Seorang pria asal California dijatuhi hukuman penjara federal selama 70 bulan pada hari Jumat karena mencuci jutaan dolar dari pencurian aset kripto senilai US$263 juta, ucap Kantor Kejaksaan Amerika Serikat untuk Distrik Columbia.
Evan Tangeman, 22 tahun, asal Newport Beach, mengaku telah memindahkan setidaknya US$3,5 juta untuk kelompok lintas negara bagian yang menguras lebih dari 4.100 Bitcoin (BTC) dari satu korban serta membiayai gaya hidup mewah mereka.
Di Balik Operasi Pencucian Aset Kripto Senilai US$263 Juta
Aksi kejahatan ini berlangsung dari Oktober 2023 hingga Mei 2025, bermula dari pertemanan yang terbentuk di platform game online. Kelompok ini terdiri dari hacker database, koordinator, penelepon, serta pencuri yang masuk ke rumah untuk mengambil hardware wallet, menurut dokumen pengadilan terkait aksi pencurian tersebut.
Tangeman, yang memakai nama samaran “E,” “Tate,” dan “Evan|Exchanger,” mengonversi Bitcoin hasil curian menjadi uang tunai fiat. Ia juga bekerja sama dengan agen properti di Los Angeles guna mendapatkan rumah mewah bagi para rekan konspiratornya.
Kebanyakan anggota adalah pria pengangguran di bawah usia 20 tahun yang tidak mempunyai penghasilan sah. Beberapa rumah mewah itu bernilai antara US$4 juta sampai nyaris US$9 juta.
Lamborghini, Rolex, dan Tagihan Bar Setengah Juta Dolar
Anggota kelompok ini memakai aset kripto curian untuk layanan klub malam, hingga mencapai US$500.000 dalam satu malam; jam tangan Rolex dengan harga antara US$100.000 hingga US$500.000; dan deretan mobil mewah yang dibanderol antara US$100.000 sampai US$3,8 juta.
Tangeman memperoleh sebuah Lamborghini Urus widebody sebagai upah. Agen federal yang menggeledah rumahnya juga menyita Rolls-Royce Ghost keluaran 2022 dan sebuah Porsche GT3 RS. Kasus ini mirip gelombang penuntutan federal baru-baru ini yang menyasar jaringan pencucian uang aset kripto.
“Kelompok kriminal ini dibangun atas keserakahan yang begitu terang sampai terasa seperti kartun. Mereka mencuri jutaan dolar, menghamburkannya untuk tagihan klub malam setengah juta dolar, Lamborghini, dan Rolex,” terang Jaksa AS Jeanine Ferris Pirro dalam sebuah pernyataan.
Pengakuan Kesembilan dalam Kasus RICO yang Masih Berjalan
Tangeman mengaku bersalah atas konspirasi RICO pada 8 Desember 2025, di hadapan Hakim Distrik AS Colleen Kollar-Kotelly. Pengakuannya menjadi yang kesembilan dalam penyelidikan ini.
Setelah rekan konspirator Malone Lam dan Jeandiel Serrano tertangkap pada September 2024, Tangeman menyuruh Tucker Desmond untuk menghancurkan perangkat digital milik kelompok tersebut.
Jaksa federal masih memburu tersangka lain yang terkait dengan skema rekayasa sosial. Beberapa vonis lain diperkirakan akan keluar dalam beberapa bulan ke depan.





