Kembali

Utang Nasional AS Tembus US$39 Triliun: Apa Artinya untuk Bitcoin?

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

19 Maret 2026 16.22 WIB
  • Utang nasional AS baru saja melampaui US$39 triliun, menambah US$1 triliun dalam waktu kurang dari lima bulan.
  • CBO memperkirakan bahwa utang yang dipegang oleh publik akan tumbuh menjadi US$56 triliun pada tahun 2036.
  • Para pendukung Bitcoin berpendapat bahwa meningkatnya utang memperkuat alasan untuk aset hard-cap.
Promo

Utang nasional AS telah melampaui batas US$39 triliun, menambah US$1 triliun hanya dalam waktu sekitar lima bulan sejak menembus US$38 triliun pada akhir Oktober 2025.

Ekonom Peter Schiff menyoroti bahwa utang telah naik sebanyak US$2,8 triliun sejak Presiden Trump mulai menjabat 14 bulan lalu. Ia memperingatkan bahwa pengeluaran perang, kenaikan suku bunga, dan potensi resesi bisa mendorong total utang mencapai US$50 triliun sebelum Trump meninggalkan jabatannya.

Sementara itu, Peterson Foundation memperkirakan jika pertumbuhan saat ini berlanjut, utang AS bisa mencapai US$40 triliun sebelum pemilu musim gugur tahun ini.

Disponsori
Disponsori

“Utang AS yang tinggi dan terus naik sangat penting karena mengancam masa depan ekonomi kita,” terang artikel tersebut.

Congressional Budget Office, dalam Laporan Anggaran dan Ekonomi untuk 2026 sampai 2036, memperkirakan defisit bisa naik menjadi US$1,9 triliun pada tahun 2026 dan hingga US$3,1 triliun pada 2036. 

“Berdasarkan asumsi yang digunakan dalam proyeksi CBO, pemerintah federal diperkirakan akan meminjam tambahan US$26 triliun dari akhir 2025 hingga akhir 2036. Pinjaman ini akan menaikkan utang publik menjadi US$56 triliun, atau 120 persen dari PDB, pada akhir periode tersebut,” tulis laporan itu.

Subscribe ke YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli

Dalam kondisi seperti ini, para pendukung Bitcoin berpendapat bahwa kenaikan utang memperkuat alasan memilih “hard money”, yaitu aset dengan suplai terbatas seperti emas dan Bitcoin, yang dinilai lebih dapat menjaga daya beli dibandingkan mata uang fiat.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Utang yang semakin tinggi memaksa bank sentral untuk mencetak uang dan menahan suku bunga tetap rendah, sehingga melemahkan mata uang fiat. Suplai Bitcoin yang tetap menjadikannya menarik sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang. Tapi, hubungan ini tidak terjadi secara instan.

Pergerakan harga dalam jangka pendek bisa sangat berbeda dengan teori makro tersebut.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori