Kembali

Wall Street Ramai-Ramai Masuk ke Taruhan Crash saat Sentimen Bearish Semakin Dalam

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

31 Maret 2026 12.05 WIB
  • Fear and Greed Index pasar saham mencapai angka ekstrem 9, terendah sejak November.
  • Short interest median Russell 3000 berada di 4,3%, menjadi level tertinggi dalam 15 tahun dan melampaui level tahun 2022.
  • Volume put SPY melonjak menjadi 8,6 juta kontrak, tertinggi sejak Liberation Day.
Promo

Wall Street menunjukkan sentimen bearish yang semakin dalam, dan beberapa metrik mendukung hal ini. Indeks Fear and Greed Index pasar saham dari CNN anjlok ke angka ekstrem 9.

Ini menandai level terendah sejak November. Angka ini menunjukkan deteriorasi tajam dalam sentimen investor.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Data yang dikumpulkan oleh The Kobeissi Letter juga menunjukkan positioning bearish sudah mencapai level tinggi di banyak kelas aset secara bersamaan.

Disponsori
Disponsori

Rata-rata short interest pada saham Russell 3000 naik menjadi 4,3%. Ini menandai level tertinggi dalam 15 tahun dan berada satu persen penuh di atas puncak bear market tahun 2022.

Sektor energi menunjukkan cerita yang lebih dramatis. Short interest pada State Street Energy Select Sector SPDR ETF (XLE) melonjak ke level tertinggi sejak krisis keuangan 2008. 

“Short interest di sektor ini telah NAIK DUA KALI LIPAT dalam beberapa minggu terakhir, mencatat lonjakan tercepat abad ini,” demikian bunyi unggahan tersebut.

Selain itu, volume kontrak opsi jual pada State Street SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) melonjak ke 8,6 juta kontrak, tertinggi sejak April 2025 saat terjadi kejutan tarif “Liberation Day”.

The Kobeissi Letter juga menyoroti penurunan rasio volume trading ETF long leveraged terhadap short leveraged. Rasio ini sekarang turun menjadi sekitar 1,1.

“Ini artinya aktivitas trading ETF leveraged short kini hampir sama banyaknya dengan ETF leveraged long,” terang analis.

Trading ETF yang Dileverage
Trading ETF yang Dileverage | Sumber: X/The Kobeissi Letter

Perlu dicatat, rasio ini berdiri di angka 3,0 pada Oktober saat posisi bullish mendominasi. Saat ini, angkanya mendekati level terendah saat bear market 2022 dan pandemi 2020. Pada waktu itu, investor sangat yakin pasar akan terus turun. 

“Sebagai perbandingan, rasio ini turun ke 0,4 di dasar Krisis Keuangan 2008, artinya volume trading ETF short melebihi volume ETF long sebesar ~150%,” tambah The Kobeissi Letter.

Bertemunya angka ekstrem dari sentimen, short interest, proteksi opsi, dan aliran ETF, memunculkan pertanyaan kontrarian. Ketika posisi sudah sepihak seperti ini, pasar secara historis rentan mengalami pembalikan tajam ke arah sebaliknya. 

Meski begitu, apakah pola tersebut akan bertahan di tengah memanasnya ketegangan geopolitik dan memburuknya tekanan ekonomi makro, masih belum bisa dipastikan.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori