertanyaan negatif terhadap pesaing karena putranya masuk Bithumb.”

Pola Dugaan Nepotisme

Tuduhan terkait Bithumb ini sesuai dengan pola yang lebih luas. Kim diduga pernah ikut campur untuk mengamankan pekerjaan putra sulungnya di NIS pada tahun 2016—lembaga yang juga menjadi tempatnya membangun karier. Rekaman yang bocor memperdengarkan istri Kim mendesak seorang pejabat NIS dan berkata ia butuh “konfirmasi” bahwa putranya akan diterima. Pejabat itu disebut berjanji akan membuat jalur rekrutmen khusus untuk sang putra. Empat bulan kemudian, putranya pun benar-benar direkrut melalui jalur tersebut.

Tuduhan lain termasuk Kim yang secara pribadi menemui rektor universitas untuk mengamankan penerimaan putra bungsunya, menerima voucher hotel senilai 1,6 juta won dari Korean Air saat mengawasi proses merger maskapai itu, dan istrinya diduga menyalahgunakan kartu biaya milik pejabat dewan distrik.

Persaingan Sengit di Perang Exchange Korea

Skandal ini terjadi di tengah persaingan industri aset kripto di Korea yang semakin ketat. Berdasarkan data CoinGecko, Upbit memimpin pangsa volume transaksi Korea Selatan dengan 63%, diikuti Bithumb sebesar 30%.

Dominasi Upbit mulai menurun. Pangsa pasarnya jatuh di bawah 70% untuk pertama kalinya sejak tahun 2020, sementara Bithumb menaikkan anggaran pemasaran mereka secara drastis—dari 16,1 miliar won pada 2023 menjadi 192,2 miliar won di tahun 2024. Sementara itu, peta persaingan juga berpotensi berubah ketika Binance bersiap menyelesaikan akuisisi Gopax.

Untuk industri di mana posisi regulasi menentukan kelangsungan hidup, skandal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang pengaruh politik terhadap persaingan usaha.

Kim membantah melakukan pelanggaran. Proses penyelidikan masih berlangsung.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori